Remember

Remember
Perkelahian



Malam hari


Alandra menatap pantulan dirinya di depan cermin, ia tidak menyangka bahwa ia merupakan orang pertama yang menggunakan gaun rancangan terbarunya Angela.


Tok..


Tok..


"Iya sebentar" teriak Alandra dan segera mengambil tasnya dan berjalan ke arah pintu apartemen nya.


Cklek..


Pintu apartemen terbuka menampilkan sosok Alandra dengan balutan dress yang sederhana namun tampak mewah dan dengan rambut yang digerai tidak lupa dengan polesan make up tipis yang menampilkan wajah Alandra begitu cantik.


"Gimana? Cantik gak?" Tanya Alandra dengan bangga.


Max hanya terdiam, ntah mengapa ia begitu terpana akan gadis yang di depannya ini.. Alandra begitu cantik.. bahkan gadis ini sangat cantik.


"Oi.. diam diam baee" ucap Alandra dengan kesal sembari menepuk pundak Max membuat Max tersadar dan langsung berdeham pelan.


"Hemm.. terpeson yah? Iya aku tau aku cantik.. tapi yah jangan terpesona sampek segitunya" ucap Alandra dengan bangga.


Max menatap Alandra dengan datar, rasanya ia ingin menarik ucapannya yang tadi yang mengatakan bahwa gadis ini sangat cantik.


"Ayo, apa kau tidak lihat ini sudah jam berapa?" Tanya Max membuat Alandra melirik arlojinya sebentar.


"Ya udh ayo" ucap Alandra dan langsung mengunci pintu apartemen nya.


Max berjalan duluan, sedangkan Alandra gadis itu mendecak kesal pada pria itu. Mengapa Max berjalan begitu cepat? Apa pria ini tidak tau bahwa ia sangat kesulitan berjalan dengan sepatu hak tinggi?


Ting..


Pintu lift terbuka, dengan segera Max memasuki lift tersebut namun betapa terkejutnya ia saat melihat Alandra yang masih berjalan dengan pelan.


"Astaga.. cepatlah" ucap Max dengan kesal.


Alandra mendumel kecil, apa pria ini tidak tau bahwa sepatu ini sangat menyiksanya?


"Ayolah" ucap Max yang tidak sabaran.


"Iss.. bentar" ucap Alandra yang langsung melepas kedua sepatunya dan menjinjing kedua sepatunya dengan tangannya membuat Max menatap tidak percaya dengan Alandra.


"Seriously? Dia menjinjing sepatu itu dan tidak memakainya?" Gumam Max yang tidak habis pikir dengan Alandra.


"Dah gini kan cepat" ucap Alandra dengan santainya dan langsung menekan tombol lift.


"Apa kau gila? Kenapa kau menjinjing sepatunya? Kenapa tidak menggunakannya saja?" Tanya Max dengan heran


"Hei.. kau yang gila, jika aku memakai sepatunya sudah pasti kau akan ribut.. karena jalanku yang begitu lambat.. yah lebih baik kulepas saja" ucap Alandra dengan bangga


"Benar benar wanita ajaib" batin Max


*


*


Steven Hotel


"Uwaw.. gede bener.. pasti banyak makanannya" gumam Alandra yang tidak sabaran saat dirinya tengah sampai berada di depan gedung hotel.


"Ingat jangan buat malu" ancam Max membuat Alandra menatap Max dengan datar.


"Gue juga malu kali klo gue bertingkah gila" gumam Alandra dengan kesal membuat Max menatap Alandra.


"Ngomong apa tadi?"


"Gk ngomong apa apa" ucap Alandra dan langsung membuka seatbelt nya.


"Makanan aku datang" batin Alandra dengan senang dan hendak meninggalkan Max namun dengan cepat Max langsung menarik tangan Alandra.


"Apalagi sih? Untung gak jatuh" ucap Alandra dengan kesal.


"Ehemm.. ayo gandengan" ucap Max membuat Alandra menatap aneh Max.


"Untuk apa? Kan gak wajib" Tanya Alandra heran


"Yah untuk jaga jaga agar kau tidak malu maluin" alibi Max.


"Cih"


"Ayo" ucap Max sembari memrikan tangannya membuat Alandra mau tidak mau menautkan tangannya ke tangan Max


"Ingat jangan cepat cepat jalannya" ucap Alandra


"Iya iya.. berisik banget sih" ucap Max dan berjalan dengan pelan  membuat Alandra mengikuti langkah Max.


"Ya Allah makanan" gumam Alandra sesaat dirinya dan Max tengah memasuki hotel tersebut dan melihat banyaknya berbagai macam makanan yang rasanya ingin dirinya cicipin.


"Ini mau kemana dulu?" Bisik Alandra


"Ingat disini kita mau kerja bukan mau pesta" ucap Max


"Iya iya.. ayo.. cepat mau kemana ini?"


"Bertemu dengan Steven" bisik Max membuat Alandra menghela nafasnya.


"Halo Steven" ucap Max saat dirinya berada di depan Steven.


"Oh Max.. kau datang.. dan  dia?" Tanya Steven heran saat melihat sosok gadis cantik yang ada di samping Max


"Alandra.. dia sekertaris ku" ucap Max yang memperkenalkan Alandra.


Alandra mengulurkan tangannya dan dengan sigap Steven langsung mengambil uluran tangan Alandra dan menciumnya.


"Sungguh suatu kehormatan bagiku berkenalan dengan mu nona cantik"


Alandra tersenyum paksa, rasanya ia ingin memukul pria genit di depannya ini dengan sepatunya.. bagaimana bisa Max berteman dengan pria genit seperti ini coba?


