Remember

Remember
Kabur dari Rumah sakit



Malam hari,


Alandra menatap ruangannya dengan tatapan bosan, yang iya lakuin saat ini adalah mendengar suara ketikan dari keyboard Max


"Kenapa kau tidak pergi juga?" Tanya Alandra membuat Max berhenti dari kegiatan nya


"Apa kau tak ingat apa kata Alan? Aku harus menjagamu" ucap Max membuat Alandra mengerucutkan bibirnya dengan kesal


Ini semua karena Alan, andai saja kembarannya itu diam diam saja sudah pasti ia bisa bebas kabur dari rumah sakit dan memakan makanan mini market


*Flashback on*


"Baiklah ayo kita pulang" ucap Alita membuat semua menatap aneh


"Tumben bener dah si mama ini, biasa juga paling demen nginap" gumam Raka yang tidak habis pikir dengan mamanya itu


"Ma.. kalau kita pulang siapa yang jaga Andra?" Tanya Ivan membuat Alita berpikir sejenak


"Tentu saja ada dokter dan suster.. lagian Alandra bukan anak kecil lagi"  ucap Alita dengan santai


"Gak gakk.. Alan pokok nya mau disini"


"Astagaa" ucap Alita dan langsung menarik tangan putranya itu ke sudut ruangan


"Kamu pikir mama mau ninggalin Alandra apa? Yah enggaklah lan.. tapi mama mau nangkap itu nenek sihir .. mama yakin dia pelakunya.. udahlah lagian Alandra juga ada penjaga di luar lagian Max juga bisa jagain Andra" ucap Alita membuat Alan membulatkan matanya


"Gak gak.. enak aja cecunguk itu yang jagain.. gak boleh" tolak Alan dengan keras


"Yakin gak boleh? Kalau gak boleh mama bakalan bawa kabur istrimu selama seminggu dan kamu gak bisa tahu dimana istrimu ini meskipun pakek orang banyak untuk cari istrimu" ancam Alita membuat Alan menghela nafas dengan gusar.


"Gimana?" Tanya Alita membuat Alan menghela nafasnya dengan gusar


"Ikutin aja lah Lan, mamamu ini kalau dah sembunyi dah cem agen mata mata.. gak nampak.. syukur aja Allah mempertemukan kembali mama mu sama papa kalau gak.. yah gagal punya adik dong kalian" celutuk Ivan


"Baik lah, tapi Raka juga temani Max jagain Alandra" ucap Alan dengan pasrah


"Oh tidak bisa... Justru Raka yang kita butuhkan.. udahlah percaya aja.. Max itu baik, gak mungkin Alandra diapainnya.. yah palingan besok kamu langsung jadi uncle sih" ucap Alita membuat Ivan hanya bisa bersabar menghadapinya istri nya yang ceplas ceplos ini


"Tapi ma-"


"Oke deal" ucap Alita dan kembali mendekat ke arah Alandra


"Mama bisik bisik apa?"


"Ih kepo dehhh" ucap Alita membuat Alandra menghela nafasnya dengan kesal


"Udahlah.. kalau gitu kami mau pulang dulu, Max tolong jagain Andra yah.. tante percaya sama kamu kok" ucap Alita membuat Alandra menatap tidak percaya mamanya


Apakah sekarang ia adalah anak pungut? Mengapa mamanya meninggalkan dirinya sama orang lain?


"Ma"


"Oke sayang mama, kamu cepat sembuh yah.. mama mau pulang.. jangan nakal nakal sama Max" ucap Alita dan langsung memeluk Alandra membuat gadis itu terkejut


"Jangan lo apain kembaran gue" ancam Alan yang dibalas putaran mata malas Alan


"Udh ayok.. byeee.. sayangg.. Max tante titip Alandra yahh" teriak Alita sembari menarik Alan


*Flashback off*


"Ingat?" Tanya Max membuat Alandra menghela nafasnya dengan kesal


"Oh iya bos, mau gak temani makan di luar? Lapar nih" ucap Alandra namun ditolak Max membuat Alandra menatap kesal Max


"Ya udah kalau gak mau, biar aku sendiri aja" ancam Alandra namun dengan cepat dicegat Max


"Kamu gak lihat kamu masih sakit?"


