
"Ini ...” gumam Healer Heroes, tidak percaya saat melihatku bisa dengan mudahnya menahan serangan Assassin Heroes, hanya dengan satu tangan, “I-ini tidak mungkin! Ia menahan serangan si Sol, hanya dengan tangan kosong?!”
Memang, aku menahan serangan Assassin Heroes dengan tangan kosong-ku saja.
Lalu secara perlahan, tubuh Assassin di hadapanku mulai terlihat, dengan disertai kabut hitam yang menutupi seluruh tubuhnya menyebar ke sekitarku―seperti Smoke Bomb baru saja telah aktif.
Assassin Heroes di hadapanku ini langsung menusukkan belati di tangan lainnya―tetapi sayang untuknya―aku membantingnya ke depan seraya menghindari tusukkan tersebut.
Menusukkan tekukan lutut-ku ke wajahnya, aku pun tidak berhenti membanting serta menghajar wajah Assassin Heroes yang masih di genggamanku ini.
“Sol,” tanya Sniper Heroes, “Apa kamu butuh bantuan?”
“Diamlah, Sut!” bukan si Assassin Heroes yang menjawab, melainkan Spear-Man Heroes di sampingnya, “Ini pertarungan penuh dengan kehormatan pria―wanita seperti dirimu tidak akan mengerti.”
Aku memicingkan mata dan merasakan hal aneh di dadaku saat mendengar perkataannya.
“Ya―Ught!!!” desah berat Assassin Heroes, “Ught―Kalian!?”
Aku menghantam perut Assassin Heroes dengan kepalan tinjuku, dan kemudian melemparnya ke depan.
“Ught!!” Setelah dia menabrak tepi Heliport, Assassin Heroes itu mendongak ke atas dan lanjut berkata pada rekannya, “Kalian diam saja di sana―dan tunggu aku melepaskan kepala NPC ini.”
Dia bangkit dan menerjangku kembali.
"Jangan sombong dulu, Orang Tua Sialan!”
Stealth miliknya sudah sepenuhnya menghilang dan aku pun bisa mengaktifkan Energy Hand di lengan kananku.
Aku bersiap dengan memasang kuda-kuda kuat, kemudian menebaskan lengan kananku layaknya pedang.
Percikan-percikan biru dan oranye di sekitar kami, sama sekali tidak mengganggu fokus kami berdua yang sedang intens bertarung.
Sebuah lengan dibaluti Energi Biru melawan dua belati kosong terus bertabrakan dan mengeluarkan suara seperti suara dua logam yang berbenturan.
“Kau pikir ... NPC murahan sepertimu pantas bersanding dengan Lisa, hah ...?”
“Aku tidak tahu.”
“Hah ...?!”
“Aku bilang: Aku tidak tahu―karena dia-lah yang pertama menyukai―”
“Jangan bercanda denganku, Orang Tua ... Kau pasti menggunakan Ilmu Santet seperti Sekte – Sekte Sesat lainnya!”
Aku merasakan perasaan yang sangat aneh saat mendengar retorika yang diucapkan lawanku ini.
Menjawabnya dengan, “Aku bukan Umat Beragama maupun Umat Sekte Sesat manapun, wahai Anak Diberkati Tuhan,” aku langsung mundur untuk berdiri di atas sebuah tiang pemancar dan berpikir, Bagaimana aku bisa menggunakan Ilmu Hitam para Sekte Sesat kepada seorang Calon Dewi seperti dirinya?
Lawanku berdiri di tepi Tower Energi setelah gagal menebasku dengan belatinya, perlahan berdiri tegap seraya memandangku dengan penuh kebencian.
“Apa yang salah dengan kepalamu, wahai Pahlawan Pengintai?”
“Berhenti mengatakan kata-kata menjijikkan seperti itu, Orang Tua! Lisa bukanlah NPC sepertimu! Tidak mungkin dia menyukai Orang Tua Bau sepertimu!”
Assassin Heroes tiba-tiba melompat dan menyerangku dengan segenap kekuatannya.
“Wanita itu akan menjadi miliku―jadi―matilah!”
Dia mengaktifkan Energi Oranye di kedua belatinya, serta terus melompat dan menyerangku yang berdiri tegap di atas tiang pemancar Tower Energi.
Aku hanya bisa terus menghindar dan bertahan dengan kedua tanganku.
Assassin Heroes di hadapanku ini memang sangat gesit nan cepat, tetapi aku masih bisa mengimbanginya dengan kekuatan murni yang kumiliki.
Vanguard Heroes kembali berujar padaku, “Menyerahlah, Pope ... Aku yang akan menjaga Lisa dari si Sol ini, untukmu―”
Pahlawan Nasional Utama itu mengernyit, “Hei, kau seharusnya tenang―Tidak, Sol ...!? Kau harus mundur!! Sekarang! Semuanya!! Cepat buat Array Energy ...!!!”
