
"itukan TuanĀ Max dengan pacarnya"
"Ternyata tuan Max lebih tampan yah"
"Oh astaga benar benar pasangan serasi"
"Gila, tuan Maxnya tampan..tapi pacarnya? Ih.. gak cocok banget"
Alandra menghentikan langkahnya membuat Max ikut menghentikan kegiatannya dan menatap wajah Alandra dengan heran
"Ada apa?"
Alandra menatap kearah Max dan tiba tiba langsung memeluk tubuh Max
"Sayang aku capek" ucap Alandra dengan manja membuat Max menatap terkejut sedangkan semua orang langsung memfoto mereka berdua
"Kau kenapa? Kau sakit?" Bisik Max dengan heran
"No..no .. no.. aku capek.. mau digendong" ucap Alandra dengan suara yang dibuat imut membuat Max menatap tak percaya dengan gadis di samping nya ini
"Ih ... Geli banget.. "
"Sayang.. ayo gendong" ucap Alandra dengan keras agar gadis yang mengejeknya dapat mendengar ucapannya
Dengan ragu Max menggendong Alandra membuat gadis itu memelototkan matanya tidak percaya.
Dia hanya berpura pura, mengapa pria itu menganggapnya serius
"Ya ampun so sweetnya, cepetan foto"
Ckrek..ckrekk..
Alandra menyembunyikan wajahnya di dada bidang Max membuat pria itu tanpa sadar tersenyum
"Turunkan aku, aku sangat malu"
"Bukankah kau tadi yang meminta aku untuk menggendong mu? Mengapa kau ingin diturunkan" bisik Max membuat wajah Alandra memerah malu
Sial, seharusnya ia tidak membuat kesalahan yang begitu gila begini.
"Cepat turunkan aku atau kau akan mati" ucap Alandra membuat Max tersenyum dan menurunkan Alandra membuat gadis itu menunduk malu
"A-aku pergi dulu" teriak Alandra dan langsung meninggalkan Max membuat pria itu terkekeh kecil melihat gadisnya yang sedang malu
"Mengapa dia bisa seimut itu saat malu" batin Max dengan senang.
*
Alandra mendudukkan tubuhnya di bangku taman yang jaraknya sangat jauh dari Max berada. Ia benar benar lelah harus berlari menghindari bosnya itu. Dirinya benar benar mengutuk kebodohannya yang dengan berani bermain dengan Max.
"Andai saja aku tidak tersulut emosi karena nenek lampir.. oh astaga malunya" gumam Alandra dengan stress
"Andra?" Ucap seseorang yang menepuk punggung Alandra membuat gadis itu membalikkan tubuhnya
"Kak Riki?"
"Kamu disini juga? Bukannya kemarin kamu-"
"Ah itu.. aku-"
"Max?" Gumam Alandra dengan heran. Bagaiman tidak heran, jarak bangku dirinya ke tempat Max sangatlah jauh sedangkan pria itu saat ini sudah sampai di depan matanya
"Loh kok bis-"
Max mendekati Alandra dan langsung merangkul pinggang gadis itu membuat Alandra terkejut
"Apa yang kau lakukan?" Bisik Alandra namun bukannya melepaskan rangkulan itu, Max semakin mengeratkan rangkulannya
"Pacarku sangat lelah, dan kami ingin pulang.. jadi dia tidak sempat berbicara denganmu" ucap Max sambil menatap mata Riki dengan tajam
"Benarkah itu Andra?"
"Tentu saja.. apa kau tidak melihat wajah pacarku.. baiklah tuan Riki kami permisi dulu" ucap Max yang melepaskan rangkulannya dan langsung menautkan jari Alandra dengan jarinya
"Kak Rik sampai nanti" teriak Alandra yang mengikuti langkah Max
Riki menatap kepergian Alandra, ia merasakan betapa kesalnya dirinya saat ini melihat Max.. pria itu.
"Alandra tetap menjadi milikku, selamanya milikku" batin Riki
Dilain sisi,
Byurrr....
"Sayang kenapa?" Tanya Ivan saat melihat istri nya itu menyemburkan minumannya
"Ya Allah kenapa mama aing jorok banget ya Allah" teriak Raka membuat Ivan menatap tajam putra nya itu
"Lihat ini" ucap Alita sambil meletakkan ponselnya
"Kak Andra!!" Ucap Raka dengan shock sedangkan Ivan, dirinya langsung mengambil ponsel istrinya itu dan menatap terkejut dengan foto yang dilihatnya saat ini
"Ini foto kapan?"
"Tadi mas.. udah jadi trending 1 mas di sosial media" ucap Alita membuat Raka menggelengkan kepalanya dengan pelan
"Apa kak Max tidak merasa keberatan yah gendong babon" gumam Raka sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya
"Mulut mulut.. mau dicabe kamu pagi pagi?" Tanya Alita membuat Raka cengengesan
"Hanya bercanda ma hehe.. lagian kenapa sih ma kalau kak Andra pacaran kan mama senang dapat mantu 2 bule"
"Iya mama kamu senang senang aja.. noh kakak kulkas mu.. ngamuk.." ucap Ivan membuat Raka terkekeh pelan
"Kak Alan mah gitu, nanti kalau udah nikah baru kicep gak bisa ngomong"
"Iya mirip opa mu dulu..haha.. papa nikah sama mamamu, opamu langsung kicep" bisik Ivan sembari terkekeh kecil
"Ohh gitu yah mas.. telepon papa ah.."
"Sayang jangan-" ucap Ivan membuat Raka Terkekeh geli melihat tingkah laku kedua orang tuanya saat ini.
*
*