"Aku gak sakit, aku cuman ditusuk pisau doang... Lagian aku ini lagi lapar Max" ucap Alandra dengan kesal


Max menghela nafasnya dengan kesal, bagaimana cara ia melarang gadis di depannya ini?


"Ayo makannn, kita diam diam aja" bujuk Alandra


Krukkkk


"Kan, dah demo kan" ucap Alandra dengan wajah memerah malu


Max menghela nafasnya sebentar, sejujurnya ia juga sangat lapar.. apa iya menyetujui permintaan gadis ini saja?


"Ayolahh... Kita makan mie instan aja di minimarket dekat sini" bujuk Alandra


"Yahh"


"Mau atau tidak sama sekali?"


"Eh iya iya mau.. tapi dia harus jauh dari kita.. aku gak mau dianggap lebay" ucap Alandra membuat Max mengangguk pelan


"Yeayyy makannn mieee" ucap Alandra dengan girang.


Max mengambil jas yang ada di sofa dan memakai kannya kepada Alandra


"Biar gak ada orang yang tau" ucap Max sembari memakaikan Alandra jas nya membuat Alandra tersenyum senang


"Ayo" ucap Max yang langsung menarik tangan Alandra membuat jantung gadis itu berdetak kencang


"Ya Allah jantung Andra ya Allah"


*


*


Minimarket


"Doyan atau lapar mas?" Tanya Alandra dengan tertawa kecil saat melihat Max yang sedang makan mie dengan lahap


"Bisa gak kamu gunakan bahasa Inggris saja? Saya gak ngerti bahasa kamu" ucap Max dengan kesal membuat Alandra tertawa keras


"Makanya belajar bahasa Indonesia" ucap Alandra dengan kekehan kecil


"Saya tau bahasa Indonesia kok"


"Lah buktinya itu tadi? Bohong aja nih bule" ucap Alandra sembari kembali memakan mie nya


"Saya cinta sama kamu" ucap Max tiba tiba membuat Alandra langsung tersedak. Dengan cepat Alandra langsung mengambil minumannya dan meminumnya dengan cepat


"Saya bisa bahasa Indonesia kan" ucap Max dengan bangga membuat Alandra menatap tidak percaya bosnya.


"Siapa yang mengajarimu itu?" Tanya Alandra dengan tatapan heran


"Kau tidak perlu tau siapa yang mengajarkan aku.. yang penting aku pandai bahasa Indonesia"


"Apa kau tau artinya?"


"Tentu saja artinya aku tampan" ucap Max membuat Alandra tertawa dengan keras


"Kau kenapa? Apa yang lucu?"tanya Max dengan heran namun Alandra tetap saja tertawa keras


"Hei, katakan" ucap Max


"Hahaha... Bule yang dibodoh bodohi" ucap Alandra


"Hei katakan sebenarnya ada apa? Apa artinya salah?" Tanya Max dengan polos


"Eh.. ehmm.. kau tau artinya adalah" ucap Alandra menggantung


"Cepatlah katakan jangan membuatku  bingung" ucap Max dengan kesal


"Baiklah, sini biar aku bisikkan" ucap Alandra membuat Max mendekatkan telinga nya pada bibir Alandra


"Artinya, kau menyatakan cinta padaku" bisik Alandra dengan pelan membuat wajah Max langsung memerah padam


"Lihatt wajahmu memerah" goda Alandra


"Diam Alandra" ucap Max membuat Alandra semakin menggoda Max


Pasalnya, ntah mengapa ia menyukai wajah memerah pria ini.. ntahlah seperti ada rasa senang tersendiri melihat pria itu malu


"Sudahlah jangan malu kalau kau suka samaku katakan saja" goda Alandra sekali lagi


"Cukup Alandra" ucap Max yang langsung memegang pundak Alandra membuat gadis itu terdiam


"Sebenarnya saya suka-"


*


*


Gaess jangan lupa like, komen dan vote dan mampir di cerita aku my first love tencuu