RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY

RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY
#REHHAT [3] – [74] Party Terbaik? (1/2)



Wilayah Kekuasaan Konglomerat Soro Dojo


Wilayah Kekuasaan yang merupakan salah satu Wilayah Konglomerat Khusus terbesar di Daratan Surga. Konglomerat Soro Dojo merupakan salah satu Keluarga Konglomerat yang memonopoli sumber daya dari gerbang-gerbang dungeon serta bahkan beberapa urat bijih di pertambangan.


Distrik Plaza.3


Kami tiba di Plaza Wilayah Kekuasaan Konglomerat Soro Dojo. Ini memang bukan pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Wilayah Kekuasaan Keluarga Konglomerat Soro Dojo tanpa Angelica.


Ya. Aku hanya dipandu oleh Tuan Muda dari penguasa wilayah ini:


Nanang Soro Dojo


Ya. Pria Kapak Merah itu langsung meninggalkan kami di Distrik Plaza ini tanpa memberi instruksi selanjutnya.


Kami bertiga hanya bisa melihat-lihat sekitar dengan antusias.


“Kenapa banyak Pribumi Daratan Surga seperti kita di sini?” tanya Mo, melihat sekitarnya dengan saksama.


“Hebat. Banyak dari mereka yang lebih kuat dari kita,” timpal Ro.


Aku hanya bisa mengangguk, mengagumi para NPC. Pribumi Daratan Surga. Seperti kami bertiga namun memiliki kekuatan yang jauh di atas kami.


“Ya.” Aku menatap kedua pria di samping kananku. “Mungkin kita juga bisa jadi kuat seperti mereka?”


Dalam ingatanku yang berantakan ini, aku ingat jika ini memang pertama kalinya Mo dan Ro memasuki Wilayah Dalam Konglomerat Soro Dojo. Sebab hanya aku dan Angelica yang pernah masuk ke Plaza Distrik.0 saat kami berdua ingin merekrut anggota party baru.


Aku, Mo, Ro dan Angelica waktu itu hanya meng-grinding di Field serta berbagai macam Gate dan Mini Dungeon di luar Wilayah Dalam Kekuasaan Konglomerat Soro Dojo.


Wilayah Dalam setiap Keluarga Konglomerat memang tidak mengizinkan Player maupun NPC bertarung. Ada tempat yang dinamakan Arena Pertarungan di Distrik Inti setiap wilayah tersebut.


Itu apa yang aku ingat dari penjelasan singkat Angelica dulu.


Saat kami bertiga melihat-lihat lapak dagangan di luar Inti Plaza, tiga orang dari pengejar: Pria Assassin, Archer dan Sniper kembali. Terlihat juga sosok-sosok emas melayang di atas mereka dan melesat cepat menuju ke Wilayah Inti Konglomerat Soro Dojo.


Line up yang aneh, demikian pikirku, merasa heran saat melihat komposisi Party Kecil Tuan Muda Nanang.


Nanang telah pergi begitu saja meninggalkan aku, Ro dan Mo di Plaza ini; Begitu pula ketiga orang tersebut, yang terlihat sama sekali tidak menghiraukan kehadiran kami.


Mereka bertiga hanya terlihat kelelahan, kesal dan kecewa setelah melakukan pengejaran dan kembali ke Wilayah Luar Distrik Plaza ini.


“Sial!" umpat Assassin Pria itu, menatap sosok-sosok emas Tier.4 yang dengan cepat menyebar ke berbagai arah, "Kita kehilangan mereka."


Archer Pria di hadapannya menggeleng, "Itu nggak aneh, Kak .. Mereka semua pake Teleport Stone High Rank!".


"Huh, anak-anak boros seperti mereka. Tapi Tuan Muda Toro itu terluka parah karena ngelindungin tiga orang pemula-nya, kan? Aku pikir ini sepadan,” gerutu seorang Sniper Pria, menyandangkan senjata laras panjangnya di punggung.


Aku, Mo dan Ro mendengar obrolan singkat para anak buah Nanang tersebut, tentang gagalnya pengejaran.


“Kalau aja Tuan Muda ikut dalam pengejaran,” gumam Assassin Pria, lalu kemudian menggeleng, “Huh ... Lupakan. Ayo kita melaporkan ini.”


