
"Capek?" Tanya Max yang dibalas anggukan Alandra.
"Sebentar" ucap Max yang langsung pergi membuat Alandra menatap heran Max dan langsung menoleh kearah pantai.
"Seandainya gini terus, behh.. dah enak banget gue" gumam Alandra dengan senang.
"Ini" ucap Max tiba tiba sembari memberikan minuman kepada Alandra.
"Makasih" ucap Alandra dengan senang dan langsung meminum minumannya.
"Ahh, leganya" ucap Alandra dengan senang.
"Terimakasih" ucap Max tiba tiba membuat Alandra menatap Max dengan heran.
"Untuk?"
"Untuk membuatku bolos bekerja" ucap Max membuat Alandra tertawa kecil.
"Gak usah terimakasih kali, oh iya.. aku punya makanan" ucap Alandra yang mengingat bahwa ia memiliki makanan yang ia buat tadi pagi.
"Benarkah? Kebetulan aku sangat lapar sekali" ucap Max yang tidak sabaran.
"Okey, bentar" ucap Alandra yang merogoh tas nya dan mengeluarkan dua kotak bekal.
"Tadaaa... Ini untukmu dan ini untukku" ucap Alandra.
Dengan tidak sabaran, Max membuka bekal makan siangnya dan membulatkan matanya.
"Nasi?" Tanya Max dengan heran.
"Hehehe, ini makan siang orang Indonesia. Ini ada tempe goreng, ayam goreng dan sambal" ucap Alandra yang memberi tahu isi bekal yang telah ia buat.
Max mengambil sesendok nasi dan ayam kemudian ia mencolek sambal nya sedikit dan memasukkan ke dalam mulutnya.
Alandra menatap Max dengan takut takut, apakah masakannya enak? Atau pria bule itu tidak menyukai nasi?
" Gimana?" Tanya Alandra takut takut.
"Sangat enak sekali" ucap Max dengan senang.
"Yah kirain-, Apa? Enak?" Ucap Alandra yang tidak percaya dan dengan cepat langsung memakan makanannya.
"Astaga, demi dragon ball.. beneran enak ternyata" ucap Alandra yang tidak percaya akan masakannya ini.
"Aku tidak tau, kau jago sekali memasak" puji Max.
"Kau tau, aku tidak percaya.. aku sendiri yang memasaknya" gumam Alandra dan melanjutkan makannya.
Dilain sisi,
Airin menggengam tangannya dengan kuat, rasanya ia ingin menampar wanita yang mendekati Max itu.
"Apa kau sudah mencari data tentang wanita itu?" Tanya Airin sembari memainkan ponselnya di mobilnya.
"Sudah nona, dari data yang saya dapat.. wanita itu merupakan anak angkat dari nyonya Elena yang merupakan ibu dari nona Alexa"
Airin menarik sudut bibirnya, itu bukanlah hal yang mudah baginya untuk menjauhkan gadis itu dari Max.
"Dasar gadis jalang... Berani sekali ia bermain dengan ku" gumam Airin dengan senyum devilnya.
"Baik nona" ucap seseorang pria tersebut dan pergi keluar dari mobil Airin.
*
*
"Apa boleh aku bertanya padamu sesuatu?" Tanya Max pada Alandra yang sedang membereskan bekal sehabis mereka makan.
"Tanya apa?" Tanya Alandra
"Kenapa kau memalsukan data dirimu?" Tanya Max membuat Alandra menghentikan kegiatannya dan menatap Max.
"Kenapa kau sangat ingin tahu sekali sih?" Tanya Alandra sembari terkekeh kecil.
"Aku tidak mengerti denganmu, kau adalah putri dari pengusaha kaya.. akan tetapi kau malah ingin bekerja padaku dan memalsukan data dirimu sendiri" ucap Max yang tidak mengerti dengan Alandra.
Alandra menatap Max dan tertawa kecil, ntah mengapa ia sangat menyukai wajah polos pria ini.
"Karena aku ingin bebas" ucap Alandra membuat Max menoleh ke arah Alandra.
"Bebas?"
"Kau tau, aku hanya ingin bebas saja... Dan juga aku ingin bisa mandiri tanpa bantuan orang tuaku"
"Lantas, kenapa kau memalsukan datamu?"
"Aku hanya tidak ingin semua orang mengetahui bahwa aku adalah anak dari Mahendra Ivan Angkasa.. maka dari itu aku memalsukan dataku" ucap Alandra dengan kekehan kecil mengingat bagaimana kembarannya itu yang terkenal akibat skandalnya dengan Alexa yang membuat dirinya memutuskan untuk memalsukan data dirinya.
"Apa kau suka eskrim?" Tanya Max tiba tiba membuat Alandra menoleh kearah Max
"Tentu saja, semua orang suka eskrim... Apa bos besar ku ini ingin mentraktir ku eskrim?" Tanya Alandra dengan senyum manisnya.
"Tidak, aku hanya bertanya saja.." ucap Max membuat Alandra mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Kalau tidak mau dibayar, yah gak usah nanyak juga kali... Dasar bule pelit" celutuk Alandra dengan kesal.
"Apa kau baru saja memakiku?" Tanya Max dengan wajah datar sedangkan Alandra, gadis itu hanya pura pura tidak mendengar ucapan dari Max membuat Max menghela nafasnya.
"Baiklah aku akan membelikanmu eskrim" ucap Max membuat Alandra tersenyum manis.
"Rasa coklat yah" ucap Alandra dengan eskpresi bak seperti anak kecil.
Deg..
Deg..
Max langsung berjalan meninggalkan Alandra, ntah mengapa jantungnya saat ini berdetak kencang.. hanya melihat senyum gadis itu.. rasanya ia sangat menyukainya.
"Ada apa denganku ini?" Batin Max yang tidak mengerti akan dirinya saat ini.
*
*
Halo, jangan lupa like, komen dan vote sayang...muachh..
Happy reading