Remember

Remember
perkelahian



"pakai ini" Ucap Max sembari memberikan sebuah topi


"Untuk apa? Aku tidak mau" ucap Alandra


Max memutar bola matanya dengan malas, apa gadis ini tidak takut jika ia dikenal oleh banyak wartawan?


"Apa kau mau dikejar kejar sama wartawan?" Tanya Max membuat Alandra menggeleng dengan cepat


"Tentu saja tidak mau, yang benar saja"


"Makanya pakai" ucap Max membuat Alandra dengan malas mengambil ikat rambut dari tasnya dan mebgikat rambutnya terlebih dahulu sebelum menggunakan topi


Max terdiam saat melihat Alandra sedang mengikat rambut nya, gadis itu benar benar tampak sangat cantik saat ini.


"Udah ayo" ucap Alandra yang menyadarkan Max dari lamunannya


"Hah iya ayo" ucap Max yang turun dan disusul oleh Alandra


"Tunggu sebentar" ucap Max membuat Alandra menghentikan langkah kakinya dan menatap Max dengan aneh.


"Ada apa?"


"Kita adalah pasangan.. tentu saja harus berpegangan.. jika tidak semua akan tau kalau itu hanya tipuan"


"Eh eh? Gak bisa dong enak aja-"


"Sudah ada di perjelasan kontrak bahwa di depan umum kita harus menampilkan hubungan kita" ucap Max dengan santai membuat Alandra memelototkan matanya


Dengan cepat gadis itu langsung mengambil ponselnya dan mencari kontrak yang baru saja dikirim oleh Max


"Ada di lembar kedua" ucap Max membuat Alandra langsung menscroll nya


Alandra membaca dengan teliti dan betapa terkejutnya dirinya saat membaca salah satu syarat gila ini


"What the? Oh astaga..." Ucap Alandra dengan kesal akan kebodohan dan kecerobohan nya yang tidak membaca kontrak tersebut dengan teliti


"Ayo" ucap Max yang langsung menautkan jemarinya ke jemari Alandra membuat gadis itu tampak terkejut namun dengan cepat ia langsung mengubah sikapnya dengan santai


"Sialan kau Max.. baiklah aku akan membuat mu geli dengan tingkah ku" batin Alandra dan mengikuti permainan bosnya itu.


*


"Hei.. apa kau masih selera disaat seperti ini?"


"Tentu saja.. kenapa juga aku tidak selera? Lagian kue ini memang sangat enak.. kau cobalah.. kau pasti akan ketagihan" ucap Alward yang masih menikmati kue tersebut


Alan mendecak kesal, andai saja pria di depannya ini bukan sahabat nya ia bakal akan menendang bokong tersebut.


Tring...


"Ayolah dimakan, kau pasti akan keta- Alandra?" Ucap Alward dengan terkejut membuat Alan langsung membalikkan tubuhnya


"Pria brengsek itu.. berani sekali dia memegang tangan kembaranku" ucap Alan dengan kesal dan langsung bangkit dari tempat duduknya


"Eh woi, t-tunggu dulu bisa saja itu bukan Max dan Alandra" ucap Alward yang menahan tangan Alan


"Diamlah.. aku akan memberikan pelajaran pada pria itu" ucap Alan dan berjalan ke arah dimana pasangan yang ada di depan pintu


"Bahaya ini bahaya... Harus telpon tante lala.. eh telpon Alexa" Ucap Alward yang langsung mengambil ponselnya namun belum sempat ia mengetikkan sesuatu di ponselnya, suara pukulan sudah terdengar dengan kuat dan jelas


"Baiklah, sudah terlambat.. mari menonton saja" gumam Alward dan memilih menyimpan kembali ponselnya dan menuju ke arah Alan


Dilain sisi,


"Apakah kau yakin kopi disini sangat enak?" Tanya Alandra ragu


"Tentu saja, apa kau ragu dengan ku?" Tanya Max yang langsung dibalas anggukan Alandra membuat Max mendecak kesal.


"Kenapa kau meragukan ku?"


"Ntahlah, feeling ku saja" ucap Alandra dengan santai


"Akan kubuktikan bahwa feeling kau salah.."ucap Max yang langsung menarik tangan Alandra membuat gadis itu mengikuti langkah Max dengan terpaksa.


*


*


Jangan lupa vote dan komen bestii