
Kendati sangat sulit untuk diterima, mereka harus benar-benar berkembang menjadi lebih kuat. Bahkan mungkin para pemain gim itu harus lebih kuat dari Tuhan mereka sendiri—Tuhan—dalam Game World Guild yang mereka mainkan.
Tidak hanya dua faksi lagi yang ada di dalam Gim Serikat Dunia. Yang mana sebelumnya memang hanya terdapat dua faksi yang sistem gim tersebut sediakan: Faksi Gelap dan Faksi Terang.
Beberapa waktu telah berlalu, semua player yang terdampar di Dimensi Gim sedang menunggu seorang player baru World In. Mereka semua sangat berharap untuk bisa keluar dari Dimensi Gim Serikat Dunia yang mereka mainkan. Semua player itu ingin mencoba untuk World Out menggunakan portal dimensi player baru tersebut.
Dan mulai dari sini, Hamparan Dungeon, Mini Dungeon, Kaki Gunung, dan bahkan Puncak Gunung di berbagai penjuru Daratan Surga Serikat Dunia akan diakusisi oleh faksi-faksi kecil para player.
“Lihat itu! Akhirnya ada yang World In!!”
Sebuah Portal Dimensi tiba-tiba muncul di Wilayah Khusus Sekte Agama.I. Kabar tersebut langsung diketahui seluruh Anggota Sekte Agama di berbagai Negara sampai ke penjuru Wilayah Khusus Daratan Surga.
“Minggir kalian semua! Aku duluan! Aku akan keluar dari dimensi sialan ini!”
Meskipun Portal Dimensi hanya bertahan beberapa menit, para player yang berbondong-bondong ingin melewatinya hampir tak terhitung. Beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan barang berharga seperti Teleport Stone untuk berpindah ke Wilayah Khusus Sekte Agama.I.
“Hei, ada apa ini?! Kenapa kalian berlari ke arahku?!” jerit seorang wanita berpakaian seorang priest yang baru saja melangkah masuk Dimensi Gim. “Apa ini PK?!!”
Dia sangat waspada, namun para player yang menerjang ke arahnya, melewati dirinya begitu saja. Mereka langsung masuk ke sebuah carian silver-hitam pipih, dan melewati Portal Dimensi itu begitu saja.
“Eh?”
Serentak, cahaya putih tiba-tiba muncul di berbagai gereja dan katedral. Ia terus bermunculan secara beruntun di dalam gereja maupun katedral yang berada di setiap penjuru Wilayah Daratan Surga Permukaan.
“Ada apa ini, Queti?” tanya seorang pria berzirah vanguard, berlari mendekati wanita berpakaian priest.
“Aku nggak tahu ... Mereka tiba-tiba lari menghampiriku, dan masuk Portal Dimensi kita gitu aja,” jawab Queti, menggeleng.
Beberapa anggota party wanita priest itu pun World In, dan mereka sama-sama keheranan.
Lalu kemudian, kejadian selanjutnya sangat mencengangkan bagi para player yang telah melewati portal dimensi Queti. Di mana seolah ada kematian masal. Semua orang yang memasuki portal tersebut, tiba-tiba muncul di berbagai gereja maupun katedral. Mereka tiba-tiba bermunculan dan langsung dalam keadaan lemah.
“Kita mati?!”
“Kenapa kita mati!? Seharusnya aku keluar dari Dimensi Gim ini!”
“Hei, kamu di mana?”
“Aku di Negara Adidaya [1]!”
“Aku di Wilayah Khusus Sekte Agama.III ... Seseorang, bantu aku keluar dari sini! Aku dalam keadaan lemah!”
“Sial. Pemimpin party kami menghilang dari friend list!”
“Kita malah mati dan dihidupkan di tempat acak?!! Apa-apaan ini ...!!?”
Keributan kembali terjadi di berbagai Forum Internal Sekte Agama serta forum-forum internal kelompok lainnya. Dan informasi baru pun langsung menyebar ke player-player yang berada di seluruh penjuru Daratan Surga Permukaan.
Menunggu orang login dan masuk ke portal silver-hitam, mereka malah langsung keluar dari portal kematian di gereja dan katedral acak—ditambah mereka malah dalam kondisi lemah.
