
1 jam yang lalu
Kediaman Alward dan Charlotte
Charlotte menuruni tangga rumahnya, disana dapat ia lihat kedua mertuanya sedang menunggu dirinya dan suaminya.
"Mami" ucap Charlotte membuat Flo menoleh ke arah menantunya dan tersenyum
"Oh my darling sweety" ucap Flo dengan senang dan langsung memeluk menantunya itu.
"Cihh, anak nya sendiri gak dipeluk" gumam Alward membuat Flo menatap sekilas putranya dan langsung merangkul menantunya itu.
"mama bawakkan apa yang kamu mau" bisik Flo membuat Charlotte terkejut dan tersenyum senang.
"really ma?" tanya Charlotte dengan tidak percaya
"yah tentu saja... ayo kita di gazebo saja bincangnya... biar gak ada penguping" ucap Flo dengan keras yang menyindir Alward membuat Alward membulatkan matanya tidak percaya dan hendak ikut namun langsung ditarik oleh Morgan.
"ayo ikut papa" ucap Morgan membuat Alward mau tidak mau langsung mengikuti ayahnya itu.
*
"jadi untuk apa kamu membuntuti Alandra in?" tanya Flo dengan heran sembari memberikan beberapa lembar foto yang berisi kebersamaan Alandra dan Max
"tentu saja untuk gosip mami" ucap Charlotte sembari memotret satu satu foto tersebut
"hah?"
"jadi gini mami, saudara kembarnya Alan ini lagi dekat sama Max.... nah ini merupakan berita terhangat yang ingin Charlotte sampaikan pada mamanya Alan... kalau hanya omongan, pasti kagak percaya.. maka dari itu Charlotte minta bantuan mami.. gitu mami" ucap Charlotte panjang lebar yang dibalas anggukan Flo.
"mami mau Charlotte masukkan ke grup?" tanya Charlotte dengan serius
"grup? grup apa?" tanya Flo dengan heran
Charlotte menoleh ke kanan dan kiri sebentar untuk melihat keberadaan Alward dan setelah ia melihat keadaan begitu aman ia lalu tersenyum senang. "sini deh ma, biar Charlotte bisikkin" ucap Charlotte membuat Flo mendekati menantunya itu.
"grup ghibah ... ini merupakan grup keramat ma.. mami mau Charlotte masukkan?"
"benarkah? astaga mama mau masuk Char..."
"masuk apa?" tanya Alward tiba tiba bersamaan dengan Morgan
"gak ada apa-apa kok... iyakan ma?" tanya Charlotte yang langsung dibalas anggukan Flo
"itu apa?" tanya Alward dengan heran saat melihat beberapa foto yang berserakan
"ah ini bukan apa apa.. hanya beberapa foto tas mami.. iyakan Char?"
"iya... biasalah.. Char lagi ngidam mau lihat foto koleksi tas mami... hehehe..."
Alward menatap curiga istri dan mamanya itu.. apa benar itu hanyalah foto berisi tas koleksi mamanya? ata ada sesuatu yang disembunyikan?
"boleh Al lihat?"
"sudahlah Al, papa sendiri yang melihat mama mu itu memfoto tasnya... untuk apa kamu curiga lagi... lagian ini urusan perempuan... apa kamu perempuan?" tanya Morgan membuat Alward menghela nafasnya
"enggak pa enggak" ucap Alward dengan lemah.
*
*
*
Scoat Group
"Alandraaa" teriak seseorang membuat Alandra dan Max menoleh ke arah lift
"Hei itu mamaku" ucap Max membuat Alandra menoleh ke arah Max dengan datar
"ngapain mama kesini?" tanya Max saat melihat Frananda
"kamu ini bukannya senang mamanya datang , malah marah.. " ucap Frananda membuat Max mendengus kesal
"Oma" teriak Rain dan langsung memeluk Frananda
"OMG cucu ku" ucap Frananda dengan senang dan memberikan sebuah paper bag yang berisi mainan
"OMG ini kan barbie limited edition yang Rain mau.. oma beliin ini untuk Rain?" Tanya Rain dengan mata berkaca kaca yang dibalas anggukan Frananda
"Ini sebagai hadiah kamu karena nyatuin uncle sama onty Andra" bisik Frananda membuat Rain tersenyum senang dan langsung membawa paper bag tersebut dengan sumringah
"Apa yang mama rencanakan? Sampai ngasih Rain hadiah?"
"Rencana? Rencana apa.. orang gak ada ngapa ngapain kok" ucap Frananda membuat Max menatap datar mamanya
"Alandra ayo ke salon"
"Gak boleh, dia disini bekerja sama Max .. mau ngapain mama ajak dia ke salon?"
"Ma, Andra kerja dulu.. gimana kalau kita ke salonnya nanti pas weekend aja? Disitu kita bisa puas belanja bersama juga" ucap Alandra membuat Frananda mengerucutkan bibirnya dengan sedih
"Ma jangan mulai drama deh" ucap Max dengan kesal
"Yah padahal mama pengen main sama kamu mau sekalian belajar bahasa Indonesia kek ada seseorang yang belajar bahasa Indonesia diam diam" ucap Frananda membuat Max membulatkan matanya.
Apa Alward mengatakan pada mamanya ini bahwa ia sedang belajar bahasa Indonesia pada pria itu?
"Siapa yang belajar bahasa indonesia diam diam ma?" Tanya Alandra yang tidak mengerti ucapan Frananda
"Ehem... Andra hari ini kamu saya berisi izin... Hanya hari ini.. kamu temani mama saya pergi saja.. karena kebetulan jadwal hari ini tidak terlalu padat.. kamu boleh cuti" ucap Max membuat Frananda tersenyum puas
"Hah? Tapi tadi kau bilang gak boleh? Gimana sih? Dasar pria labil"
"Hanya hari ini saja kau kuberi cuti.. cepatlah pergi.. sebelum aku berubah pikiran"
"Ah ayo Andra... Rainn sayangg rain"
"Iya oma"
"Ambil tasmu sayang.. kita mau pergi" ucap Frananda membuat Rain kesenangan dan langsung mengambil tasnya dengan secepat kilat.
"Ayo oma"
"Ah ayo sayang.. ayo Andra" ucap Frananda
"Ah, Andra matikan komputer nya dulu ma"
"Gak usah, Max saja yang matikannya.. ayo kita pergi" ucap Frananda dan langsung menarik tangan Alandra dan Rain
Max menatap tidak percaya mamanya, bagaimana mamanya itu mengetahui semuanya? Astaga bisa gila dirinya jika semua yang dia lakukan di pantau oleh mamanya itu
"Jangan lupa matikan komputer nya" teriak Andra sebelum pintu lift tertutup
"Astaga yang menjadi bos disini siapa? Aku atau dia?"gumam Max dengan kesal dan memutuskan untuk mematikan komputer Alandra terlebih dahulu.
*
*
Jangan lupa like, komen dan vote