Remember

Remember
kemarahan Alan



"sebenarnya saya suka-"


Alandra menelan salivanya dengan susah payah, apakah ini artinya ia akan ditembak bos nya ini?


Oh astaga.. apa yang harus iya katakan?jujur ia tidak mengerti dengan jawaban yang akan ia berikan jika pria di depannya ini menyatakan perasaan padanya


"Oh Tuhan bantulah aku" batin Alandra


"Sebenarnya saya suka sama minuman kamu" ucap Max yang langsung mengambil minuman Alandra membuat gadis itu menatap kosong pria di depannya ini


"Minuman mu sangat enak, seharusnya saya memesan yang ini" ucap Max dan langsung meminum minuman Alandra


"Demi Teletubbies Raka, gue udah menyiapkan kata kata... DAN TERNYATA BULE MATA DUA INI MALAH... ASTAGHFIRULLAH YA Allah" teriak Alandra dalam batin nya


"Kenapa kamu bengong? Apa ada yang salah?" Tanya Max dengan heran


Iya, lo yang salah.. udah baperin anak orang malah di jatuhkan


"Hahaha, gak papa... Cuman mikir aja kok bos besar malah mintak punya orang bukan beli sendiri" sindir Alandra dengan bahasa Indonesia membuat Max menghela nafasnya dengan kesal


"Katakan dengan bahasa Inggris Alandra"


"Oke bos besar.. apakah kau sudah siap makannya? Aku ingin makan eskrim" ucap Alandra membuat Max mengganggu


"Baiklah ayo kita makan eskrim sambil jalan menuju ke rumah sakit" ajak Alandra sembari menarik tangan pria di sampingnya ini.


*


Dilain sisi,


"Mari berdendang semua, hiyaaakk goyang dombret... Goyang dombret"


"Popcorn manis, popcorn manis... 10k aja lumayan untuk nambah uang jajan"


Alan menatap kesal keluarga nya, ia benar benar tidak percaya dengan semua hal ini... Popcorn? Karoke? Bukankah lebih baik mereka menemani kembarannya itu


"Lan, lanjut" ucap Alita


"Ma, bukankah lebih baik kita jaga Alandra?" Tanya Alan


"Eits..dengar yah Mahendra Alan angkas anaknya Ivan Angkasa... Alandra udah ada yang jagain si Max... Sudahlah kamu diam aja disini mending kita karoke.. musik"


Alan menghela nafasnya dan dengan malas ia langsung keluar dari rumahnya dan berjalan ke arah sebuah taman


Ia menatap rumah keluarganya dengan malas, saat ini ia masih khawatir akan keadaan kembarannya itu


"Kenapa disini kak?" Tanya Alexa yang menghampiri Alan dan langsung mendudukkan tubuhnya disamping suaminya itu


Alan menghela nafasnya dengan kasar, perlahan ia meletakkan kepalanya di paha istrinya itu sambil menatap bintang di langit


"Bintangnya indah kek kamu" gombal Alan membuat wajah Alexa memerah


Alan menatap wajah istrinya yang memerah itu, tanpa sadar ia tersenyum.


Andai saja iya tidak menjadi pria bodoh sudah pasti ia akan bersama dengan Alexa dengan cepat


"Alexa" ucap Alan membuat Gadis itu menunduk menatap mata Alan


"I love u" ucap Alan dan langsung mencium bibir Alexa dengan cepat


"Oke cheese" ucap Raka yang tiba tiba menampilkan cahaya Flash dari kameranya membuat Alexa dan Alan membulatkan matanya


"Woww.. ternyata kakakku pria yang bucin" gumam Raka sembari melihat foto yang diambilnya


Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, ia benar benar sangat malu saat ini.. Alan yang menatap istrinya yang sedang malu langsung menatap Raka dengan tatapan membunuh


"Pengganggu saja" batin Alan dengan kesal dan langsung memanggil adiknya itu.


"Rakaaa" teriak Alan dengan kesal dan langsung mengejar Raka


"Huwaaa ada beruang lepas" teriak Raka dan langsung berlari dengan sekuat tenaga


"Awas kamu yah Raka" ucap Alan dengan kesal


"Huwaa beruang ganas ngamokk"


*


*


Halooo jangan lupa like, komen dan vote okee