Remember

Remember
Ciuman Sunset



"tau gak apa yang lebih seru saat di pantai?"


"Melihat Sunset" sambung Alandra sembari menyandarkan tubuhnya di bahu Max membuat jantung pria itu berdebar kencang


"Max melirik ke arah Alandra, dapat ia lihat wajah polos gadis tersebut tampak sangat cantik"


"Cantik" ucap Max yang mencelos begitu saja membuat Alandra menatap Max dengan heran


"Cantik? Apa yang cantik?"


"Kau Andra" ucap Max membuat Alandra membulatka matanya namun  seperkian detik gadis itu tertawa dengan keras


"Kau sakit yah? Seorang Max bos dingin yang terkenal akan dinginnya sekutub utara mengatakan pada sekertaris nya cantik.. hahaha.. lucu sekali" ucap Alandra


"Alandra, aku menyukai mu" ucap Max dengan tatapan mata serius membuat Alandra yang awalnya tersenyum langsung terdiam bagaikan patung.


Rasanya jantungnya saat ini berdetak sangat kencang, bahkan saat ini ia seperti lupa cara bernafas


"A-aku"


Max mendekatkan tubuhnya dan menarik tubuh Alandra dengan pelan kemudian menciu bibir Alandra dengan pelan membuat gadis itu terdiam bagaikan patung.


Max melepaskan ciumannya, dan membuang wajahnya agar tidak melihat wajah Alandra, rasanya saat ini iya benar benar sangat malu akan keberanian nya yang telah ia lakukan.


"Astaga dasar bodoh, bagaimana bisa kau melakukan hal gila seperti ini Max"


Alandra menatap kearah Max yang sedang menahan malu, dapat ia lihat pria itu sedang tidak ingin menatap nya saat ini


Dengan perlahan Alandra menangkup wajah Max membuat pria itu kembali menatap mata hitam Alandra


"Kalau kau tidak suk- "


Alandra membalas ciuman Max membuat pria itu membulatkan matanya dengan terkejut namun beberapa detik Max langsung menarik tubuh Alandra semakin mendekat dan kembali membalas ciumannya.


*


Dilain sisi,


"Selamat yah xa, tante ikut senang dengar nya" ucap Tara yang langsung memeluk Alexa dengan senang.


"Huwaaa akhirnya hamil barengan" teriak Charlotte dengan senang membuat Alexa langsung memeluk sahabatnya dengan erat


"Kamu duluan kali yang hamil Char, ini buktinya udh menonjol"


"Ihh ... Maksud aku bisa pakai baju hamil barengan Trus foto Shoot gituu loh" ucap Charlotte sembari membayangkan hal hal yang begitu indah


"Ini anak, pamali pamer sebelum usia 7 bulan" ucap Tara membuat Charlotte cengengesan dengan kecil


"Ngomong ngomong dimana Andra?" Tanya Tara dengan heran yang tidak melihat keberadaan putri Alita


"Raka, kamu gak jadi hubungi kakak kamu?"tanya Alita membuat Raka yang sedang meminum minumannya langsung membulatkan matanya dengan terkejut


Bagaimana bisa ia lupa dengan hal seperti ini, astaga...


Raka mengambil ponselnya dan menekan tombol di layar ponselnya tersebut dan meletakkan ponsel nya di telinga kanannya itu sembari ia meminum minumannya.


*


"Ihh siapa sih ganggu aja" batin Alandra dengan kesal dan langsung mengambil ponselnya dan menatap kesal ponsel itu


Dengan malas, Alandra langsung menekan tombol hijau di ponselnya dan meletakkan ponsel itu di telinganya


"Heum? Napa?" Tanya Alandra dengan malas


"Kakak dimana? Udh di apartemen?"


"Masih di luar, kenapa sih? Udah ngomong aja"


"Astaga galak amat sih mbak, gini.. aku cuman mau bilang kalau kakak disuruh datang ke rumah.. karena ada acara makan makan"


"Udah makan, gak perlu.. udah ya-"


"Tunggu dulu ceunah.. jangan di tutup teleponnya"


"Apalagi?" Ucap Alandra dengan kesal


"Kak Alexa hamil kak.. makanya kakak disuruh kesini.." ucap Raka dengan kesal membuat Alandra yang awalnya mengerucutkan bibirnya tiba tiba langsung mengubah ekspresi nya dengan bahagia


"Really? Lo gak nipu kan? Awas aja lo nipu gue jitak pala lo yah" ucap Alandra dengan suara bahagia membuat Raka menghela nafasnya


"Serah dah.. cepat kesini.. soalnya kakak udah ditunggu kak Alan ini" bisik Raka


"Iya iya .... Sisain makanannya" ucap Alandra dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak


Alandra bangkit dari tempat duduknya membuat Max menatap aneh Alandra


"Ada apa?"


"Alexa hamil" ucap Alandra dengan wajah bahagia membuat Max menatap bahagia Alandra


"Benarkah?"


"Heum, ayo" ucap Alandra yang langsung menarik tangan Max


"Alandra, tunggu-" ucap Max membuat Alandra membalikkan tubuhnya dengan heran


"Ada apa?"


"Saya ingin bertanya, apa kamu menerima perasaan saya? Atau tidak? Karena saya tidak mendengar jawabanmu" ucap Max dengan malu malu membuat Alandra terkekeh pelan


"Ayo pacar ku sayang" bisik Alandra dan mengecup pipi kanan Max  lalu pergi meninggalkan Max dengan terkejut akan pendengaran nya


"Sayang?" Gumam Max dengan tampang bodohnya


"Ayo" ucap Alandra membuat Max tersadar dan langsung mengejar Alandra dengan sudut bibir yang tersenyum lebar


*