RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY

RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY
#REHHAT [1] - [20] Banned



“Ha! Akhirnya NPC bau itu mati!” umpat Pahlawan Pengintai, lalu tertawa bahagia, “Hahaha ...”


Dia sangat menikmati kematian Pope.


Namun tepat setelah kematian NPC tersebut, Dry serta NPC lainnya, entah bagaimana bisa menghindari serangan Noir Soldat. Mamat. Dan para NPC itu langsung menerjang ke arah Sol.


“... Ahaha!?”


Kedua rekan Pendekar Pedang Aneh itu mungkin tidak pernah membayangkan bisa melihat Dry. Orang yang biasanya selalu riang dan tertawa aneh. Berubah menjadi monster yang sangat mengerikan.


“Oh? Satu lagi NPC bau, huh,” cibir Sol, terus mencoba menjauh dari Noir Soldat.


Amarah Dry meluap sampai ke Pedang Hitam Tajam di tangannya.


“MATI KAU PAHLAWAN SIALAN ...!!”


Dry mengumpat seperti itu pada saat Assassin Heroes berada di jangkauan serangan Pedang Hitam Tajam-nya. Pria Pedang Aneh itu langsung menebas Pahlawan Pengintai secara diagonal.


Tebasan super-sonic Dry langsung membelah udara serta dimensi di sekitarnya. Tetapi Sol berhasil menangkisnya—Pahlawan Pengintai itu tidak mengelak karena dia tidak mau menggunakan Skill Escape-nya.


Satu Hidden Blade-nya hancur berkeping-keping akibat benturan dua energi kuat.


“Sialan ...” geram Sol, menguatkan rahangnya. “Skill Penyelamatan Nyawa-ku terlalu berharga untuk serangan bodohmu ini!”


Bar HP Pahlawan Pengintai langsung berkurang sepertiga, namun dia masih mempunyai rencana.


Dia mundur satu langkah lalu mulai mencoba menyerang balik.


Namun, Assassin Heroes menggunakan Mamat di hadapannya sebagai pengalih perhatian seraya menebaskan Hidden Blade yang tersisa, dan dia pun terus menghilang-muncul kembali di berbagai tempat secara acak.


Itu adalah trik dan rencana yang sangat licik tetapi cukup jenius.


Dan melihat itu, Mo dan Ro mengerti, langsung meng-cover Dry.


Skill Curse milik Mo melemahkan Noir Soldat. Sedangkan Ro, dari jarak yang cukup jauh, terus berusaha keras menahan antek-antek Sekte Sesat yang mulai menargetkan mereka berdua.


Kendatipun tidak bisa melenyapkan musuh mereka, Mo dan Ro berhasil sedikit memperlambat musuh-musuhnya.


Bagaimanapun Mo tahu mereka kalah jumlah. Dia tidak bisa terus membantu Dry, karena antek-antek Sekte Sesat mulai menargetkan mereka.


Orang yang mulai bebas dari aggro Noir Soldat, tiba-tiba berteriak, “Gimana kita bisa melawan Kesatria Hitam ini!?”


Rotzell, yang bisa menghindari serangan Noir Soldat, berseru, “Hei! Murnikan Kesatria Hitam ini—kau—Wanita Crelic—Rina—?!!”


Rina sudah lama menghilang.


“Ruangan ini terkunci, sialan ...!!”


“Ya! Sial. Ini Skill Divine—bagaimana Cleric Tier.1 bisa mendapatkan Skill ini?!”


Semua orang di dalam Ruangan Tower Energi mulai panik, dan langsung mengetahui siapa dalang di balik penguncian ruangan tersebut.


Sebab mereka semua terkunci oleh Skill Khusus Wanita Crelic yang tiba-tiba menghilang tersebut.


Sedetik kepanikan mereka, langsung disadari oleh Mamat. Ia langsung membantai antek-antek Rotzell dan Soro dalam sekejap mata.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh dua Petinggi Sekte Sesat itu. Sebab pembantaian antek-antek mereka sangat cepat, dan tak sampai beberapa detik kemudian, Kesatria Hitam itu sudah berada di hadapan mereka berdua kembali.


Player yang bisa menghilang-muncul layaknya Assassin Heroes, namun memiliki kekuatan seorang Vanguard Heroes memang lawan yang sangat merepotkan. Jikalau di ruangan tersebut hanya ada satu orang, dia pasti sudah lama mati ditangannya.


Pertarungan itu super-cepat dan mengharuskan mereka semua untuk terus bergerak.


“Ini seperti raid melawan Monster Humanoid aja," umpat Assassin Heroes, “Sialan!!”


“Ya ... Tapi kita bahkan tidak bisa menggoresnya, Tuan!” papar Soro, berhasil menghindari tebasan Mamat. “Dan, kenapa Crelic Wanita itu malah pergi dan mengurung kita—dia kenalanmu, kan?”


“Kita bicarakan itu nanti ...” ujar Rotzell, lalu langsung bertanya ke Sol, “Anda memiliki rencana dengan Black Cube itu, kan, Tuan Pahlawan?”


Rotzell melirik Black Cube di genggaman tangan Assassin Heroes itu.


Sol menjawab, “Tunggu sebentar lagi ...”


Semua orang di dalam Ruangan Tower Energi memang bisa terus menghindar, namun tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menyerang balik serangan Mamat.


Tepat saat Noir Soldat tidak menyerang Assassin Heroes, dia langsung meremukkan Black Cube yang sedari tadi digenggamnya.