Jika disimpulkan, para player memang hanya akan mati jika melewati portal tersebut.
Di dalam salah satu ruangan gedung bertingkat di Negara Adidaya [1], Xiao Tang No mengerutkan kening.
“Rencana ini gagal?” gumamnya.
Para player pada akhirnya terus mencoba melakukan apa yang mereka bisa untuk keluar dari gim yang mereka mainkan, seperti menunggu player World In dan juga memodifikasi dua bilah balok metal silver pembentuk Portal Dimensi, dan sampai-sampai membuat dua bilah balok silver baru di dalam gim itu sendiri. Namun, bagaimanapun mereka berusaha, ia tetap tidak bisa diaktifkan.
Queti mendobrak pintu ruangan Xiao Tang No, dan langsung mengeluh ke Pria Tombak Silver itu.
“Hei, No! Di mana Mamat?” desaknya, menggebrak meja, “Kita nggak bisa keluar ini—kenapa kamu malah santai-santai aja di sini!? Aku juga nggak bisa ngehubungi orang-orang di Dunia Nyata!”
Dia masuk ke Dimensi Gim namun tidak bisa keluar lagi.
“Tenang ,Ti,” balasnya, dengan tenang, berdiri. “Ayo kita langsung ke Divisi Peneliti. Mereka mungkin udah dapat perkembangan baru.”
“Oke.” Queti mengangguk, mengikuti Pria Tombak Silver itu. “Tapi, di mana Mamat? Kenapa dia nggak bisa dihubungi?”
Xiao Tang No menoleh padanya.
“Dia sedang dalam quest khusus dari para Eksekutif Korporat,” ungkapnya, menggeleng. “Quest-nya saat ini untuk mencari Pemimpin Serikat Dunia yang menghilang.”
“Itu gila,” pekik Queti, sangat terkejut. “Kenapa kamu nggak ngebantu dia?”
Pria Tombak Silver itu berjalan beriringan dengannya, dan menggelengkan kepala.
“Aku juga dalam masalah serius—ikuti aku. Kamu pasti akan mengerti.”
World Guild. Game. Yang mana memang sebuah gim berbasis Dimensi Dunia Lain yang sangat kacau, namun banyak yang tertarik memainkannya. Para umat manusia kelas atas memainkan gim tersebut bukan untuk kesenangan, melainkan memang hanya karena ada sumber daya energi langka di dalamnya.
“Sial. Kenapa kita harus terjebak di Dimensi Gim se-menyebalkan ini! Dari awal, plot dan cerita di World Guild ini sudah rusak!”
“Aku mendengar ada sebuah virus yang mencegah sebuah portal terbentuk di daratan yang katanya Daratan Surga ini.”
Mereka yang hanya bermain gim karena diperintahkan oleh Eksekutif Korporat sudah pasti akan mengeluh.
Informasi baru langsung menyebar secepat kilat di antara player. Mereka mulai semakin waswas tentang hal ini. Sebuah virus aneh menghambat alat pembentuk portal silver-hitam di dalam Dimensi Gim.
Apa mereka akan terjebak di dalam Dimensi Gim Serikat Dunia yang sedang mereka mainkan selamanya?
Padahal mereka berpikir setelah penaklukan dan ekspansi selesai, Game World Guild harusnya akan menjadi tambang berbasis Dimensi Dunia Lain, untuk mengeruk segala drop item yang akan dijadikan sebuah komponen suku cadang, dan dikirim ke Dimensi Dunia Nyata. Pun tak lupa Energi tak terhitung jumlahnya masih tersebar di Daratan Surga, yang akan mereka keruk untuk mempertahankan Daratan Dunia Nyata para manusia itu sendiri. Namun kenyataan berkata lain, umat manusia malah jadi seperti penambang emas, yang terjebak di dalam tambang mereka sendiri.
Apa mereka akan menjalani hidup di Dunia Dimensi Utopia atau malah Distopia?!
Tidak ada satu pun dari mereka yang tahu.
Beberapa tahun menjadi budak para player adalah hal yang paling buruk bagi para NPC. Sebagian dari NPC telah memberontak dan pergi mencari suaka ke berbagai wilayah kecil maupun negara kecil di Daratan Surga.