Mereka memuji-muji kehebatan Tuan Muda mereka, dan menyayangkan Tuan Muda bernama Nanang itu malah mengantar kami ke Distrik Luar Plaza ini. Dan pada akhirnya, mereka bertiga berjalan menuju ke arah Wilayah Kediaman Mewah.


Aku ingat bahkan bersama Angelica, kami berdua sama sekali tidak diizinkan memasuki wilayah tersebut. Kami berdua memang bisa memasuki Distrik Plaza Point mana pun, namun di Wilayah Inti seperti Kediaman Mewah, kami sama sekali tidak diizinkan masuk.


Siluet ketiga orang dari party kecil Nanang Soro Dojo pada akhira menghilang dari pandangan kami bertiga.


Ya. Aku, Mo dan Ro pada akhirnya ditinggalkan oleh mereka semua di sini.


“Ayo kita lihat-lihat aja,” ajakku, berjalan pergi.


Mereka menjawab, “”Ya.””


Kami bertiga berjalan berdampingan, melihat-lihat Distrik Luar Plaza.3.


Aku belum pernah ke sini waktu malam hari, demikian pikirku.


Karena aku dan Angelica pasti akan pulang sebelum waktu senja tiba, karena aku harus menjemput kakek pulang.


Mungkin tidak akan ada majikan sebaik dia lagi, huh, pikirku, melihat sekitar, “Apa kita akan jadi budak seperti mereka?”


Aku menggumam seperti itu dengan lirih namun sepertinya Mo dan Ro mendengarku.


“Mungkin.”


“Ya.”


Mereka berdua mengikuti arah pandanganku di mana para budak kelas rendah sedang tidur di gang dan di depan Bangunan Kosong tanpa beralaskan apa-apa.


Kami bertiga tidak mempunyai Koin Emas, jadi kami tidak bisa memasuki Wilayah Dalam Distrik Plaza.3 Konglomerat Soro Dojo ini.


Pun aku tahu, mereka berdua sama sepertiku, sudah menghabiskan semua Syringe dan Energy Candy yang susah payah kami dapatkan.


Semakin kami bertiga mengitari Luar Plaza, kami melihat banyak NPC Bangsawan dan beberapa budak. Mereka lebih sedikit daripada yang kulihat bersama Angelica dulu.


Mungkin karena ini malam hari? Entahlah, demikian pikir, yang mulai lelah, Apa benar kami bertiga akan menjadi Umpan Daging-nya sementara saja?


Namun jika seperti itu, mungkin kebebasan kami bertiga sepertinya akan direnggut oleh Tuan Muda ketiga orang yang pergi itu. Nanang. Yang mana aku jelas tahu dia memang sepupu Angelica.


Kalau aku tidak salah, pikirku, menatap Kediaman Mewah Nanang, sepupu itu masih bagian dari keluarga besar Angelica, kan?


Namun, terlepas dari Tuan Muda Nanang itu, apa orang-orang di sekitarnya bisa dipercaya?


Menjadi Umpan Daging Nanang sepertinya memang bukan pilihan yang buruk, walaupun aku mungkin tidak bisa mengurus kakek lagi.


Bahkan di luar Plaza ini, banyak NPC Bangsawan dan beberapa budak. Tidak jauh dengan apa yang kulihat bersama Angelica dulu.


Apa benar kami bertiga hanya menjadi Umpan Daging-nya sementara saja?


Apakah mereka bisa dipercaya?


Aku, Mo dan Ro diselamatkan oleh kehadiran Tuan Muda Soro Dojo. Sepupu Angelica. Namun, aku ingat tidak ada makan siang gratis di Daratan Surga mana pun.


Walaupun dia merupakan sepupu Angelica, Nanang pasti akan tetap menggunakan kami jika tahu kalau aku, Mo dan Ro memang memiliki potensi besar


Hampir tengah malam. Para player dan beberapa pribumi seperti kami bertiga mungkin sudah terlelap tidur.


Beberapa dari mereka memasuki Bangunan Penginapan—yang kami jelas tidak mempunyai Koin Emas untuk hanya tidur satu malam di sana.


Dini hari, tepat saat kami bertiga duduk di depan sebuah Bangunan Kosong dan akan istirahat, sosok hitam berkabut tiba-tiba muncul di hadapan kami.


Sosok Assassin Pria tiba-tiba muncul perlahan menjadi semakin jelas di hadapan kami.


"Tuan Muda memanggil kalian," ajaknya, berbalik dan berjalan menuntun kami begitu saja, "Ikuti aku."***