"Kau ini Max.. aku mengundangmu bukan hanya untuk membahas kerja sama tetapi untuk berpesta" ucap Steven sembari melambaikan tangannya kepada seorang pelayan.


"Ini untukmu nona Alandra" ucap Steven sembari memberi wine


"Max, aku tidak meminum itu" bisik Alandra pada Max


"Ah, dia tidak meminum itu Steven.. terimakasih tawaranmu.." ucap Max yang langsung mengambil gelas yang dipegang Steven.


"Baiklah nona Alandra.. jika kau tidak bisa meminumnya.. maka ini adalah jus untukmu.. " Ucap Steven


"Ah, terimakasih" ucap Alandra yang menerima gelas yang berisi jus  tersebut.


"Alandra jika kau ingin makan kue.. silahkan saja" ucap Max pada Alandra membuat Alandra mengangguk pelan dan tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi sebentar Mr.Steven" ucap Alandra dan langsung berjalan ke arah meja yang berisi kue


Alandra tersenyum senang, inilah yang dirinya tunggu tunggu.. mengambil dan menikmati kue kue enak seperti ini.


"Ya Allah ini boleh di bawa pulang gak sih?" Gumam Alandra yang mengambil sepotong kue dan menikmatinya


"Ada hubungannya apa kau dengan Max?" Tanya seseorang membuat Alandra menoleh ke arah sumber suara.


"Anda-?"


"Airin, pacar Max... Ada hubungan apa kau dengan Max?" Tanya Airin dengan angkuh.


"Hubungan pegawai sama bos doang" ucap Alandra dengan santai sembari mencicipi beberapa kue yang lain.


"Jangan bohong yah.. aku yakin kau pasti ada hubungannya dengan Max" ucap Airin membuat Alandra menghela nafasnya sebentar.


"Ini nih.. orang yang punya telinga macem gak punya telinga" batin Alandra dengan kesal.


"Maaf nona Airin, tetapi saya dan Max hanya hubungan antara pegawai dan bos.. gak lebih.. gak yang seperti nona Airin pikirin.. kalau begitu permisi" ucap Alandra dan langsung hendak pergi namun dengan cepat, Airin langsung menarik rambut Alandra membuat Alandra langsung terjatuh.


"Wah..wah.. macem-macem ini cecunguk satu ini" batin Alandra dengan kesal.


"Aku tau kau pasti menggoda Max kan.. iyakan? Kau tidak lebih dari jalang, Alexa" ucap Airin dengan keras membuat semua orang menatap Airin dan Alandra dan berbisik.


"Astaga.. gue kagak ada hubungannya dengan Max markonah.. gue cuman sekertaris nya dia cuman bosnya.. gile yah nih orang" ucap Alandra dengan bahasa Indonesia membuat Airin menatap kesal Alandra.


Dengan emosi, Airin langsung mengambil minuman yang ada di atas meja dan langsung menumpahkan minuman itu tepat di baju Alandra.


"Anjir.. baju gue" ucap Alandra yang melihat dress nya berwarna merah akibat noda wine.


"Mampus kau jal*ng" ucap Airin dengan senang dan langsung pergi membuat semua orang menatap Alandra dengan berbagai pandangan


"Wah maen maen ini orang sama gue yah" batin Alandra dengan emosi dan langsung melepaskan sepatunya dan melempar sepatunya sehingga sepatu tersebut tepat mengenai kepala Airin.


Gubrak...


"Aduh.. siapa yang berani lemparin aku?" Tanya Airin dengan marah dan langsung menoleh kebelakang.


"Apa? Gue? Kenapa? Gak senang?" Ucap Alandra dengan emosi


"Benar benar kau Jal*ng" ucap Airin dan langsung berlari ke arah Alandra dan menarik rambut Alandra


"Wah.. dengar yah nenek lampir.. lo hina gue, narik rambut gue, gue diam .. lo hina ipar gue.. gue juga diam.. tapi lo nyiram ini baju kesayangan gue.. gak bisa gue biarin lo" celutuk Alandra dengan bahasa Indonesia dan langsung menarik rambut Airin dengan kuat.


"Ayo difoto.."


Ckrik...


Ckrikkk..


"Sakit.. lepasin gk?" Ucap Airin sembari mengaduh kesakitan.


"Yah siapa suruh juga.. lo nyari gara gara" ucap Alandra dengan santainya dan menambah kekuatannya dalam menarik rambut Airin.


Dilain sisi,


"Semoga kerja sama kita akan berjalan lancar" ucap Max dan langsung menggenggam tangan Steven


"Tidak usah kaku seperti ini Max, lagi pula kita adalah teman dan sudah seharusnya kita bekerja sama seperti ini" ucap Steven dengan senang.


Gubrak...


Brakk..


"Tuan, nona Airin sedang bertengkar dengan seorang gadis tuan" ucap seseorang pelayan membuat Steven menatap terkejut pelayan.


"Dimana?" Tanya Steven dengan khawatir


"Disana tuan" ucap pelayan dan dengan cepat Max beserta dengan Steven langsung berlari menuju ke arah kerumunan.


"Lepasin jal*ng" ucap Airin dengan keras dan masih mengaduh kesakitan.


"Ogah sih.. enak banget.. udah nyari gara-gara tiba tiba minta lepasin... Biar lo tau siapa gue" ucap Alandra dengan senang


"Airin"  ucap Steven


"Alandra" ucap Max yang terkejut melihat kedua gadis itu saling menjambak rambut.


Ckrikk..


Ckrikk...


"BERHENTI"


*


*


*


Hallo gaes.. jangan lupa like, komen dan vote