
The Nelson Hospital
Steven menatap adiknya yang sedang ketakutan, tanpa sadar tatapan penuh amarah itu mulai mereda dan meninggalkan tatapan menyesal.
Perlahan Steven mendekat ke arah Airin, namun gadis itu mengigil ketakutan membuat Steven menghela nafasnya.
"maafkan aku Airin, maafkan aku" ucap Steven dengan lirih.
"hiks...."
"aku menyesal telah memarahi mu Airin, tapi kau tau bukan.. aku melakukan ini demi perusahaan papa Airin" ucap Steven sembari menggenggam tangan Airin dengan perlahan membuat Airin menatap kakaknya dengan takut.
"apa aku benar bukan adik kandungmu kak?" ucap Airin dengan terbata dan lirih
Steven menghela nafasnya dengan kasar, rasanya ia benar benar menyesal dengan ucapan yang iya keluarkan barusan.
"itu benar Airin tapi aku tetap mengganggap mu sebagai adik kandungku Airin... jadi kumohon padamu, tolong bantu aku dengan meminta maaf pada Alandra Airin" ucap Steven dengan lembut.
Airin menatap kakaknya itu dengan tatapan tidak percaya, dengan cepat ia langsung menarik tangannya dan menggeleng kuat. "tidak... aku tidak mau" ucap Airin dengan cepat
"Airin"
"kakak... aku adik kakak kan? hikss... aku adik kakak kan?kenapa kakak tega memaksa aku... aku tidak ingin minta maaf pada Alandra kak... aku malu kak "
"Airin, ini demi perusahaan papa Airin"
"Hiks... kak"
prankkk...
Steven menatap Airin dengan marah, emosi nya benar benar tersulut dengan cepat.. sudah cukup dirinya bersabar menghadapi gadis yang tidak tau malu ini... Sudah cukup kesabarannya sampai sini.
"Kau... ingat perkataanku hari ini Airin... minta maaf pada Alandra tanpa adanya penolakkan... dan besok aku akan membuat konfrensi pers agar kau mengatakan semua kebohongan yang kau buat ini... karena semua ini ulah mu ******... perusahaan orang tuaku hampir bangkrut.. kau benar benar sampah yang dikutip orang tuaku tapi kau berlagak seperti gadis kaya" ucap Steven dan pergi meninggalkan Airin
"hiks... hikss.. "
*
Alita menutup mulutnya tidak percaya, ia benar benar tidak mengerti dengan Airin.. gadis itu benar benar sangat keras kepala...
"Gila sekali pemirsa... Bahan gosip terpanas ini mah" ucap Raka membuat Alita tersadar dan dengan cepat mengeluarkan ponselnya.
*Grup Ghibah sementara*
Gaes... Ini hanya sementara bukan selamanya... Hanya mau ghibahin Alandra ~Alita
Astagaaaa tante... Ckckck.. emang napa tante? Spill dong spill.. jangan buat kepo ~Charlotte
Astaga emang ada keadaan darurat apa sih ta? Sampek anak kamu mau kamu ghibahin ~ Tara
Jadi, ternyata Airin bukan anak kandung keluarga Steven ~Alita
Demi apa? Tante ini gak hoax kan? Iyakan? ~Charlotte
Tentu saja tidak, tadi kami ke kantor nya dan kami memasang semua alat perekam di rumah sakit dimana Airin berada, di kantor, di mobil .. semuanya lah.. nah dengan bantuan Raka congek akhirnya kami bisa dengar semua percakapan mereka dan ternyataaa Airin bukan anak kandung keluarga Steven ~Alita
Trus gimana ta? ~Tara
Jadi itu steven nyuruh Airin minta maaf sama Alandra eh tuh anak malah bebel...kan goblok kan~ Alita
Ya Tuhan gak mau ghibah karena lagi hamil, tapi ini gosip terpanas.. maafkan Charlotte ya Tuhan... Iss tante memang tuh sih Airin sok banget... Ternyata cuman anak pungut.. kok ada orang kek dia ckxkxk...~Charlotte
Dan katanya Steven maksa Airin buat konfresi pers dan meminta maaf pada Alandra... Yah tapi ntahlah... Oh iya gaess jangan bilang Andra.. bisa bisa dia akan mengamuk jika mengetahui nya~Alita
Alah tante santuy, lagian kak Andra saat ini lagi dekat sama mantan Alexa xixixixi.. itu si Max buaya buntung ~ Charlotte
Ini foto buktinya... Hehehe aduhh tidak sia sia punya mata mata~Charlotte
*Send picture*
"Mama kenapa sih? Sakit tau telinga Raka"
"Iya sayang, telinga mas sakit juga ini"
"ADA BERITA YANG TERPANAS... DARI ITU"
"Berita apa ma? Papa mau kawin lagi? Iya pa?"
"Hei Lambe mu Raka... Mama cabe mau?"
"Hehehe canda ma... Memang apaan sih beritanya?"
"Iya sayang apaan?"
Alita menatap suami dan anak nya sebentar kemudian menarik nafasnya.
"ALANDRA DEKAT DENGAN MAX"
"APA?????"
*
Scoat Group
"uncle uncle sedang apa?" tanya Rain dengan kepo saat melihat wajah unclenya yang begitu serius saat menatap ponselnya.
"sebentar Rain, ada sesuatu yang harus uncle urus" ucap Max dengan pelan membuat Rain mengerucutkan bibirnya dan berjalan keluar ruangan Max untuk bertemu dengan Alandra.
"onty sedang apa?" tanya Rain tiba tiba membuat Alandra terkejut dan menatap gadis kecil itu dengan senyum manisnya.
"kau membuat onty terkejut sayang, kau tau rasanya seperti onty melihat tuyul saja" cerocos Alandra membuat Rain menatap Alandra dengan heran.
"ah itu, ah kau mau coklat?" tanya Alandra mengalihkan pertanyaan Rain membuat Rain membulatkan matanya
"onty serius kan?" Tanya Rain dengan pipi merah membuat Alandra tersenyum
"Tentu saja, apakah menurutmu onty pembohong?"
"Tidak, onty cantik tidak mungkin berbohong seperti uncle Max" cerocos Rain
"Siapa yang kau katakan berbohong Rain?" Ucap Max tiba tiba membuat Rain yang awalnya sedang menyantap coklat tiba tiba memberhentikan kegiatan mengunyahnya.
"Kenapa kau disini?" Tanya Alandra dengan heran
"Aku? Aku? Kau bertanya sedang apa aku disini? Ini kantor ku tentu saja aku disini" ucap Max dengan sombong
Alandra menghela nafasnya sebentar, rasanya sia sia sudah ia bertanya pada pria arogan di depannya ini.. toh ujung ujungnya jawabannya pasti berisi kesombongan
"Rain, kembali masuk ke ruangan uncle mu yah.. dan lanjutkan pekerjaan mu... Onty ingin melanjutkan kembali kerjaan onty"
"Heum.. baik onty cantik" ucap Rain dan langsung memasuki ruangan Max dengan senang sedangkan Max? Pria itu menatap tidak percaya pada keponakannya.. bagaimana bisa dengan mudahnya keponakannya itu menuruti ucapan seseorang.
"Kau kenapa masih disini tuan Max? Apa ada perlu bantuan?"
"Ha? Aku? Ah aku- aku cuman ingin-"
*Ting...*
ALANDRAAAA
*
*
YUHUU... KEMBALI LAGI BERSAMA AUTHOR... GAESS INI UPDATE SETIAP SABTU.. SO JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE...
LOVE U