Remember

Remember
Rayuan Eskrim Coklat



"6004 apa ini yah apartemen nya onty cantik" gumam Rain dengan heran saat berdiri di depan sebuah pintu apartemen.


Cklek..


"Hoam ngantuknya" ucap Alandra sembari meregangkan otot ototnya.


"Onty cantik" ucap Rain membuat Alandra terkejut dan langsung menoleh ke bawah


"Eh.. Rain? Kamu sama siapa sayang?" Tanya Alandra dengan heran dan langsung berjongkok tepat di depan tubuh gadis kecil tersebut.


"Rain sama -"


Ting


Pintu lift terbuka membuat Alandra dan Rain sama sama menoleh ke arah lift


"Sama uncle Max Onty" ucap Rain sambil menunjuk Max yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa beberap barang belanjaan.


Alandra menatap heran Max, untuk apa pria ini disini? Dan mengapa pria itu membawa banyak sekali barang belanjaan.


"Onty.. onty tau gak kalau uncle Max-"


"Ehem" dehem Max membuat Rain langsung menghentikan ucapannya membuat Alandra menghela nafas dengan kesal.


Rasanya ia ingin menendang wajah pria di depannya ini.. namun apalah dayanya jika ada anak kecil di depannya ini.


"Ayo masuk Rain" ucap Alandra dengan senyum manisnya dan dibalas anggukan Rain..


Sedangkan Max, ia hanya menatap datar gadis di depannya ini. Bagaimana bisa Alandra tidak menganggap dirinya berada disini.


"Uncle ayo masuk" ucap Rain saat gadis kecil itu sudah berada di dalam membuat Max langsung memasuki apartemen Alandra.


"Rain mau minum apa sayang?" Tanya Alandra dengan ramah.


"Rain gak mau minum onty, Rain mau eskrim coklat yang dibeli uncle Max" ucap Rain dengan polos dan langsung menunjuk beberapa belanjaan yang ada di tangan Max


Alandra menatap Max dengan datar, untuk apa pria ini membawa eskrim coklat? Apa pria ini ingin merayunya dengan eskrim coklat?


"Uncle.. eskrim coklatnya mana?" Tanya Rain dengan tidak sabaran.


Max menatap Rain dengan kesal, rasanya ia ingin menyumpal mulut keponakannya saat ini juga.


"Uncle.. kok bengong sih" ucap Rain sambil menekuk bibirnya.


"Ah iya, ini eskrimnya" ucap Max yang langsung mengambil sebungkus eskrim coklat milik Rain.


"Makasih uncle"


"Dan ini untukmu" ucap Max yang langsung memberi kantong belanjaan berisi eskrim coklat dari berbagai merek.


Alandra menatap kantong belanjaan tersebut dengan datar, ia akan bertekad tidak akan luluh meskipun pria di depannya ini merayunya dengan eskrim coklat kesukaan nya.


"Onty kenapa gak nerima? Onty tau gak, kalau uncle Max.. hampir 2 jam memilih eskrim untuk onty" ucap Rain dengan polos membuat wajah Max memerah


Alandra mengangkat salah satu alisnya dan menatap wajah Max yang memerah. "Benarkah Rain?" Tanya Alandra


"Benar onty, bahkan uncle Max.. mphhhh-"


Dengan cepat Max langsung menutup mulut keponakannya itu, bisa berabe jika Alandra tau bahwa ia yang berinisiatif untuk datang kesini.


"Ih uncle.. tangannya bau..ihh" ucap Rain dengan kesal saat Max melepas tangannya dari mulut Rain


Alandra tertawa kecil, ntah mengapa tingkah Max dan Rain begitu sangat lucu saat ini.


"Ya ampun, onty kalau ketawa cantik deh" celutuk Rain yang menatap wajah Alandra yang sedang tertawa


"Benarkah? Tapi ada yang lebih cantik daripada onty"


"Siapa onty?" Tanya Rain dengan kepo


"Rain dong" ucap Alandra membuat Rain tersenyum senang.


*


*


Steven mengacak rambutnya dengan gusar, ia benar benar tidak mengerti.. mengapa semua perusahaan yang bekerjasama padanya membatalkan kerjasama dengan perusahaannya?


"****, sial" ucap Steven dengan emosi dan melempar berkas berkas dari atas mejanya hingga membuat berkas itu menjadi berjatuhan.


Tok..


Tok..


"Masuk"


"Ada apa?" Tanya Steven sembari memijit pangkal hidungnya


"Tuan, saya mendapatkan kabar bahwa CEO dari Anexa Group sedang dalam perjalanan menuju perusahaan kita" ucap orang kepercayaan Steven membuat Steven menoleh kan pandangannya.


"Untuk apa dia kemari?" Tanya Steven dengan heran


"Dari info yang saya dapat bahwa kedatangan beliau yaitu ingin membahas tentang proposal kerjasama antara Anexa Group dengan Steven Group tuan.."


Steven menyandarkan tubuhnya di kursinya dan menarik sudut bibirnya dengan lebar.


"Kau boleh keluar"


"Baik tuan"


"Anexa Group... Menarik" gumam Steven dengan senang.


Dilain sisi,


Alan menatap istrinya yang sedang tidur, ntah mengapa ini merupakan kebiasaannya setiap hari.


"Pagi sayang" ucap Alan saat melihat mata Alexa terbuka membuat Alexa tersenyum tipis.


"Kak Alan cepat banget bangun nya"


"Iya dong, namanya mau lihat kamu" ucap Alan dan langsung mencium bibir Alexa membuat wanita itu terkejut


"Kak Alan" ucap Alexa terkejut


"Morning kiss" ucap Alan dengan kedipan mata membuat wajah Alexa memerah.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Alan sembari meletakkan rambut Alexa kebelakang telinga wanita itu.


"Apa aja.. pasti Alexa makan" ucap Alexa membuat Alan mengangguk mengerti.


"Oke honey" ucap Alan dan hendak mencium bibir Alexa kembali namun kegiatannya tertunda saat seseorang mengetuk pintu kamarnya


"****"


"Kak Alan" ucap Alexa membuat Alan menghela nafasnya dengan kesal dan berjalan ke arah pintu.


"Ada apa?" Tanya Alan dengan datar.


"Maaf tuan, saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa nyonya Alita beserta tuan Ivan dan Tuan Raka sedang menuju ke arah London juga tuan" ucap Mr one membuat Alan menghela nafasnya.


"Kapan kepergian mereka?" Tanya Alan


"Sekitar beberapa jam yang lalu tuan"


"Baiklah, terimakasih informasinya" ucap Alan


"Baiklah, kalau begitu saya permisi tuan" pamit Mr. One yang dibalas anggukan Alan.


"Kenapa mama dan papa juga turun?" Batin Alan dengan heran dan memutuskan untuk tidak memikirkan itu.


"Alexa.. aku datang"


*


*


Haii.. jangan lupa like, komen dan vote