Remember

Remember
Jogging



Malam hari


Max menatap pantulan dirinya di cermin, ini sudah 2 jam lamanya dirinya dalam memilih pakaian yang akan dirinya gunakan untuk jogging besok bersama dengan Alandra


"Yang ini atau yang ini?" Gumam nya sambil memilih milih baju yang ada ditangannya


"Ini saja lebih bagus" ucap Max dengan senyum di bibirnya dan memutuskan untuk tidur lebih cepat agar dirinya bisa mengajak gadis itu pergi jogging.


Dilain sisi,


Alandra menatap ke arah film yang ada di depannya sambil memakan snack yang baru saja ia beli tadi.


Ia masih memikirkan hal yang mengangganjal di hatinya, apalagi kalau bukan Max. Pria itu benar benar sangat aneh, sebentar tersenyum sebentar pemarah.. seperti perempuan yang sedang datang bulan saja


"Kau menyukainya... Kau terus memikirkan nya"


Alandra memicingkan matanya dan menggeleng cepat


"Aishh...gak mungkin gue suka sama itu orang.. ada ada aja" batin Alandra saat mendengar suara dari film yang saat ini tengah ia tonton


Alandra mengambil ponselnya yang ada diatas meja dan mengetikkan sesuatu


Aku dekat dengan bos ku saat ini, namun ntah mengapa sikap bos ku berubah rubah terkadang dia sering tersenyum padaku terkadang dia hanya diam saja terutama saat aku menerima telepon dari senior ku.. aku tidak mengerti dengannya, sebenarnya dia kenapa? ~nona manis


Apa kau bodoh? Tentu saja itu tandanya ia menyukai mu, dan sikapnya itu menampilkan rasa cemburu nya padamu ~ princess Cantik


Benar yang dikatakan princess kecil, bosmu itu menyukaimu.. tapi bagaimana perasaanmu? ~Kucing Kecil


Ntahlah, aku juga tidak tau... Terkadang aku merasa nyaman padanya dan juga terkadang jantungku berdetak kencang saat dia sedang menggenggam tanganku ~nona manis


Bukankah tanda nya kalian berdua saling menyukai? Mengapa kalian tidak mengutarakan perasaan kalian masing masing ~kucing kecil


Jangan ...sebagai perempuan biar pria saja yang menyatakan perasaannya jangan kita~princess cantik


Ini sudah zaman berbeda... Tidak ada perbedaan mau perempuan atau laki laki yang menyatakan perasaannya duluan~ Kucing kecil


Alandra menghela nafasnya dengan pelan, benarkah ia menyukai Max? Atau ini hanya sekedar perasaan gugup saja yang melanda dirinya?


"Benar benar sangat rumit, aku tidak mau memikirkan nya.. mendingan aku tidur saja" batin Alandra dan mematikan televisinya dan meletakkan ponselnya ke atas nakas kemudian menutup matanya


*


*


Pagi hari


Drt ...drt...


Alandra meraba ponselnya diatas nakas, sungguh ia benar benar mengutuk orang yang menelpon dirinya di pagi weekend seperti in


"Kamu masih tidur? Ini sudah jam berapa? Cepat bangun saya berada di depan pintu apartemen mu"


Alandra membuka matanya dengan tiba tiba dan melihat ponselnya. Apa dia salah hari?


Alandra langsung mengambil kalender duduk yang ada diatas nakasnya dan melihat dengan teliti hari di kalender


"Benar ini hari weekend.. atau bos nya ini memang gila kerja sampai hari saja tidak tau"


Alandra meletakkan ponselnya ke telinganya kembali


"Hei, ini adalah hari weekend.. hari dimana orang tidur nyenyak.. jadi kepada tuan Max.. tolong jangan-"


"Saya akan potong bonus kamu jika-"


"Oke, akan aku buka kan" ucap Alandra yang langsung melempar ponselnya dan berdiri dari tempatnya tidurnya


"Sikit sikit potong bonus.. memang bos gak ada akhlak" cibir Alandra


Alandra berjalan keluar dari kamarnya dan berjalan dengan malas ke arah pintu. Persetan dengan wajah bantalnya saat ini, ia benar benar tidak perduli


Cklek..


"Hoamm... Ada ap-" ucap Alandra terputus kala melihat Max yang saat ini sudah bersiap hendak jogging


"Kenapa belum siap?"


"Hah? Belum siap apa?" Tanya Alandra dengan heran


Max memutar bola matanya dengan malas, ia langsung mendorong tubuh Alandra kedalam


"Bersiaplah.. kita akan jogging pagi ini"


"Eit.. tunggu" ucap Alandra dan langsung membalikkan tubuhnya


"Jogging apa? Siapa yang mau jogging...gak ada gak ada" ucap Alandra


"Tidak ada penolakan nona Alandra.. ayo sekarang bersiap siap aku akan menunggumu 5 menit jika tidak-"


"Oke oke... Bentar" ucap Alandra yang langsung berjalan ke arah kamarnya


"Dasar bule gak ada akhlak... Kalau bukan karena bonus ogah gue" gumam Alandra sambil menghentakkan kakinya membuat Max menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah Andra bagaikan anak kecil


*


*