
Plak...
"Gatcha" ucap Alandra dengan senang yang langsung menepuk pipi Max membuat pria itu mengadu kesakitan.
"Nyamuk heheh" ucap Alandra sembari memberikan telapak tangannya yang berisi seekor nyamuk yang baru saja ia pukul di pipi Max
"Apa kau harus memukul ku demi seekor nyamuk?" Tanya Max dengan kesal dan langsung mengelus pipinya.
Max benar benar tidak mengerti dengan gadis di depannya ini, kalau saja gadis ini menamparnya karena ketidaksopanannya itu sangat wajar, akan tetapi gadis ini menamparnya hanya demi seekor nyamuk?
"Masih syukur kutangkap kalau tidak bisa bisa kau kenak dbd" gumam Alandra dengan kesal dan kembali melanjutkan makannya.
"Apa kau sedang memaki ku?" Tanya Max saat melihat Alandra yang sedang berkomat kamit bak layaknya mbah dukun.
"Iya aku sedang memaki mu, kenapa?" Ucap Alandra dengan mulut penuh dan tampang kesal.
"Terserah kau saja" ucap Max dengan malas dan langsung berdiri dan berjalan ke arah balkon.
Alandra mempercepat makannya dan setelah itu langsung membereskan peralatan makan dirinya dan peralatan makan Max.
"Apa kau selalu pingsan saat telat makan seperti itu?" Tanya Max membuat Alandra menoleh ke arah Max
"Tidak, itu karena aku belum sarapan saja... Makanya seperti itu" ucap Alandra dengan santai
"Kenapa kau memberikan bekal makananmu padaku? Padahal kau tahu bahwa kau itu tidak bisa telat makan dan kau tidak sarapan" ucap Max yang langsung menoleh ke arah Alandra
Alandra memutar bola matanya dengan malas, apa pria ini lupa bahwa pria inilah yang membuat dirinya telat makan seperti ini.
"Apa kau lupa? Kau memberiku pekerjaan yang banyak dan juga menyuruhku membeli makan siangmu" celutuk Alandra dengan kesal sedangkan Max, pria itu hanya mengelus lehernya dengan salah tingkah.
Drt..drtt.
Max mengambil ponselnya dari saku celananya dan menatapnya dengan datar.
"Baiklah aku pergi dulu, terimakasih atas makanannya" ucap Max dan segera menyampirkan jasnya ke tubuhnya.
"Dasar pria SMP" gumam Alandra namun masih di dengar Max dengan tatapan heran
"Hei, aku sudah berapa kali mengatakan padamu... Berbicaralah dengan bahasa yang kumengerti jangan bahasa alien" ucap Max dengan kesal
"Suka suka dong" gumam Alandra membuat Max menghela nafas dengan kesal
"Iya iya.. boss galak" ucap Alandra dengan kesal dan langsung membanting pintu apartemen nya dengan keras tepat di hadapan Max membuat pria itu lebih extra sabar dalam menghadapi gadis aneh ini.
Alandra menghela nafasnya dengan lega setelah ia menutup pintu, rasanya ia ingin cepat cepat tidur mengingat betapa melelahkannya bekerja. Yah meskipun hari pertama ia hanya tidur heheh.
"Baiklah waktunya mandii" ucap Alandra dengan senang dan hendak masuk ke kamar mandi namun langkahnya terhenti kala mendengar suara ponselnya.
"Cobaan mandi yah gini" gumamnya dengan kesal dan dengan rasa yang begitu malas, ia langsung mengambil ponsel itu.
"Hallo-"
"Halo dokter Max, saya ingin memberitahukan bahwa pasien-"
Alandra membulatkan matanya dan langsung menatap ponsel yang dipegangnya.
Ini bukan ponselnya melainkan ponsel Max.. bagaimana bisa pria itu mengambil ponsel yang salah? Bukankah tadi seingatnya itu ponsel tetap berada di saku celana pria itu?
"Hallo dokter Max, halo?"
Alandra menarik rambutnya frustasi, apa yang harus dirinya jawab? Ini bukanlah tanggung jawabnya untuk menerima ponsel ini, tetapi?
"Kenapa itu orang pakek salah ambil ponsel lagi" gumam Alandra dengan kesal
"Halo Max?"
"Ah iya, maaf dokter Max salah mengambil ponselnya dan tadi dia sudah pergi kok" ucap Alandra dengan kikuk.
"Astaga, baiklah kalau begitu.. terimakasih"
Dengan cepat Alandra langsung mematikan ponselnya dan menarik rambutnya dengan kesal.
Ayolah, ia hanya ingin mandi sembari mendengarkan lagu kesukaannya.. tetapi semua itu hanyalah angannya.. ia harus menukarkan ponsel ini apapun ceritanya.
Tapi dimana rumah sakit Max?
*
*
Udh lama banget seperti nya 1 bulan aku gak up hehehe.. maaf yah.. aku kemarin lagi sibuk magang dan bantuin buat laporan jadi sorry gaes plus aku lupa jalan ceritanya hehehe..