
Alandra menatap heran beberapa wartawan yang ada di depan pintu kantor. Untuk apa mereka pada datang kesini? Apa ada berita aneh atau hal apa sehingga para wartawan usil ini berada di depan kantor Max
"Apa ada suatu hal? Kenapa banyak wartawan disini?" Tanya Alandra dengan heran
"Ntahlah, aku juga tidak tau... Kita masuk lewat belakang saja" ucap Max membuat Alandra mengangguk setuju.
"Oh iya, menurutmu mengapa dewan pimpinan menyuruh ku ikut rapat. Apa ada suatu hal penting?"
"Kau kan sekertaris ku, tentu saja kau juga ikut rapat" ucap Max dengan santuy.
Max menghentikan mobilnya saat mereka berada di parkiran belakang, dengan cepat ia langsung turun dari mobil dan hendak membukakan pintu Alandra namun gadis itu sudah membuka pintu sendiri dengan cepat.
"Kenapa kau tidak menungguku, biar aku saja yang bukain pintumu" ucap Max membuat Alandra menatap heran Max.
"Aku punya tangan, tentu saja aku membuka pintu ku sendiri.. sudahlah nanti kita terlambat" ucap Alandra yang berjalan duluan membuat Max menghela nafasnya dengan kesal.
Alandra memasuki kantor bersama Max, dapat ia lihat semua orang menatapnya sembari membicarakan nya dengan suara kecil.
"Gini banget jadi artis, tiap pagi dilihatin trus digosipin" ucap Alandra sembari mengibaskan rambutnya dan berjalan dengan santai
"Ayo kita langsung saja ke ruang rapat, dewan pimpinan sudah menunggu" ucap Max yang langsung menarik tangan Alandra untuk memasuki lift dirinya membuat Alandra terkejut namun gadis itu masih tetap mengikuti langkah Max.
"Menurut bos, apa yang mau dibahas yah?" Tanyak Alandra membuat Max menghela nafasnya dengan pelan
"Kau sudah bertanya padaku sebanyak 1000 kali, apa kau tidak bosan?"
"1000? Hei.. aku bertanya hanya 3 kali.. jangan menambah nambah" celutuk Alandra dengan kesal dan hendak mengambil ponselnya namun pintu lift sudah terbuka membuat dirinya mengurung niat untuk melihat ponselnya.
Alandra berdehem pelan, ia berjalan dengan santai meskipun saat ini rasanya ia gugup.. ntahlah, ia juga tidak tau mengapa ia sangat gugup saat ini.. padahal biasanya iya mengikuti rapat dengan baik.
Max menarik nafasnya sebentar dan memasuki ruangan, dapat dirinya lihat dewan pimpinan sudah berkumpul di dalam ruangan ini, terutama ibunya.
Max mendudukkan dirinya di kursi tempat dirinya berada, sedangkan Alandra, gadis itu hendak mendudukkan dirinya di sebuah bangku biasa dirinya duduk namun dengan cepat Max menahan tangannya membuat gadis itu menatap aneh bosnya
Frananda menatap gelagat putranya itu, sudah ia duga ini merupakan rencana putranya. Tapi untuk apa putranya ini melakukan hal lucu seperti ini?
"Langsung saja ke intinya tuan Max.. kami ingin menanyakan anda mengenai berita ini" ucap salah satu dewan pimpinan sembari menampilkan berita yang memuat dirinya dan Alandra
Alandra menatap layar proyektor tersebut dan membulatkan matanya. Berita busuk apa ini? Siapa yang melakukannya?
"What the-"
Max menatap datar ke arah layar proyektor, kemudian ia melirik ke arah Alandra. Dapat ia lihat gadis itu sedang menahan marahnya akibat berita palsu buatannya
"Berita ini bisa menjadikan sebagai pemanasan kita sebelum meluncurkan produk gelang kesehatan couple. Dengan berita ini akan membuat semua orang menatap ke arah saya dan Alandra dari segi hubungan hingga segi berpakaian dan bahkan aksesoris yang digunakan, dan publik juga bisa melihat gelang yang dipakai Alandra merupakan gelang kesehatan couple buatan produk kita" ucap Max membuat Alandra menatap tidak percaya Max
"Tapi, jika publik mengetahui bahwa berita ini palsu maka akan membuat perusahaan akan merugi"
Max menarik sudut bibirnya dengan tipis, ini sangat sesuai dengan prediksi yang sangat ia inginkan
"Bagaimana kalau-
"Bagaimana kalau kalian menjadi pasangan saja" ucap Frananda yang memotong ucapan Max membuat pria itu terkejut
"Hah? S-saya?" Tanya Alandra dengan heran
"Iya, kamu Alandra... Dan juga kalian bisa tinggal bersama untuk memberitahu publik bahwa hubungan kalian tidaklah berpura-pura" ucap Frananda membuat semua orang mengangguk setuju
Alandra menatap tidak percaya dengan apa yang ia dengar, berpura pura menjadi pasangan dengan bos gila nya itu? Oh astaga yang iya saja
"T-tapi"
"Tenanglah Alandra, ini hanya sebuah kesepakatan kerja.. tidak lebih dari itu" ucap Frananda
Max melirik Alandra, dapat dirinya lihat bahwa gadis itu hanya bisa terdiam saja.
"Kau akan mendapatkan bonus tambahan" bisik Max membuat Alandra yang awalnya terdiam langsung menatap Max dengan semangat
"Benarkah?" Bisik Alandra
"Tentu saja" ucap Max dengan santai
"Baiklah, saya setuju dengan hal ini.. ini semua demi kesuksesan peluncuran gelang kesehatan couple kita" ucap Alandra membuat Max tanpa sadar tersenyum senang
"Kau benar benar licik anakku" batin Frananda sembari tersenyum
*
*
Holaa jangan lupa like, komen dan vote