
System Game. Hegemoni Gim. Sovereignty Game.
Ketiga struktur dasar nan penting dalam Gim Serikat Dunia tersebut telah berubah akibat sekali gelombang Perang Besar yang diinisiasi oleh para pemain gimnya itu sendiri.
Layaknya seorang pelaut yang telah terdampar sangat lama di sebuah pulau, mereka akan menganggap pulau tersebut sebagai rumah sendiri. Para pemain Gim Serikat Dunia sudah tidak menganggap lagi Dunia Dimensi yang mereka mainkan sebagai gim. Mereka semua, mulai dari sini, mau tidak mau, harus terus hidup dan berkembang di Dimensi Gim yang mereka mainkan.
Sensitivitas, realitas, serta kehidupan para player Game World Guild mulai berubah sepenuhnya menjadi terasa lebih nyata.
Yang mereka semua rasakan pada saat ini memang tidak ada bedanya dengan pada saat mereka hidup di Dimensi Dunia Nyata.
Calon Pahlawan Nasional
Yang harusnya merupakan beberapa slot yang telah disiapkan oleh Anggota Eksekutif Korporat untuk menciptakan Pahlawan Nasional di Dunia Nyata, sekarang sudah tidak berarti lagi untuk mereka.
Namun, mereka sama sekali tidak menyangka akan ada Quest (Sebutan Anak Diberkati Tuhan. Player.) atau Mission (Sebutan untuk para Pribumi Daratan Surga. NPC.) untuk mereka bisa mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, yang ia terus bermunculan di berbagai Cabang Kecil Serikat Dunia.
Yang menjadikan situasi di Dimensi Gim Serikat Dunia sudah jelas, bukan?
Player maupun NPC sekarang bisa menjadi seorang Calon Perlawanan Nasional tanpa harus para Anggota Eksekutif Korporat delegasikan.
Pertarungan antar player, pertarungan antar NPC maupun pertarungan di antara kedua belah pihak yang berlawanan akan terus berlangsung. Mereka semua akan saling mengambil apa yang disebut mereka Misi maupun Quest yang merujuk pada satu title—gelar:
Pahlawan Nasional
Mereka semua akan saling berebut untuk menjadi seorang pahlawan dan menguasai wilayah serta sumber daya di berbagai tempat.
Bukan hanya popularitas, uang, kedaulatan maupun kekuasaan saja yang bisa didapat setelah menjadi seorang Pahlawan Nasional.
Hidden Skill. Bonus Stats. Hidden Popularity.
Beserta hal-hal misteri lainnya tentang Dunia dan Dimensi—yang merupakan impian baru para Player maupun NPC—bisa mereka raih dengan gelar tersebut.
Mungkin misteri tersebut bisa mengantarkan para player untuk bisa kembali ke Dunia Nyata mereka?
Mungkin misteri itu bisa mengantarkan para NPC untuk bisa menguasai seluruh Daratan Surga kembali?
Mungkin misteri tersebut bisa membuat para player untuk bisa sepenuhnya menguasai seluruh tatanan Daratan Surga?
Mungkin misteri itu memang bisa digunakan untuk para Pribumi Daratan Surga Serikat Dunia untuk mendapatkan kedaulatan mereka kembali?
Tidak ada satu pun dari mereka semua yang tahu. Sebab pertempuran mereka baru saja dimulai. Pertempuran Berdarah. Yang tidak akan ada habisnya.
Kericuhan dan pembantaian berdarah mungkin tidak terlalu intens di beberapa Negara Adidaya Pusat serta di Negara Besar, sebab in trans seluruh kekuatan dari kedua negara tersebut dapat distabilkan dengan baik oleh para Eksekutif Korporat. Namun. Berbanding terbalik dengan Negara – Negara serta Wilayah Kecil peninggalan Negara Adikuasa.
Negara Adidaya [3], Village.0
Player dan NPC. Penjajah dan Pribumi. Yang anehnya ada kedua sosok bertolak belakang seperti itu sedang bekerja sama melawan player-player bernama merah.
“Mengapa para Anak Diberkati Tuhan ini menyerang kita?”
Pria NPC mengenakan jaket yang selaras dengan rambut keritingnya yang berwarna hitam, dengan santainya menahan beberapa musuh agar partnernya bisa tenang saat meng-casting skill sihir.