Masih berdiri tegap di atas tiang pemancar, dan dengan sangat tiba-tiba, aku berubah menjadi seekor Iblis Bangsawan:
Royal Devil
Sayang sekali aku tidak bisa terbang, desahku dalam hati seraya menoleh ke bawah, melihat awan hitam yang langsung tersapu oleh Energi Hitam di tubuhku. “Aku harus menerobos mereka semua, huh ....”
Aku melihat Pintu Keluar tak jauh hadapanku―ia berada tepat di belakang Pahlawan – Pahlawan Nasional itu.
Seluruh tubuhku langsung berubah warna menjadi warna hitam pekat dengan menyertainya juga sebuah Energi Hitam yang terus keluar dari tubuhku. Punggungku terdapat tulang-tulang yang menonjol layaknya seekor iguana. Sayang sekali ia bukan sayap, bukan?
Sebelum Array Energy akan diaktifkan oleh mereka, aku sudah menyerang Healer Heroes dan mengganggu rapalan sihirnya.
Kemudian, aku menggenggam wajah cantiknya dan melemparkannya keluar Heliport.
“Ah!?”
“Sialan! Beraninya kau menyakiti Queti ...!!”
Semua Pahlawan Nasional mulai menggabungkan kekuatan mereka untuk melawanku.
Walaupun aku hanya menjadi seekor Royal Devil, dan masih jauh untuk menjadi sosok Satan, aku masih bisa mengimbangi para Pahlawan Nasional di hadapanku ini.
Saber Heroes tertegun saat Pedang Emas-nya sama sekali tidak bisa menggores Kulit Hitam Iblis-ku.
“Kenapa Iblis Bangsawan ini sangat kuat ...?!!”
“Apakah ia benar-benar NPC?”
“Ia benar-benar NPC! Aku selalu memperhatikannya dari dulu, karena itulah aku meminta kalian untuk tetap tenang!"
“Ya. Apapun kekuatannya, NPC ini sudah menjadi Iblis Bangsawan! Kita harus segera melenyapkannya―Suti! Lindungi kami!”
“Siap!”
Sniper Heroes mundur dan melompat ke atas salah satu tiang pemancar sembari menggenggam Sniper Riffle yang sedari tadi disandangkannya.
“Aku tidak seperti kalian yang hanya bisa menggunakan Skill Cheat serta Item – Item Legendary serta Artefak saja,” paparku dengan tenang seraya menghindari serangan, dan menyerang balik mereka yang berada disekitarku “Kekuatan yang sebenarnya ... itu harus dipupuk dari bawah layaknya sebuah tumbuhan.”
“Tahu apa kau tentang tumbuhan, Orang Tua Bau!” walau dia sudah tahu perbedaan kekuatan yang dimilikinya denganku, Assassin Heroes masih terus menerjangku dengan penuh kebencian, “Kau hanyalah NPC Bau! Matilah. Sialan!!”
“Hei, Sol, kau harus tenang! Perhatikan koordinasi dan posisimu di Party ini―”
“Diam! Sudah kubilang: Aku sendiri yang akan melenyapkan NPC ini di sini, kan? Orang Tua Bau ini hanyalah NPC, tidak ada yang lebih mengesankan dari Orang Tua Bau itu! Kau camkan itu, bodoh!”
Dengan seorang Assassin di depan, Pahlawan Nasional Utama sebagai Vanguard menjadi sangat canggung untuk menarik perhatianku.
“Aku seperti melawan Bos Terakhir! Sial―Pedang Suci milikku bahkan tidak bisa menggores kulitnya!?”
“Ya. Ini cukup menyenangkan saat kau bisa menahan koordinasi kacau kami, Orang Tua!”
Hanya beberapa Pahlawan Nasional yang masih tenang dan bisa menyerangku dengan mematuhi perintah Pahlawan Nasional Utama. Sedangkan Asssassin Heroes hanya terus menghilang dan muncul seenak jidatnya.
Aku menangkap anak panah dari Archer Heroes serta peluru-peluru dari tembakkan Riffle Sniper Heroes yang berada sangat jauh dariku. Ini sangat mudah saat persepsi bertarungku sedang berada dipuncaknya karena baru saja menjadi seekor Royal Devil.
Pahlawan Nasional Utama terus mencoba untuk menarik perhatianku dengan menggetarkan permukaan Heliport lalu menerjangku. Namun dia selalu canggung saat Asssassin Heroes pun menyerangku dengan sangat tidak terkoordinir.
Bagaimanapun, Anak Diberkati Tuhan itu adalah pemimpin baik yang sangat mengerti rekannya.
Namun, Aku harus cepat keluar dari sini ... Dengan situasiku sekarang, aku sama sekali tidak bisa melenyapkan Pahlawan – Pahlawan dengan Item Cheat-nya itu.***