Remember

Remember
Bersatu nya Calon Besan



"Anda mengenal sekertaris saya?"  tanya Max dengan heran


"tentu saja kenal... kak Riki ini kakak kelas aku waktu dulu pas SMA ... iyakan kak" ucap Alandra dengan santainya dibalas anggukan dan kekehan kecil Riki


"jadi kamu sekertarisnya tuan Max?" tanya Riki dengan heran


"heum, jadi kakak yang klien mau bekerja sama itu?" tanya Alandra dengan terkejut


"tentu saja... dunia sempit sekali bukan Andra" ucap Riki dengan tertawa kecil


"Ehem" dehem Max membuat Alandra dan Riki menatap kembali Max


"ah, tuan Max... saya sudah membaca proposal anda dan saya tertarik untuk bekerja sama dengan anda" ucap Riki membuat Alandra menatap terkejut dan tersenyum senang


"benarkah kak? aku kira kakak tidak tertatik.. karena dari yang aku dengar perusahaan kakak sangat sulit untuk bekerja sama" ucap Alandra membuat Riki tersenyum kecil


"ah aku tidak seperti itu.. lagipula perusahaan tuan Max sangat unik dan berbeda dari yang lain.. maka dari aku menyetujui kerja sama ini" ucap Riki dengan pelan


"terima kasih tuan Riki.... atas pujian anda terhadap perusahaan saya"


"tidak usah sungkan.. saya mengatakan faktanya saja.. tuan Max" ucap Riki dengan santai yang dibalas senyum tipis Max


*


Dilain sisi,


Drt..drt...


"Halo"


"Alan.. mama pinjam istrimu untuk menemani mama shopping.. oke.. byeee" ucap Alita yang langsung mematikan ponselnya sepihak.


Alan menatap aneh ponselnya, mama nya bersama istrinya? Apakah mamanya sedang mengigau? Jelas jelas Alexa ada bersama nya.


"Apa mama sedang mengigau?" Gumamnya dengan malas dan kembali tidur.


"Tapi- mama tidak pernah bercanda... Apa mama menculik Alexa?" Gumam Alan yang langsung membuka matanya dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Sayang....Alexa" teriak Alan sembari membuka pintu kamar mandi namun yang iya temui hanyalah kamar mandi yang kosong.


"Alexa" teriak Alan dan berlari keluar dari kamar namun dirinya berhenti tat kala melihat papa dan adik tercintanya itu sedang menonton tv


"Selamat pagi Baginda raja.. makanannya sudah siap loh" ejek Raka sembari memakan cemilannya


"Apa baginda raja mau mandi? Semuanya juga sudah di siapkan kok" sambung Ivan yang langsung dibalas kekehan Raka


"Kenapa kalian disini?" Tanya Alan dengan datar


"Gimana yah.. gimana aku bisa menjawab pertanyaan yang tidak jelas begini" ucap Raka dengan lebay yang dibalas kekehan Ivan dengan kuat


"Nak, kanjeng ratu meminjam istrimu sebentar dan menyuruh kami disini sebagai jaminan.. tentu saja kami disini... Yakan Ka?"


"Heum.. tentu saja kita tidak bisa menolak permintaan kanjeng ratu" ucap Raka membuat Alan benar benar menatap kesal kepada adik dan papanya.


"Sudah sudah mandi dulu Lan, terus makan..." Ucap Ivan


"Trus kita mau ngapain?" Tanya Raka membuat Ivan menarik sudut bibirnya ke atas


"Tentu saja mengikuti mama mu. Kau tidak lihat wajah Alan bagaikan jam 12 malam" ceplos Ivan yang dibalas anggukan setuju Raka


Alan menghela nafasnya dengan kasar, ia memutuskan untuk pergi mandi dan tidak memperdulikan ocehan papanya tersebut


*


Love's boutique


"Alexa?" Ucap Angela saat baru memasuki butiknya


"Kak Angela.."


"Apa kabar?" Tanya Angela yang langsung memeluk Alexa dan mencium pipi Alexa


"Siapa xa?" Bisik Alita dengan heran


"Sepupunya kak Max ma" bisik Alexa


"Oh iya kak, perkenalkan ini mertua aku... Mama Alita.. dan ma, ini kak Angela sepupunya kak Max" ucap Alexa sembari memperkenalkan


"Astaga.. ommo... Ternyata anda mama nya Alandra" ucap Angela dengan terkejut


"Ah iya, ternyata kamu yang pemilik butik ini?" Tanya Alita dengan takjub


"Iya tante, oh iya tante kelihat masih muda yah... Cantik juga sama seperti Alandra" ucap Angela dengan tersenyum lebar


"Oh iya, tante mau nanyak.. apa Alandra dekat sama Max? Soalnya banyak berita yang mengenai mereka" bisik Alita membuat Angela tertawa kecil


Angela melirik ke kanan dan kiri, dengan misterius membuat Alita dan Alexa menatap heran wanita di depannya


"Ayo kita ke ruangan aja tante, gak enak disini kalau ngomongnya" ucap Angela membuat Alita tersenyum dan mengangguk semangat


"Siapkan minuman untuk tamu saya"


"Baik nyonya Angela"


"Duduk Alita, tante.. tunggu sebentar yah" ucap Angela dan mengambil ponselnya kemudian meletakkan ponselnya di telinga


"Hello, sweety ada apa engkau menelfon ku?"