Para NPC yang melarikan diri mendapat informasi jika para Anak Diberkati Tuhan masih kesulitan untuk mengukuhkan kekuasaan mutlak di Daratan Surga Permukaan.
Karena pada akhirnya, pasti akan ada player yang mulai skeptis terhadap Eksekutif Korporat. Beberapa dari mereka merasa jika semua player Gim Serikat Dunia tidak akan lagi bisa melihat Dunia Nyata mereka.
Tanpa dua balok metal silver, mereka semua tak akan bisa World Out. Kembali ke Dunia Nyata mereka.
Walaupun hanya segelintir player yang berpikir seperti itu, Eksekutif Korporat tak mengabaikannya begitu saja.
Maka dari itu para Eksekutif Korporat sangat membutuhkan sosok Pahlawan Nasional Utama segera, untuk menyatukan seluruh player. Mengukuhkan kekuasaan mereka seperti di Dunia Nyata.
Biasanya, Tes Menjadi Pahlawan Nasional akan meliputi:
1. Melindungi Anak Perusahaan.
2. Meningkatkan Produksi Anak Perusahaan.
3. Memperluas Cakup Anak Perusahaan.
Namun, “Ada Quest untuk mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional di dalam gim?!” salah satu Calon Pahlawan Nasional Utama bergumam seperti itu.
Mamat, yang baru saja tiba di sebuah Kota Kecil sangat terkejut saat menemukan sesuatu yang aneh di Daratan Surga Permukaan, Wilayah Negara Kecil, yang memang luput dari Perang Penaklukannya.
Dia memang telah menguasai seluruh Wilayah Daratan Surga Permukaan, namun untuk menguasai sebuah wilayah secepat mungkin, dia hanya fokus ke Wilayah – Wilayah, Negara Besar dan Negara Adikuasa-nya saja.
Masih banyak Wilayah dan Negara Kecil yang luput dari penaklukannya.
Pun dalam quest yang diperintahkan Eksekutif Korporat, Mamat memang diperintahkan untuk mengesampingkan wilayah dan negara kecil terlebih dulu.
Dia beserta haremnya berada di dalam salah satu bangunan Cabang Serikat Dunia yang masih tersisa.
“Apa ini?” tanya Mamat ke seorang NPC pria resepsionis, “Seharusnya seluruh Quest sudah dikuasai oleh Eksekutif Korporat kami.”
“Oh?! Kamu Anak Diberkati Tuhan?” sahut NPC tersebut, menyipitkan mata.
Mamat mengerutkan kening saat melihat reaksi tak sopan NPC di hadapannya.
“Kami petualang sangat bebas,” katanya, menyipitkan mata sambil mengernyitkan hidung, “Kami bebas memberikan misi ke siapa pun di sini.”
Mamat kebingungan dengan istilah misi yang dikatakan si NPC.
“Misi?”
“Ya. Itu tertulis misi, benar?”
Mereka jadi semakin interaktif?!Mamat terkejut saat menyadari ada yang tidak beres dengan para NPC. “Ini aneh.”
“Iya, Tuan Muda,” timpal salah satu anggota party Mamat, “Mereka nggak memandang kita dengan tatapan dingin lagi.”
Mamat mengerutkan kening.
“Ah!? Iya? Beberapa dari mereka rasanya makin hidup ... Mereka jadi aneh banget!”
“Ya ... kalian tahu .. ini jadi agak menakutkan.”
Para Anak Diberkati Tuhan terlalu terbiasa dipimpin oleh Lembaga Korporat. Mereka semua telah dipimpin oleh hegemoni tersebut selama ribuan tahun setelah kejatuhan berbagai ideologi serta hegemoni di Dunia Nyata mereka.
Namun sekarang, di Dimensi Gim Serikat Dunia yang mereka mainkan, akan ada hegemoni demi hegemoni baru terus bermunculan. Pun Perang Penaklukan dan Perang Pertahanan tiada akhir akan terus terjadi antara para player dengan NPC setempat di seluruh penjuru Daratan Surga Permukaan.***