
Love's beautique
Alandra memasuki butik Angela dengan tatapan berbinar, rasanya ia ingin sekali memborong baju-baju ini. Namun apalah daya dirinya yang harus berhemat demi kelangsungan hidupnya akibat papa tercintanya itu yang memutuskan untuk tidak mengiriminnya uang jajan akibat dirinya yang memutuskan untuk bekerja di perusahan lain.
"keluarkan semua gaun yang baru-baru ini" ucap Angela pada karyawannya.
"baik nona"
Alandra benar benar menikmati pandangannya saat ini, bahkan ia melupakan bahwa ia saat ini sedang marah dengan Max.
"pilihlah Andra" ucap Angela sembari menunjukkan beberapa gaun yang baru-baru ini dirinya rancang.
"apakah ini gaun yang dilapisi berlian yang di desain dengan begitu simple namun terlihat sangat mewah yang belum kau publish sama sekali itu?" Tanya Alandra sembari menatap gaun yang ada di depan matanya ini.
Angela terkekeh kecil. "mengapa kau sangat tau semuanya Andra?"
"aku adalah penggemar karya-karyamu... bahkan aku menunggu beberapa karyamu yang belum kau publish sama sekali... dan saat ini aku melihat hasil karyamu di depan mataku sendiri.. oh my god, rasanya seperti mimpi" gumam Alandra dengan takjub.
"apa kau mau gaun itu Andra?" Tanya Angela membuat Alandra langsung menoleh kearah Angela.
"ah, tidak... aku sudah berjanji pada diriku untuk berhemat" ucap Alandra yang langsung menyadarkan dirinya.
Angela terkekeh pelan, ia benar-benar tau bahwa Alandra menyukai gaun ini. Bisa ia lihat bagaimana pancaran sorot mata gadis itu.
"ini gratis Alandra" ucap Angela membuat Alandra membulatkan matanya dengan terkejut.
"ah Angela kau tidak perlu menggodaku seperti itu-"
"aku tidak menggodamu, lagi pula pihak perusahaan memberikan servis kepada setiap pegawainya. Jadi jika ada pertemuan penting maka pihak perusahaan memberikan gaun yang diingankan pegawainya" ucap Angela membuat Alandra menatap bodoh Angela.
"kau tidak bercanda? Apakah kulkas itu yang memberikan kebijakan seperti itu?" Tanya Alandra yang tidak percaya akan pendengarannya.
"kulkas? Siapa kulkas?" Tanya Angela dengan heran.
"ah, itu-itu" gumam Alandra dengan kikuk saat dirinya tanpa sadar mengejek Max
"apakah Max?" Tanya Angela membuat Alandra mengangguk malu.
"tidak usah malu Alandra, aku juga menganggap dirinya seperti itu. manusia es" ucap Angela dengan terkekeh pelan.
"oke bungkus ini, dan lagi kau ingin yang mana Andra?" tanya Angela
"ini saja Angela, lagipula aku tidak enak hati menggunakan uang kantor untuk baju ini" ucap Alandra membuat Angela tersenyum tipis.
Seandainya Frananda mengetahui bahwa Alandra merupakan gadis yang baik, sudah ia yakinin frananda akan menjodohkan sepupunya itu dengan Alandra.
"oh iya pilih tas dan sepatu yang kau suka.. Dan jangan menolak" ucap Angela yang dibalas anggukan kecil Alandra.
*
*
Scott Group
Max menatap pekerjaannya dengan tatapan gusar, ntah mengapa ia merasa ingin melihat gadis itu.
"tenang Max, mengapa kau terus memikirkan gadis itu... apa kau sudah gila?" gumamnya frustasi sembari mengacak rambutnya.
tok...
tok...
"masuk" ucap Max dengan datar sembari menatap layar komputernya dengan tatapan datar.
"halo teman" ucap Alward dengan gaya sksd nya membuat Max menatap datar pria ini.
"mau apa kau kesini?" tanya Max dengan datar dan masih berusaha fokus dengan kerjaannya.
"Dimana Alandra? kata Alan, Alandra bekerja disini... makanya aku kesini karena disuruh Alan" ucap Alward dengan tatapan wajah tanpa dosa.
"disuruh Alan?" tanya Max yang terkejut akan ucapan Alward.
Alward yang merasa dirinya keceplosan dengan sigap langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. "mampus aku.. Alward...Alward mengapa kau bisa menjadi bodoh seperti ini?" batin Alward yang mengutuk bibirnya ini.
Max mendecak kesal, untuk apa musuhnya itu menyuruh cecunguk satu ini untuk menjadi mata-mata? apakah Alan kekurangan mata-mata hingga harus menyuruh orang bodoh ini menjadi mata-matanya?
"tolong panggilkan security dan bawa seorang pria yang ada di ruangan saya ini keluar" ucap Max yang menekan tombol telepon membuat Alward membulatkan matanya.
"eii..oii... wah si kampret.. mentang-mentang gak sama Alexa jadi gini wah" batin Alward yang tidak percaya dengan pendengarannya saat ini.
"tunggu apa lagi? tunggu diseret?" tanya Max dengan pedas yang masih menatap laptopnya dan mengetik sesuatu.
"wah gila wah.. gak ingat dia kalau pernah mabok amer bareng" ucap Alward sembari menunjuk Max dengan menggunakan bahasa Indonesianya.
Max menghentikan ketikannya dan disaat itu pula, Security memasuki ruangannya.
"wah parah lo bro wahh" ucap Alward saat dirinya yang hendak ditarik security namun dengan gesit langsung mengelak.
"berhenti" ucap Max membuat security yang ada di ruangannya berhenti, begitupula dengan Alward yang memberhentikan ucapannya.
"Apa kau bisa menggunakan bahasa Indonesia?" tanya Max membuat Alward tertawa kecil
"yah tentu saja, ibu ku orang Indonesia.. tentu saja aku bisa dan fasih menggunakan bahasa Indonesia" ucap Alward
"kalian boleh keluar" ucap Max pada kedua security yang ada di ruangannya dan dengan sopan kedua security tersebut memberi hormat sebelum keluar dari ruangannya.
"Ajarin aku berbahasa Indonesia" ucap Max tiba tiba membuat Alward menatap terkejut Max
"wah gak bisa... bayar lah kalau mau... hari gini gak ada yang gratisan brother" ucap Alward dengan songongnya membuat Max memutar bola matanya dan menghela nafasnya.
"mau gk? yah kalau gk mau ya udh.. gue pergi yakk" ancam Alward
"oke.. 250 £" ucap Max membuat Alward membulatkan matanya.
"gilee... gile.. gak sia sia juga gue ikutin kata Alan... sumber cuan rupanya disini.. lumayan beli ps 5" batin Alward dengan senang saat mendengar Max yang menyebutkan akan memberinya uang.
"oke deal... panggil gue sensei mulai hari ini" ucap Alward dengan sombong.
"mendingan gak usah jadi" ucap Max dengan kesal membuat Alward memelototkan matanya.
"eh panggil biasa aja juga gak papa .. ayo kita belajar bahasa Indonesia" ucap Alward dengan cengengesan.
*
*
*
hello balik lagi... btw jangan lupa like, komen dan vote... author lagi sibuk ujian gaes... jadi jarang update dulu yakk... see u soon