"Dimana engkau Frananda?"


"Aku lagi di jalan sweety menuju butikmu.. ada apa kau menelfonku?"


"Cepatlah kemari.. disini ada mamanya Alandra dan Alexa...mereka ingin menanyakan berita terkait Max dan Alandra"


"Oh astaga.. benarkah.. baiklah aku akan mempercepat lajuku.. tunggu saja aku sweety"


"See u Frananda" ucap Angela dan mematikan ponselnya.


"Ah maaf tadi saya menerima telepon" ucap Angela dengan sopan.


"Santai saja Angela... Aku tidak buru buru kok" Ucap Alita yang dibalas senyuman Angela


"Oh iya Angela, apakah berita yang diluar itu benar? Bahwasannya Max dan Alandra saat ini sedang sangat dekat?" Tanya Alita membuat Angela menggangguk semangat


"Sebenarnya Mereka sering mengelak.. namun yang kulihat bahwa Max sangat perhatian dengan Alandra"


"Wow, astaga.. benarkah kak Angela?"


"Heum, Rain.. anakku yang melihatnya.. Rain pernah ke rumah Alandra dengan Max.. dan Max membeli banyak berbagai eskrim rasa coklat dengan merek yang berbeda... Dan ternyata itu untuk Alandra" ucap Angela membuat Alita membulat kan matanya tidak percaya


"Apa Max sedang membujuk Alandra? Gadis itu selalu bisa dibujuk dengan eskrim dari dulu.. apa Max sedang membujuk nya?"


"Ntahlah, mungkin saja... Tapi Rain diajak Max untuk membeli eskrim coklat sebelum ke rumah Alandra" ucap Angela dengan bersemangat


"Sudah kuduga pasti mereka sedang berhubungan" gumam Alita membuat Angela terkekeh pelan


Tok..


Tok...


"Maaf nyonya saya mengganggu, nyonya Frananda sedang ada di luar nyonya"


"Katakan pada Frananda untuk masuk saja" ucap Angela yang dibalas anggukan pelayan toko.


Frananda berjalan dengan pelan, sembari membawa sekotak cake di tangan kanannya.


"Halo semuanya..." Ucap Frananda dengan ramah membuat Alita menatap terkejut Frananda


"Apakah kau Frananda?" Tanya Alita membuat Frananda mengangguk dengan heran


"Astaga Frananda.. apa kau tidak kenal aku?"


"Aku Alita, Alita Wijaya" ucap Alita membuat Frananda berusaha mengingat memorinya dan tiba tiba terkejut.


"Oh astaga... alita...... Alita yang merupakan teman kecilku yang waktu itu?" Tanya Frananda


"Tentu saja.. ingatanmu benar benar melemah Frananda" ucap Alita membuat Frananda terkekeh kuat


Angela dan Alexa menatap heran.. ada apa sebenarnya ini? Mengapa mereka berdua saling kenal


"Apa kau mengenal tante Alita Frananda?" Tanya Angela dengan heran


"Tentu saja, waktu kecil.. aku memiliki tetangga mereka merupakan kakek dan nenek.. nah suatu hari cucunya datang untuk liburan yaitu Alita.. nah aku dan dia berteman.. hingga dimana liburan Alita selesai dan kami lost contact..iyakan Alita


"Heum, benar benar menyedihkan" ucap alita dengan lebay


"Makan kue nya Alexa" tawar Frananda


"Iya tante" ucap Alexa dengan malu


"Oh iya, aku tidak menyangka ternyata anakmu bekerja dengan anakku.. dan mereka dekat saat ini" ucap Frananda membuat Alita terkekeh


"Aku juga tidak menyangka.. tetapi apakah itu masih isu isu? Aku belum mendengar kepastian hubungan mereka" ucap Alita membuat Frananda berdehem pelan


"Sebenarnya itu masih isu sih.. tapi kau tau bukan.. foto tidak bisa membohongi kita" ucap Frananda sembari memberikan beberapa foto Alandra dan Max


"Oh astagaa...." Ucap Alita sembari menatap foto ketika Max dan Alandra sedang makan


"Aku yakin Max sudah jatuh cinta pada anakmu" ucap Frananda


"Aku juga, aku yakin Alandra juga sudah jatuh cinta pada Max tapi gadis itu sangat keras kepala sekali" ucap Alita yang mengingat bagaimana putri semata wayangnya itu


"Bagaimana kalau kita jodohin mereka saja, lagian usia Max sudah 30 tahun" ucap Frananda


"Usia Alandra juga sudah 28 tahun dan dia tetap belum memiliki pacar" ucap Alita dengan bingung


"Oh tidak tidak" tolak Angela tiba tiba membuat Frananda dan Alita menatap bingung Angela


"Dengar, mereka sangat keras kepala.. untuk menjodohkan mereka sudah pasti merek tidak akan mau... Bagaimana kalau......" Bisik Angela membuat mereka tertawa dan mengangguk setuju


*


*


Haloo.. kembali lagi dengan author... Jangan lupa like, komen dan vote