Remember

Remember
Calon Suami



Alandra membuka matanya dengan pelan, hal yang pertama ia temui adalah Max.. yeah, Max bos gila nya itu


"Max?" Gumamnya seraya ingin duduk namun ia meringis akan sakit di perutnya


Max yang sedang tertidur langsung terbangun karena mendengar ringisan Alandra.. dengan cepat ia langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah Alandra


"Ada apa? Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Max membuat Alandra menggelengkan kepalanya dengan pelan dan tersenyum tipis


"Lantas kenapa kau mau duduk?" Tanya Max dengan kesal


Alandra hanya memutar bola matanya dengan malas, rasanya ia benar benar malas mendengar ocehan ocehan gila bosnya ini


"Kenapa kau disini?" Tanya Alandra to the point membuat Max menatapnya dengan jengkel


Bayangkan saja, dirinya sangat khawatir akan gadis ini tapi apa yang dia dapatkan.. gadis itu malah menanyakannya untuk apa keberdayaan nya disini?


"Tentu saja aku menjagamu" ucap Max dengan kesal membuat Alandra terkejut


Max yang menatap wajah terkejut Alandra dengan cepat berdehem pelan dan merapikan dasinya.


"Kau kan sekertaris ku, pegawaiku tentu saja aku yang sebagai bos harus menjaga karyawannya" ucap Max dengan salah tingkah membuat Alandra tanpa sadar tersenyum kecil


"Ehem...kau mau minum?" Tanya Max membuat Alandra mengangguk pelan sembari menahan senyum nya


Max berjalan ke arah nakas dan menuangkan air minum ke dalam gelas.. sesekali ia melirik ke arah belakang dimana Alandra berada


"Apa aku sudah boleh pulang?" Tanya Alandra tiba tiba membuat Max menghentikan kegiatannya dan membalikkan tubuhnya


"Tidak" ucap Max dengan datar membuat Alandra menekuk bibirnya dengan kesal


"Kau akan diopname selama 3 hari setelah itu kau boleh pulang" ucap Max dengan datar


"Kalau aku disini siapa yang akan membantu mu? Dan juga kau tau aku orangnya gampang bosanan.. apa kau mau aku mati kebosanan disini?"


"Itu tidak perlu kau pikirkan.. sekarang beristirahat lah dulu.. dan untuk mengatasi kebosananmu.. kan ada aku" ucap Max membuat Alandra yang sedang minum langsung tersedak


Dengan sigap Max langsung menepuk punggung Alandra.. dapat ia lihat wajah gadis itu terlihat memerah membuat nya tanpa sadar tersenyum


"APA KAU GILA? AKU HAMPIR SAJA MATI" ucap Alandra dengan kesal


"Memangnya aku salah apa? Kan aku mengatakan yang sejujurnya.. apa jangan jangan kau memiliki perasaan padaku.. makanya kau terkejut" ucap Max dengan wajah sombongnya membuat Alandra tidak habis pikir dengan ucapan pria di depannya ini


"Kau-"


Cklek


"Alandraa kamu sudah siuman nak" teriak Alita dengan senang dan berlari ke arah putri kesayangannya


"Mama? Alexa?" Ucap Alandra terkejut


"Kok mama bisa disini?" Tanya Alandra dengan terkejut dan langsung menatap wajah Max membuat pria itu memberikan kode bahwa ia tidak mengetahui apa apa


"Kamu gak papa kan sayang? Mama khawatir sekali padamu"


"Kalian kenapa bisa ada disini?" Tanya Alandra yang tidak menggubris ucapan kekhawatiran mamanya


"Kamu ini yah orang tua khawatir malah gak digubris.. tokek papamu saja menggubris ucapan mama malah kamu kagak" ucap Alita sembari memukul tangan Alandra membuat gadis itu mengaduh kesakitan


"Siapa yang melakukan padamu ini? Apa kau tau?" Tanya Alita membuat Alandra terdiam


Ia melirik ke arah Max, dapat ia lihat pria itu ingin sekali mendengar jawaban dari pertanyaan ini. Namun jika ia menjawabnya.. sudah pasti hubungan Max dan Steven yang merupakan sahabat nya akan hancur karena hal ini.. iya tidak ingin semua itu terjadi..


"Aku tidak tau ma.. ah lagipula Alandra selamatkan.. gak usah dipikirin kali ma... Oh iya mama itu bawa apa? Alandra mau dong" ucap Alandra dengan manja membuat Alita menghela nafasnya dengan pelan


"Baik lah kamu mau apa?"


"Itu" ucap Alandra sembari menunjuk buah apel membuat Alita mengangguk


"Biar saya saja yang mengupas nya" ucap Max dengan sopan dan langsung mengambil buah yang ada di atas meja


"Dia cocok jadi calon suami yah" bisik Alita membuat Alandra mengangguk tanpa sadar.. namun beberapa detik ia tersadar dan langsung menggeleng dengan kuat membuat Alita tersenyum melihat wajah anaknya yang memerah


"Apasih mama" ucap Alandra dengan kesal


"Yah apa.. kan mama tidak bilang apa apa" goda Alita membuat Alandra menatap kesal mamanya namun ntah mengapa di hatinya, ia merasakan debaran jantung yang begitu kuat.


*


*


Dilain sisi,


"Dimana adikmu?" Tanya Alan dengan rahang yang mengeras membuat Steven menahan salivanya dengan gugup


"A-aku tidak tau" ucap Steven dengan takut


"KATAKAN YANG JUJUR STEVEN" ucap Alan dengan dingin


"a-aku benar benar tidak tau.. kemarin dia kabur dan tidak kembali.. a-aku benar benar tidak tau tuan Alan" ucap Steven dengan takut.. namun di dalam hatinya ia benar benar mengutuk Airin.. gadis ****** itu.


Ia bersumpah akan membunuh Airin dengan tangannya sendiri saat ini


"Apa kau tau yang telah dilakukan adikmu?" Tanya Ivan dengan dingin membuat Steven menggeleng takut


"Dia mencoba membunuh putriku" ucap Ivan dengan suara pelan namun terdengar menyeramkan


"Temukan Airin.. kau kuberi waktu sampai jam 10 malam.. ingat itu" ucap Alan sembari menepuk pundak Steven dan tersenyum devil


"Ayo pa kita pergi" ucap Alan sembari keluar bersama Ivan


"AIRIN.. DASAR ****** KAUUU" teriak Steven dengan suara lantang dan menghancurkan barang barang yang ada di mejanya


"Akan kubunuh kau dengan tanganku sendiri Airin"


*


*


Haloo.. tetap like, komen dan voteee yahhh.. btw author sik sibuk ujian jadi update nya gak tetap hehe...