
Byurrr...
Frananda menyemburkan teh yang ada di mulutnya tanpa sadar, saat ini dirinya sangat terkejut.. bagaimana tidak? Ia melihat berita yang berisi foto putranya dengan Alandra dimana foto tersebut menampilkan kedekatan layaknya seperti sedang melakukan ciuman.
"Oh astaga... Ohh astaga.. siapa yang membuat berita ini?" Ucap Frananda sembari mencari tau dalang dari pembuat berita ini.
Drt..drt..
Angela is calling...
"Frananda, apa kau sudah melihat berita?"
"Tentu saja aku sudah melihatnya.. aku benar benar terkejut saat melihatnya Angela"
"Astaga Frananda, aku kira berita itu dibuat olehmu.. Jika berita itu bukan dibuat oleh mu lantas siapa?"
"Astaga Angela aku juga tidak tau, aku saja terkejut melihat ini"
"Tapi Frananda seperti nya aku tau dalang dari berita ini siapa"
"Siapa?"
"Max"
"Apa? Itu tidak mungkin.. mana mungkin Max-"
"Kau tau, biasanya jika ada skandal dari dirinya pasti Max akan memberantas berita itu dengan cepat.. dan mungkin dia akan heboh menghubungiku.. Akan tetapi pria itu tidak ada menghubungi ku apapun... Bukankah itu sangat aneh?"
Frananda terdiam sejenak, yang dikatakan keponakannya benar.. jika setiap saat ada berita skandal, pasti putranya itu membereskannya dengan cepat dan tentu saja putranya itu akan menghubungi Angela. Namun saat ini ia tidak melihat tanda tanda seperti itu.
"Apa yang kau katakan ada benar nya Angela.. baiklah aku akan menghubungimu lagi" ucap Frananda dan mematikan ponselnya dengan sepihak.
*
*
Kediaman Angkasa
"Papa" teriak Alita membuat Ivan yang sedang menikmati kopi nya langsung menyemburkan minumannya
"ALLAHUAKBAR napa sih ma? Teriak teriak macem tarzan aja"
"Lihat ini" ucap Alita sembari memberikan ponselnya
Ivan mengambil ponsel istrinya itu dan membaca setiap tulisan yang ada di berita itu
"Heh? ASTAGHFIRULLAH" ucap Ivan sembari memelototkan matanya dengan tidak percaya, apalagi saat ia menscroll berita itu dan menemukan sebuah foto dimana terdapat putrinya dan seorang pria yang mirip seperti sedang melakukan ciuman
"Wahh gak bisa ini, papa harus tau siapa yang buat berita ini sekaligus papa akan menyuruh orang untuk menutup berita ini" ucap Ivan dan hendak mengambil ponselnya namun dengan sigap, Alandra langsung mengambil ponsel itu
"No" ucap Alita dengan cepat membuat Ivan menarik alisnya dengan heran
"Kenapa ma? Papa harus menutup berita ini, kalau tidak-"
Ivan yang awalnya ingin berkomentar langsung terdiam lantaran istrinya itu mencium dirinya
"Satu lagi dong ma" ucap Ivan sembari menunjuk bibirnya
"Mau ini?" Tanya Alita sambil menunjuk tangannya yang mengepal
"Hehehe.. sayang istriku" ucap Ivan dengan senyuman lebar sembari terkekeh kecil.
*
"Udah siap, ayo" ucap Alandra saat keluar dengan memakai setelan baju dan celana membuat gadis itu tampak cantik dengan kaki jenjangnya
Max menatap dalam gadis di depannya, Alandra benar benar sangat cantik terlebih lagi dengan bibir pink nya itu.
"Woi... Jangan melamun.. ayo" ucap Alandra yang menyadarkan Max membuat Max berdeham sebentar untuk menetralkan dirinya
"Ah ayo..." Ucap Max yang hendak berdiri namun tiba tiba teleponnya berbunyi
"Sebentar, aku menerima telepon dulu" ucap Max yang dibalas anggukan Alandra.
Gadis itu berjalan ke arah kamar kembali untuk mengambil beberapa barang yang dirinya rasa ada ketinggalan.
"Tuan Max, saat ini para dewan pimpinan sedang membahas skandal tuan yang saat ini sedang tersebar.. dan meminta anda, tuan dan nona Alandra untuk mengikuti rapat untuk membahas skandal berita tuan saat ini"
Max menarik sudut bibirnya, tinggal satu langkah lagi.. ia akan membuat Alandra dan dirinya memiliki sebuah hubungan
"Katakan pada mereka aku akan tiba 15 menit lagi" ucap Max dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak
"Sudah? Ayo kita pergi" ucap Alandra saat gadis itu baru keluar dari kamarnya.
"Tidak ada yang ketinggalan lagi?" Tanya Max
"Tidak ada.. ya udah ayok.."
Drt...drt..
"Eit... Sebentar" ucap Alandra dan merogoh tas nya untuk mengambil ponselnya yang sedang bergetar
Alan is calling...
"Hah, Alan?" Gumam Alandra dengan heran
Max yang mendengar Alandra menyebut nama Alan dengan cepat langsung menarik tangan gadis itu
"Ayo kita sudah terlambat dan juga kita sedang ditunggu dewan pimpinan untuk melakukan rapat" ucap Max membuat Alandra menatap heran Max
"Rapat? Kenapa aku baru tau? Dan kenapa bareng dewan pimpinan?"
"Sudahlah, simpan pertanyaan mu dulu... Ayo kita pergi" ucap Max dan langsung menarik tangan Alandra membuat gadis itu menolak telepon dari kembarannya itu