
Pagi Hari
Titt...titt...
Alandra mematikan alarmnya dengan malas, ia meregangkan tubuhnya dengan pelan dan langsung berjalan ke arah cermin.
Betapa terkejutnya ia saat menatap dirinya dengan mata sembab dan hidung yang memerah. Rasanya ia seperti orang gila saja.
Untung saja ini adalah hari Sabtu, ia bisa libur dari kerjanya dan tidak melihat wajah Max bajingan itu.
"Makan apa yah hari ini?" Gumamnya dengan malas
Drt ...drt...drt...
Charlotte is calling
"Heum?" Ucap Alandra dengan malas.
"Kak Andra apa yang terjadi? Kau dimana sekarang?" Tanya Charlotte dengan heboh membuat Alandra sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Bisakah kau berbicara dengan suara pelan, aku pusing mendengarnya"
Charlotte menghela nafasnya sebentar, ia benar benar tidak mengerti dengan sahabat masa kecil nya ini.
"Kak Andra.. aku dan Alward akan datang kesana. Tidak ada penolakan" ucap Charlote dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.
"Suka suka atinya sajalah" guman Alandra dengan malas dan melemparkan ponselnya ke arah kasur lalu tertidur kembali.
*
*
Apartemen Max
"Max yuhuu" teriak Angela dengan suara nyaring saat memasuki apartemen Max..
"Mana ini orang sih?" Gumam Angela dengan kesal.
"Max" teriak Angela sekali lagi membuat Max keluar dari kamarnya dengan tampang yang begitu acak-acakan.
"ASTAGA" ucap Angela sembari terkejut yang menatap sepupunya.
"Kau kenapa?" Tanya Angela yang tidak mengerti dengan sepupunya ini.
"Ada apa kau kemari?" Ucap Max dengan tatapan datar membuat Angela menghela nafas dan memutar bola matanya dengan kesal.
"Kau lupa yah? Kan sudah kukatan hari ini aku akan pergi... Dan aku ingin menitipkan Rain padamu... Cepat kau bersihkan wajahmu itu.. aku tidak ingin putriku melihat tampang uncle nya yang bagaikan mumi hidup" ucap Angela dengan sarkas
Max menghela nafasnya dengan gusar, rasanya ia ingin mengusir sepupunya ini. Apakah sepupunya tidak tau apa yang ia rasakan kemarin?
"Cepatlah" ucap Angela yang langsung mendorong Max ke arah kamar .
"Iya iya" ucap Max dengan malas dan memutuskan untuk mandi.
"Max..max.. makanya nikah" ucap Angela dengan kesal.
Drt..drt..drt...
"Angela kau dimana?" Tanya Frananda yang tiba tiba membuat Angela mengerutkan keningnya dengan heran.
"Tentu saja aku di apartemen Max, ada apa Frananda?" Tanya Angela dengan heran.
"Oh Tuhan.. apakah kau sudah melihat berita?" Tanya Frananda dengan khawatir
"Berita? Berita apa?"
"Aku akan mengirimkan beritanya, kau bisa melihatnya" ucap Frananda dan langsung memutuskan teleponnya.
Angela membuka ponselnya dengan cepat, ia benar benar tidak mengerti.. ada apa dengan hari ini?
Kenapa rasanya ia seperti ketinggalan berita besar saja.
"Mommy" teriak Rain yang langsung berlari diikuti nicholas sambil membawa beberapa barang milik putrinya itu.
"Eh sayang nya mommy" ucap Angela dan langsung memeluk Rain.
"Apa sudah kamu bawa semuanya?" Tanya Angela yang dibalas anggukan Rain.
"Dimana uncle Max, mommy?"
"Uncle Max sedang dikamarnya.. ia sedang mandi" ucap Angela yang dibalas anggukan mengerti Rain.
Tidak berapa lama, pintu terbuka.. menampilkan sosok Max dengan kaos hitam yang melekat ditubuhnya.
"Uncle" teriak Rain dan langsung berlari ke arah Max.
"Max.. aku titip Rain yah..." Ucap Angela membuat Max menghela nafasnya.
"Rain sayang, mommy dan Daddy pergi dulu yah... Rain mau punya dedek kan?" Tanya Angela membuat Rain mengangguk semangat.
"Emang Mommy mau belik adik buat Rain?" Tanya Rain dengan polos
"Iya.. okey yah sayang.. mommy pergi dulu yah" ucap Angela membuat Max menggelengkan kepalanya yang tidak mengerti akan ucapan sepupunya ini.
"Ingat jaga Rain , Max" ucap Angela dan langsung segera pergi diikuti Nicholas.
Max menutup pintu apartemen nya, ia menghela nafasnya dengan gusar...
Kejadian malam itu terus berputar diotaknya, ntah mengapa ia benar benar merasa menyesal karena menuduh gadis itu.
"Rain kamu main sebentar yah, uncle mau nelfon teman uncle dulu"
"Baik uncle" ucap Rain dan langsung bermain dengan bonekanya.
Max berjalan ke arah kamarnya dan langsung mengambil ponselnya. Ia mengetik sesuatu di ponselnya namun seperkian detik ia langsung menghapus pesan yang sudah diketiknya itu.
Ia benar benar bingung ingin mengirim pesan apa pada Alandra.. apakah pesan berisi permintaan maaf? Jika ia mengirim pesan seperti itu, mau taruh dimana wajahnya ini?
"Apa yang harus aku katakan pada nya?" Batin Max dengan gusar dan langsung melempar ponselnya ke atas kasur dan langsung membaringkan tubuhnya dengan gusar.
"Viola, kau mau eskrim?"
"Baiklah akan aku buatkan eskrim coklat kesukaan mu"
Deg..
Deg..
"kau tau bagaimana papa ku membujukku?"
"Tentu saja dengan eskrim, eskrim coklat"
Max langsung mendudukan tubuhnya, ntah mengapa ucapan Rain membuatnya teringat akan ucapan Alandra saat dirinya dan gadis itu berada di pantai dan membuatnya memiliki ide untuk meminta maaf pada gadis itu.
"Rain" teriak Max membuat Rain yang sedang bermain menatap uncle nya dengan heran.
"Ada apa Uncle?"
"Apa kau suka eskrim?"
"Tentu saja uncle, aku sangat menyukai eskrim..semua orang suka eskrim uncle... apa uncle ingin membelikanku eskrim?" Tanya Rain dengan mata bulat nya yang membuat Rain tampak begitu imut.
"Tentu saja... " Ucap Max dengan senyum manisnya.
"Yee... Eskrimm yeeee"
*
*
*
Haloo.. jangan lupa like, komen dan vote