
Alandra membaringkan tubuhnya diatas ranjang kesayangnya, ia menatap langit langit kamarnya sembari memegang dadanya.
"Aku ini kenapa? Gak mungkin aku suka Max.. iya kali aku suka sama dia.. bule bule prik gitu.." ucap Alandra yang langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Drt..drt..
2 notifikasi chat
From : Bos Gila Kerja
Besok saya akan menjemputmu, selamat malam.. dan cepatlah tidur...
From : kak Riki
Besok, aku antar kamu yah... Sekalian nebus yang kemarin.. yang aku tidak bisa menjemput mu
Alandra menatap kedua pesan yang dikirimkan oleh Max dan Riki. Iya benar benar tidak mengerti ada apa dengan kedua orang ini?
"Oh astaga... Sudahlah lupakan saja" ucap Alandra dan langsung meletakkan ponselnya diatas nakas tanpa menjawab salah satu chatting tersebut.
Dilain sisi,
Max menatap pesan yang dibaca Alandra. Bagaimana bisa dirinya mengirimkan pesan yang benar benar menggelikan ini pada Alandra? Ada apa sebenarnya dengan dirinya?
"Oh astaga... Kenapa aku jadi seperti ini?" Gumam Max sembari menarik rambutnya dengan kesal
Drt ...drt..
"Halo"
"Kami sudah menyelesaikan semua nya tuan, besok pagi berita ini akan menjadi berita terhangat sesuai dengan prediksi anda"
Max menarik sudut bibirnya keatas, dan tersenyum senang
"Ingat perintah saya, jangan sampai pihak Wijaya, Scoat, dan Angkasa menutup berita ini"
"Baik tuan"
*
*
Pagi hari
Tok..
Tok...
"Iya sebentar" teriak Alandra saat dirinya sedang memasak nasi goreng
Alandra mematikan kompornya dan berjalan ke arah pintu sembari mendumel kesal.
Ini masih pagi, dan orang gila mana yang mendatangi dirinya sangat pagi seperti ini?
Cklek..
"Max?" Tanya Alandra terkejut
Max menampilkan senyuman, sembari menampilkan kopi yang ada ditangannya
"Lah .. ini masih pagi tuan Max.. kenapa anda datang sangat sangat pagi sekali?" Tanya Alandra dengan heran
"Wahh harum makanan.. apa kamu memasak sesuatu?" Tanya Max yang langsung masuk ke dalam apartemen Alandra dengan paksa membuat gadis itu menghela nafasnya dengan kesal
"Ini apa?" Tanya Max saat melihat nasi goreng yang ada di wajan
"Nasi goreng, Kau udah sarapan?"
"Belum" ucap Max dengan cepat
"Okay, sekarang tuan Max yang terhormat.. anda duduk di meja makan dulu yahh..." Ucap Alandra membuat Max mengangguk dan langsung di meja makan
"Oh iya saya juga bawa caramell-latte untuk kamu"
"Iya tarok aja disitu" ucap Alandra sembari meletakkan nasi goreng dan telur mata sapi di piring Max dan dirinya
"Oke silahkan dimakan" ucap Alandra setelah meletakkan piring nya dan piring Max
Max mengambil sesendok nasi goreng tersebut dan memasukkan ke dalam mulutnya
"Gimana enak?" Tanya Alandra
Max menatap wajah Alandra, dan nasi goreng yang baru saja ia makan.
"Ini buatan siapa?" Tanya Max dengan heran
"Yah Chef andra lah.. gimana enakan?"
"Tidak, rasanya biasa aja" ucap Max namun tetap melanjutkan kegiatan makannya
Alandra menatap kesal pria di depannya ini, jika tidak suka kenapa tetap dimakan coba? Dasar bule prik dan gak punya hati
"Besok buatkan sarapan untukku seperti ini lagi"
"Hah?"
"Apa kau tidak siap siap? Sudah jam berapa ini?" Ucap Max membuat Alandra menghela nafasnya
"Iya bos bentar, setelah saya membersihkan ini maka saya akan siap siap ganti baju" ucap Alandra dengan menampilkan senyum paksanya
"Dasar bule prik.. bilangnya gak enak.. eh malah mintak dibuatin gini lagi besok" gumam Alandra sembari mencuci piring dirinya dan Max
"Eh tunggu dulu, bukannya ini bisa jadi cuan? Oh astaga... Kenapa tidak kepikiran seperti ini saja dulu? Astaga.. cuan aku datang" ucap Alandra dengan senang
Max menatap Alandra yang sedang mencuci piring dengan wajah senang, ia menatap heran gadis itu.. apa gadis itu memiliki kepribadian ganda? Sebentar marah sebentar senang.. benar benar sangat aneh.
Drt...drt..
Kak riki is calling....
Max menatap ponsel Alandra yang bergetar diatas meja, tiba tiba ekspresi wajahnya langsung kesal.. untuk apa pria ini menelpon Alandra pagi pagi seperti ini? Apa dia tidak punya kegiatan lain?
Max menatap ke arah Alandra, dapat dilihat bahwa gadis itu masih berkutik dengan kegiatan mencuci piringnya
Dengan perlahan, Max mengambil ponsel Alandra dan menekan tombol hijau di ponsel itu
"Halo Andra kamu sudah lihat berita? Apa itu benar? Andra jika itu tidak benar maka aku akan-"
"Berhenti mengganggu pacar saya tuan Riki.. " ucap Max dengan menekan setiap kalimat yang dia ucapkan dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.
Riki yang berada di seberang telepon menatap tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.. Max, pria itu.. benarkah dia pacar Alandra?
*
*