
1 bulan kemudian
Alandra menatap pantulan dirinya di cermin, dapat ia lihat bahwa dirinya begitu tampak cantik dengan balutan kemeja dan rok yang sesuai dengan bentuk tubuh nya
Drt..drt..drt..
"Astaha pasti Max" gumam Alandra dengan kesal dan langsung menekan tombol hijau di ponselnya
"Aku sudah di depan pintu cepatlah kau keluar" ucap Max dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak membuat Alandra menghela nafasnya dengan kasar.
Yah, semenjak kejadian 1 bulan yang lalu.. ntah mengapa Max.. bos gila kerja nya itu sangat protektif padanya. Bahkan untuk pergi ke kantor saja, pria itu menjemput dirinya yang jelas jelas jarak apartemen pria itu sangat jauh dari apartemen nya
Cklek
"Kenapa lama sekali? Kau sudah telat 49 detik" ucap Max sembari menatap arloji di tangannya
"Yayayayaa...ya sudah Ayo kita pergi, nanti telat" ucap Alandra sembari meninggalkan Max membuat pria itu menghela nafasnya saat melihat tingkah laku sekertaris nya ini
"Bagaimana jadwalku?" Tanya Max saat mereka berdua tengah berada di lift
"Jam 10 ada rapat untuk membahas gelang couple kesehatan dan setelah makan siang ada pertemuan antara-"
Ting
"Alandra?"
"Kak Riki?" Gumam Alandra dengan terkejut
Sedangkan Max, jangan tanya pria otu seperti apa.. rasanya ia sangat membenci pria yang merupakan koleganya ini
"Kok kak Riki disini? Bukannya di Indonesia?" Tanya Alandra saat mereka bertiga sudah di dalam lift
"Ah iya, aku kebetulan pindah kesini tapi gak lama hanya sebulan karena ada beberapa kepentingan.. dan kebetulan apartemen ini sangat dekat dengan kantorku"
"Benarkah? Wow" ucap Alandra dengan terkejut
"Oh iya, apa kalian pacaran?" Tanya Riki dengan heran membuat Max menarik sudut bibirnya ke atas
"Enggak.." ucap Alandra dengan cepat
"Syukurlah, aku kira kalian pacaran.." ucap Riki dengan tawanya membuat Alandra ikut tertawa juga
Sedangkan Max, pria itu langsung berubah menjadi mode dingin bak es batu
Ting
"Ayo Alandra, kita sudah telat.. Tuan Riki.. saya duluan" ucap Max dan langsung menarik tangan Alandra
"Bye kak ki" ucap Alandra dan langsung mengikuti langkah Max
*
Scoat Group
"Seperti yang sudah dibuat, bahwa fitur pendeteksi pada gelang couple ini berjalan dengan baik, namun hal itu belum kita uji coba pada pasangan yang lain"
Apa kalian pacaran?
Enggak
"Pak Max"
"Pak Max"
"Tumben banget sih bos gitu?"
"Iyakan, biasanya ini ruang rapat ngeri banget rasanya seperti masuk dalam kandang buaya"
"Eh udah siap?" Tanya Alandra saat dirinya masuk ke dalam ruangan
"Udah ndra, barusan aja pak Max keluar"
"HAH? KOK CEPAT AMAT" ucap Alandra dengan terkejut
"Lah kamu yang sekertaris nya aja bingung apalagi kami"
"Itu bule napa dah.. kok tumbenan gini" batin Alandra yang masih tidak percaya dengan keajaiban ini
"Andra, kamu dipanggil pak Max" ucap seseorang membuat Alandra berbalik
"Ah iya.... Gaes aku duluan yah" ucap Alandra dan langsung mengambil barang barangnya.
Alandra masih memikirkan hal ini, apa bos gila kerja nya itu salah minum obat? Atau jangan jangan bos nya itu sedang dikutuk peri baik?
"Gak benar ini, pasti ada sesuatu yang gak beres" ucap Alandra yang saat ini tepat berada di depan pintu ruangan Max
Tok..
Tok..
"Masuk" ucap Max
Dengan perlahan, Alandra membuka pintu ruangan Max.. dapat ia lihat bos gila kerjanya itu sedang menatap layar monitor komputer dengan tatapan kosong
"Duduk" ucap Max tanpa bantahan membuat Alandra menuruti ucapan pria itu.
"Ada apa anda memanggil saya tuan bos?" Tanya Alandra dengan heran
"Kemarikan tanganmu" ucap Max
"Heh? Mau ngapain?"
"Udah kemarikan saja" ucap Max tanpa bantahan
Dengan terpaksa Alandra meletakkan tangannya ke atas meja Max.
"Awas aja ini bule mata dua macam macam tak pites kepala nya" batin Andra
Max mengambil gelang dari sebuah kotak dan memakaikan gelang tersebut ke tangan gadis di depannya ini
"Jangan dilepas sampai kapanpun.. kalau kamu lepas gelangnya maka gajimu saya potong" ancam Max
"Bukannya ini gelang couple? Lah yang makek couple an nya siapa?" Tanya Alandra dengan heran
"Yah saya lah, siapa lagi?"
"HAH?"
*
*
Yuhuu jangan lupa untuk vote, komen dan like...