Remember

Remember
keluarga yang Freak



"akhirnya mama ketemu sama mantu mama juga" ucap Alita yang langsung memeluk tubuh Alexa


"Mulai drama bung" ceplos Raka dan langsung saja mendapatkan jitakan kuat dari Alita.


"Ya Allah nyesal bet dah gue ngomong" ucap Raka dengan sedih.


"Mama ada nelfon Alandra?" Tanya Alan dengar serius.


"Haduhh.. macem tidak tau saja mama.. untung Raka langsung potong kalau kita ke korea" ucap Raka dengan bangga.


Alan menghela nafasnya, ia sudah tau dengan sifat mamanya.. mamanya benar benar tidak sabaran jika menyangkut bertemu dengan anaknya.


"Baiklah, ayo langsung ke mansion saja" ucap Ivan yang dibalas anggukan Alan.


"Bang, gue sama lo ya" ucap Raka


"Oh tentu saja tidak bisa... Gue tau lo kagak betah bukan dengan kemesraan mama dan papa?" Tebak Alan yang dibalas anggukan dan ekspresi mewek Raka


"Terima aja lah, makanya jangan jomblo.. ayuk sayang" ucap Alan dan langsung menarik tangan istrinya itu.


"ASTAGHFIRULLAH.. dasar punya abang pelit" gumam Raka dengan kesal.


"Sudahlah boy, mari bersama kami.. yakan ma" ucap Ivan membuat Raka menghela nafasnya dan menghentakkan kakinya layaknya seorang anak kecil.


*


Mansion Angkasa


"Apa kau yakin dengan rencana ini?" Tanya Ivan dengan serius pada Alan


"Tentu saja pa, dengan begitu kita bisa memberitahu bahwa dia sedang bermain main dengan keluarga kita" ucap Alan yang sudah merencanakan rencananya dengan baik


"Aku hanya bisa berdoa agar rencana ini berjalan baik" ucap Raka sembari memakan pizzanya


"Berdoa? Tentu saja kau juga ikut dalam rencana ini"


"APA? AKU IKUT? UNTUK APA?" Tanya Raka dengan terkejut.


"Untuk apa kau dibawa kesini oleh mama dan papa jika kau tidak ikut rencana ini" ejek Alan membuat Raka menghela nafasnya dengan kesal


"Kak kau tau bukan, jika kau ikut.. aku seperti seorang anak kecil yang mengikuti ibunya kemana mana" ucap Raka dengan kesal


"Lah, gimana sih.. katanya ikut rencana.. tapi gk ikut ke kantornya.. gaje banget sih" ucap Raka dengan kesal.


Iya benar benar tidak paham dengan pikiran kakaknya yang jenius ini..


"Kau hanya perlu menyadap beberap komputer mereka dan menyadap percakapan ponsel Steven.. dan juga meletakkan gps pada mobilnya dan mengurusin satu nenem sihir itu" ucap Alan membuat Raka membelalakkan matanya.


"Kalau untuk sadap menyadap okelah.. gps? Gila yah lo?mana bisa gue lakuin itu.. dan nenek sihir.. siapa nenek sihir itu?" Ucap Raka dengan kesal


"Kau tenang saja, Aku akan membantumu dalam hal itu.  Yang penting kau bisa membantu yang lain itu.. nenek sihir tentu saja wanita itu" ucap Alan


"Baiklah kalau itu masalah kecil, serahkan sama Raka si Tampan" ucap Raka dengan pd nya.


Byurrr..


"Ih mamaa jorokkkk" teriak Raka saat Alita tiba tiba menyemburkan air dari mulutnya ke wajah Raka


"BUAHAHAHAKK.. MAKANYA JANGAN SOK KEGANTENGAN" ucap Ivan dengan tawa kerasnya membuat Raka menatap papanya itu dengan datar.


"Ya ampun sayang, maafkan mama.. mama tidak sengaja" ucap Alita dan langsung mengelap wajah anaknya itu dengan tisu.


"Udah ah malas sama papa" ucap Raka dan langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Mereka.


"Kan kamu nih mas.. merajuk dianya kan" ucap Alita


"Eh kok mas? Kan kamu-"


"Pokoknya mas yang salah.. Raka sayang mama sudah pukul papa kamu yang nakal itu.. ayo jangan marah lagi yah" bujuk Alita membuat Ivan menatap tidak percaya istrinya itu.


"Bersabar pa.. ini cobaan.. ayo sayang kita ke kamar" ucap Alan dan langsung menarik tangan Alexa.


"ASTAGHFIRULLAH memang keluarga freak semua ini" gumam Ivan sembari memijit pangkal hidungnya.


*


*


Jangan lupa like, komen dan vote.. oh iya sayang sayangku tetap dukung author yahh.. muachh