Remember

Remember
Perkataan Kecil Rain



Kediaman Steven


Airin menatap berita dari televisinya, ia menyeringai dengan senang. Semua berita berisi tentang dirinya dan Alandra, gadis jal*ng itu


Drt..drt..


"Halo vella" ucap Airin dengan senang sembari menikmati buah potong


"Aku melihatmu di berita, aku tidak mengerti dengan mu.. kenapa kau berkelahi dengan wanita itu?" Tanya Vella yang merupakan teman Airin


"Aku hanya memberi dia pelajaran, lagi pula gadis itu memang pantas mendapatkan nya" ucap Airin dengan tenang.


"Apa kau tau dia siapa Airin? Apa kau sudah mencari informasi terkait wanita itu?"


"Tentu saja sudah Vella, aku tidak mungkin melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ku" ucap Airin dengan senang.


"Baiklah Vella, aku akan menikmati ini dulu.. datang lah jika ingin berpesta denganku" ucap Airin dan mematikan ponselnya sepihak.


"Indahnya pemandangan ini" gumam Airin dengan senang


Dilain sisi,


"Apa katanya?" Tanya seorang pria dengan tubuh tegap membuat Vella menunduk takut


"Dia tidak mengetahui bahwa gadis itu adalah keluarga Angkasa" ucap Vella dengan takut takut


Pria itu menarik sudut bibirnya, betapa senangnya ia mendengar ucapan dari gadis di depannya ini


"Ini uang untukmu, menjauhlah dari Airin"


"T-terima kasih" ucap Vella dengan takut takut dan mengambil uang yang berjatuhan namun seperkian detik, pria itu meletakkan pistolnya pada dahi gadis tersebut dan menembaknya.


"Satu orang telah selesai" gumam pria itu dengan senyum devilnya dan pergi meninggalkan mayat gadis tersebut.


*


*


Apartemen Alandra


"Uncle Max, Rain lapar dan bosan" ucap Rain dengan sendu


Alandra menatap gadis kecil tersebut, ia juga sama seperti gadis itu.. merasa bosan dan lapar.


"Mau onty buatin makanan?" Tanya Alandra namun dibalas gelengan Rain.


"Rain pengen makan McDonald's onty sekaligus jalan jalan" ucap Rain dengan sendu.


Max menghela nafasnya sebentar, ia juga merasakan hal yang sama seperti keponakannya ini..


"Onty, Uncle ayo jalan jalan" ucap Rain yang memegang tangan onty dan unclenya ini.


"Hmm"


"Yee..." Ucap Rain kesenangan.


"Kau mau ikut atau tidak?" Tanya Max dengan kikuk membuat Alandra menatap Max dengan menahan tawa


"Tentu saja uncle, kenapa sih uncle nanya nanya lagi" ucap Rain memarahi Max


"Buju buset, lebih peka anak kecil ternyata dah... Dibandingan uncle nya ini" batin Alandra yang melihat Rain


"Onty ganti baju dulu yah cantik" ucap Alandra yang dibalas anggukan semangat Rain.


Alandra menutup matanya, rasanya ia benar benar malu membuka matanya saat ini.


"Uncle, Onty kapan kalian selesai ciumannya?" Tanya Rain sembari menutup matanya dengan tangannya membuat Alandra dan Max memandang Rain.


"Eh astaghfirullah keenakan" gumam Alandra namun beberapa detik ia langsung memukul mulutnya.


"Makasih" ucap Alandra dengan wajah memerah sedangkan Max hanya menatap datar Alandra dan mengangguk pelan.


"Udah belum Uncle? Onty?" Tanya Rain sekali lagi.


"Buka matamu Rain, Uncle tidak menciumnya" ucap Max dengan datar membuat Rain membuka matanya dengan pelan dan menatap Max dan Alandra


"Siapa yang mengajarkan mu seperti itu?" Tanya Max dengan heran pada keponakannya ini.


"Tentu saja mommy and Daddy, Uncle... Mommy menyuruh ku jika ada dua orang yang sedang berdekatan seperti itu maka aku harus menutup mataku.. kata mommy orang dewasa sedang melakukan ciuman" ucap Rain dengan polos.


Alandra membulatkan matanya dengan terkejut, yang benar saja.. Angela mengajarkan pada anaknya seperti itu.. apakah wanita itu tidak tau waktu dan tempat saat bermesraan?


Max menghela nafasnya, ia sudah tau pasti itu adalah ajaran sepupu gilanya.. bagaimana bisa sepupu nya itu mengajarkan seperti ini pada anak kecil yang berusia 5 tahun


"Onty tidak jadi pakaian?" Tanya rain kepo


"Ah iya, iya.. ini onty mau ganti pakaian" ucap Alandra dan langsung memasuki kamarnya.


Tidak butuh waktu yang lama untuk Alandra berganti baju, buktinya saat ini ia sudah memakai pakaian casual dengan rambut yang di cepol.


"Uncle, onty udah siap" ucap Rain membuat Max menoleh ke arah Alandra.


Max terdiam, ntah mengapa jantungnya berdetak dengan kencang.. ada apa dengan dirinya saat ini?


"Uncle ih... Ayo" ucap Rain membuat Max tersadar dan berdehem pelan.


"A-ayo" ucap Max dan langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar.


"Onty sini lah" ucap Rain membuat Alandra langsung berjalan mendekati Rain dan langsung berjongkok si hadapan gadis kecil itu.


"Ada apa sayang?"


"Sepertinya uncle Max suka sama onty deh" bisik Rain membuat Alandra membulatkan matanya.


Deg..


Deg..


Deg...


Deg...


Ada apa dengan dirinya saat ini? Mengapa jantungnya bisa berdetak kencang seperti ini hanya karena perkataan anak kecil.


Dengan cepat Alandra menggelengkan kepalanya dengan kuat, bisa gila jika ia mendengarkan suara gadis kecil itu.


"Ah, ayo Rain... Uncle Max sudah menunggu"


"Ayo onty"


*


*


Haii..gaess.. jangan lupa like, komen dan vote