Tidak mungkin untuk menjebol dinding Metal Hitam Tower Energi, jadi, kedua Pemimpin Sekte Sesat itu hanya bisa mengandalkan Pahlawan Pengintai.


Dan kemudian, terjadi Distorsi Energi di sekitar Assassin Heroes. Kubah Perisai Benang Energi yang melindunginya tiba-tiba retak menjadi dua bagian, dan perlahan membentuk celah ruang, yang langsung mengeluarkan beberapa Angka Kode Biner Hijau.


Ia semua pun dengan susah payah diarahkan Pahlawan Pengintai ke Kesatria Hitam.


“Argghh ...!?”


Mengiringi suara geraman rasa sakit dari mulut Sol, Bar HP miliknya tiba-tiba terus berkurang secara signifikan.


Mamat menerjang Sol tetapi ia langsung terikat Angka – Angka Kode Biner Hijau—namun—Pendekar Pedang Aneh, yang tak jauh dari mereka berdua, tidak mau membiarkan kesempatan ini lolos begitu saja.


“Hahaha! Mati kau,” umpat Dry seraya menebaskan Pedang Hitam Tajam-nya dengan sangat cepat, “sialan!?”


Namun Satu Tangan Biru menahan tebasan super-sonic Pendekar Pedang Aneh itu; Rotzell dan Soro melindungi Pahlawan Pengintai; Dan dari itu Mo serta Ro pun ikut membantu Dry.


Pertarungan antara Dry, Mo, dan Ro melawan Rotzell dan Soro pun pecah.


“Tahan mereka, Orang Tua – Orang Tua Bodoh ...!!!” jerit Sol.


Assassin Heroes menjerit kesakitan. Dia terlihat sangat kesakitan karena terus menahan Energi Hitam Noir Soldat yang terus memberontak dari pengekangannya.


Mereka berdua saling melawan dengan Energy Power mereka masing-masing. Tetapi Mamat, yang seluruh tubuhnya sudah terikat Angka Kode Biner Hijau, mulai bisa melangkahkan kakinya satu langkah ke depan.


“Arkh!!?”


Sol gagal melenyapkan Noir Soldat.


“Tuan—“


Dia memang gagal, tetapi Kutukan Kesatria Hitam yang melapisi seluruh tubuh Mamat mulai melemah. Wajah tampanya mulai bisa terlihat kembali walau hanya setengah.


“—Serang dia!!!”


Seraya dengan Sol terus melemah, Robekan Ruang di sekitarnya merambat ke lantai dan ke atas langit-langit ruangan dan langsung membelah Tower Energi menjadi dua.


Dan, di atas kepala Pahlawan Pengintai itu tiba-tiba muncul sebuah pemberitahuan.


“Sial. Aku ketahuan, ya,” desah pasrah Sol, mendongakkan kepalanya seolah melihat sesuatu, “Ternyata para GM sudah cukup pintar sekarang.”


Dan mungkin, di Daratan Setelah Kematian sana. Pope. NPC itu pasti tidak akan pernah menyangka akan ikut dihilangkan setelah pemberitahuan di atas kepala Assassin Heroes itu muncul:


...[Announcement Un-Detected Item Used]...


...This player have been temporarily banned from the game and we bsite due to: Permanently banned from the game....


Seraya dengan munculnya pemberitahuan tersebut, Kaki Abu Besar keluar dari Robekan Ruang. Ia dengan sangat cepat langsung turun dan menginjak dua Petinggi Anggota Sekte Sesat yang sedang menerjang Mamat. Kaki Besar tersebut langsung melenyapkan apa pun yang diinjak.Nya.


“Sial!? Apa itu?!! Hahaha!”


“Kita harus pergi dari sini, Dry, Ro!”


“Ada celah di sini! Ayo pergi!"


Berbeda dengan kematian tiba-tiba Rotzell dan Soro, ketiga rekan Party Pope itu berhasil keluar dari Wilayah Tower Energi.


Mamat, yang masih menjadi setengah Noir Soldat, menegakkan punggungnya, menatap tajam mantan rekannya.


“Kau menggunakan Item Cheat hanya untuk melenyapkanku, Sol?”


Dia bertanya dengan sangat tenang seperti itu walaupun tubuhnya sangat kelelahan; Tubuh Avatar Assassin Sol mulai ditarik secara paksa keluar dari game.


“Kau tidak tahu betapa aku ini sangat teramat iri pada kau, Mamat, bodoh,” ungkap Sol, entah mengapa dia bisa tersenyum tenang.


Pahlawan Pengintai pun menghilang sepenuhnya dari Daratan Surga; Dan dari dalam Robekan Ruang yang dibuatnya itu pun muncul Raksasa Iblis Besar, yang Dia melebarkan robekan tersebut secara paksa.


Ia biasa disebut: ‘Satan’, dengan tubuh.Nya sebesar rumah satu lantai.


Tangan Abu Besar yang telah selesai merobek Ruang Dimensi seutuhnya tiba-tiba meraih dan menggenggam tubuh Mamat.


Satan Raksasa itu mengangkat tubuh lemah Mamat sampai ke hadapan wajah.Nya.


Dia melihat wajah Mamat dari dekat, dan mengernyit saat melihat kedua mata hitam-coklat Setengah Noir Soldat itu. Satan itu seperti seorang manusia yang sedang memandang dan menggenggam sebuah mainan.


“Hei,” sapa Mamat, yang entah mengapa dia malah tersenyum di hadapan wajah.Nya, “Syukurlah ... Kamu ternyata .. masih hidup, Angel—“***