
Alandra merebahkan kepalanya diatas meja kerjanya, ia menghela nafasnya dengan lemah
Bagaimana bisa ia melakukan hal bodoh seperti ini? Perkara diimingi uang? Oh astaga bodohnya dia
"Kenapa di dalam? Masuk", ucap Max membuat Alandra menatap arloji nya dengan malas.
Alandr berdiri dari tempat duduknya, ia merenggangkan tangannya sebentar.. tiba tiba sebuah ide muncul di kepalanya.
Mengapa ia tidak bernegosiasi saja dengan Max? Pria itu pasti akan setuju dengannya
"Kenapa tidak dari tadi saja ide ini lewat" gumam Alandra dan langsung memasuki ruangan Max
Dapat ia lihat bosnya itu sedang menunggu dirinya dengan duduk di meja kerjanya
"Bos, ada yang ingin saya katakan pada anda" ucap Alandra sembari menautkan jemarinya dengan gelisah
Max menatap Alandra, dapat ia lihat gadis itu seperti nya telah berubah pikiran saat ini
"Duduk lah, ini kontrak perjanjian kita" ucap Max sembari memberikan surat kontrak membuat Alandra yang awalnya ingin membicarakan masalahnya mengurungkan niatnya.
"Apa aku harus bilang yah?"
"Tidak Andra, jika kau bilang kau akan kehilangan uang.. jika kehilangan uang kau akan dipaksa memegang perusahaan papamu.. tidak Alandra tidak"
Alandra menggelengkan kepalanya, suara gila itu muncul disaat dirinya bingung untuk mengambil keputusan
"Kau kenapa?"
"Ah tidak apa apa" ucap Alandra dan membuka lembaran kontrak.
Alandra membaca dengan perlahan namun tiba tiba matanya membulat penuh.. bagaimana tidak, dalam hubungan kontrak dirinya akan mendapatkan saham sebanyak 10% perusahaan ini dan mendapatkan bonus 2x lipat dari biasanya.
"Ini beneran?" Tanya Alandra dengan mata berbinar
"Tentu saja... Apa kau mau menandatangani nya? Atau tidak? Itu terserah dirimu" ucap Max
alandra menelan salivanya dengan susah payah, ini merupakan kesempatan emas.. bodoh jika ia menolaknya
"Kalau tidak mau-"
"Nah" ucap Alandra yang langsung menandatangani kontrak tersebut membuat Max menarik sudut bibirnya
"Ingat, jangan ada yang boleh tau ini kontrak.. jika kau mengatakan pada semua orang maka kesepakatan kita akan hangus"
"Heum, iya " ucap Alandra mengangguk mengerti
"Baiklah kembaliah bekerja" ucap Max dan langsung tersenyum senang
Dilain sisi,
Alandra menyandarkan tubuhnya di kursi kesayangannya ini. Ia melirik ke arah ponselnya dan menemukan ponsel tersebut begetar dan yah kalian tau siapa yang menelponnya? Siapa lagi kalau bukan Alan, kembarannya itu
"Halo besti" ucap Andra saat menekan tombol hijau di ponselnya dan meletakkan ponsel tersebut ke telinga kanannya.
"Hei Andra, aku sudah menelpon mu berulang kali .. berita busuk apa itu yang berserak dimana mana.. kau dekat dengan cecunguk itu ? Oh astaga bukan dekat lagi.. kau PACARAN?" Tanya Alan bertubi membuat Alandra memutar bola matanya dengan malas
"Udh ye tuan Alan, saya sedang sibuk.. dan tolong jangan gangguin urusan pribadi saya.. kalau saya memang pacaran dengan Max napa.. yah suka suka dong... Udh yee... Bye" ucap Alandra dan langsung mematikan ponselnya sepihak
"Ribet baee lu util onta" gumam Alandra dan kembali bekerja
Alan menghela nafasnya, yang benar saja.. apa ia tidak salah dengar, kembarannya itu bersama dengan Max?
*
*
Kediaman Charlotte
"Sho*ee COD...sho*ee COD.. bayar langsung di tempat..."
"Lagi lagi... Sayang.. nyanyi lagi" ucap Charlotte dengan kesenangan yang melihat suaminya saat ini sedang bertingkah bodoh
"Sayang udah dong... Aku capek" ucap Alward yang sudah terduduk kecapekan
Charlotte yang awalnya sedang tersenyum senang tiba tiba langsung memberikan ekspresi sedih membuat Alward langsung kewalahan
"Mampus gue.. astaga.. bisa bisa merengut ini anak" batin Alward saat melihat istrinya itu
"Eh iya.. sho*ee COD..sh*ee COD-"
"Gak mau lagi.. kamu jahat" ucap Charlotte dan langsung kembali keluar kamar membuat Alward langsung menarik rambutnya dengan kesal
"Baru juga baikan.. dah gini lagi" ucap Alward dengan suara rendah
Dengan malas ia berjalan ke arah nakas untuk mengambil ponselnya
Drt..drt..drt..
"Lah tumben" gumam Alward dengan heran saat melihat Alan menelponnya
Ia menekan tombol hijau tersebut dan meletakkan di telinga kanannya
"Halo dude" ucap Alward sembari berjalan keluar kamar
"Lo udah baca beritakan? Sekarang bantuin gue"
"Hah? Berita? Berita naon?"
Alan mendecak kesal, bagaimana bisa sahabatnya ini tidak mengetahui berita gila yang menyerang kembarannya ini
"Kau baca saja, aku sudah mengirim linknya" ucap Alan
"Hei bentar dude, aku matikan dulu... Kau tau bukan aku sangat sangat tidak konsentrasi saat membaca tanpa keheningan" ucap Alward
Alan menghela nafasnya dengan kesal dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak membuat Alward menatap kesal ke arah ponselnya
"Yee.. aneh banget woii jadi orang" ucap Alward dan menekan link yang dikirim kan sahabatnya itu
"Hot news, CEO Scoat Group mencium seorang gadis yang di duga merupakan sekertaris nya sendiri"
"Hah? CEO nya kan Max, sekertaris nya bukannya-" gumam Alaward dan langsung menscroll berita namun alangkah terkejutnya dirinya saat melihat sebuah foto ciuman Max dengan Alandra
"Waterpak man... Sayang.... Hot news sayang" teriak Alward dan langsung berlari keluar kamar
"Huwaaa.. baikan sama Charlotte jalur gosip yeee" batin Alaward dengan senang dan langsung mencari istrinya itu
*
*
Jadi gini, aku kemarin gak up karena ada beberapa tugasku yang aku siapkan:( jadi mohon maap yah teman teman... Tetap vote dan komen