“Jangan nyantai gitu—kamu!! Aku tau kamu baru aja nguasai Teknik Menghindar, tapi mereka ini terlalu berbahaya!!! Yang kita lawan ini: Red Name! Penjahat! Ayo kita cepat mundur, Pope!” seru player wanita kepada partner NPC-nya tersebut.
Pope dan Angelica mulai sibuk melawan player di sana-sini.
Para Player Red Name bermunculan seraya Eksekutif Korporat belum mengukuhkan kedaulatan dan kekuasaan penuhnya atas seluruh tatanan Daratan Surga. Mereka terus memburu Pope dan Angelica saat meng-grinding monster, alien maupun di daerah Ghost Gate.
Dalam setiap game MMORPG, pasti akan ada seorang kelompok yang menyatakan diri mereka sebagai Red Player. Red Name. Pemain Merah. Entah mereka sendiri ataupun berkelompok, Red Name ini pasti akan meresahkan player-player biasa, bahkan para NPC sekalipun.
Berkat keberadaan salah satu anomali berjuluk Red Name itu, kejadian di mana player merampok NPC maupun sebaliknya akan menjadi lumrah di Dimensi Gim Serikat Dunia.
Pope dan Angelica berhasil lolos dari kepungan party Red Name.
Di dalam Distrik Lokalisasi, seorang pria mengenakan jubah serta tudung hitam sedang meneguk liquid biru dalam gelas kecil dengan sekali teguk.
"Apaan, sih," cibir seorang Anak Diberkati Tuhan Pria tersebut, "Kenapa para gadis dan wanita selalu aja tergila-gila sama si Mamat?! Apa bagusnya, sih, anak ingusan itu!"
Dia mencibir seperti itu karena semua gadis dan wanita yang disukainya pergi meninggalkannya, menjadi salah satu harem Anak Emas. Mamat. Bahkan wanita yang terakhir dia sukai pun tetap kukuh menyukainya.
Padahal ... aku pasti bisa memperlakukanmu lebih baik dari anak ingusan itu, Nona Lisa, demikian pikirnya, menuangkan liquid biru ke dalam gelasnya kembali.
"Kakak Sol?"
Seorang gadis manis dengan perawakan seorang Cleric mendekatinya.
“Gimana kamu bisa menemukanku?”
“Aku nyariin kakak—aku tau pasti kakak ada di sini!”
Sol mengalihkan pemandangannya ke lengan kiri—seolah sedang melihat arloji, yang mana dia mendapat pesan di panel biru yang keluar dari arloji kuantumnya.
“Kak ... ayo kita—“
“Aku ada urusan, Rin ... Pulanglah."
“Ihh ... Ayolah .. aku nanggung mau naik ke Tier 2 bentar lagi, Kak.”
Gadis manis itu mengikuti langkah Sol—terus berusaha membujuknya.
Aku menjadi Red Name karena kamu, Mat, demikian pikir Sol, mengabaikan Rina.
Dia mengerutkan keningnya seraya menatap lurus ke depan dengan tatapan super dingin.
“Cuma bentar, kok,” bujuk Rina, berhasil berjalan tepat di sampingnya, “Ayolah, Kak—?!!”
Namun, tepat saat Calon Assassin Heroes itu membuka pintu, melangkah ke luar bar, tiba-tiba tubuhnya menghilang menjadi kehampaan.
“Tunggu aku. Jangan mati dulu—aku yang akan pertama kali membunuhmu, Anak Emas Sialan.”
Hanya gema suaranya saja yang terdengar oleh Gadis Cleric. Rina. Yang melebarkan kedua mata birunya sembari menatap kosong ke depan.
Sedangkan Anak Emas itu sendiri. Mamat. Dan juga para Anggota Korporat.1 pada akhirnya bisa dinyatakan berhasil meruntuhkan Serikat Dunia.
Runtuhnya Serikat Dunia menandakan awal dari hegemoni baru. Di mana mulai dari sekarang, para NPC. Pribumi Daratan Surga. Akan terus melemah. Namun, berbanding terbalik dengan para player-nya sendiri akan terus berkembang pesat serta bertambah kuat. Semakin kuat. Entah itu kekuatan individu maupun kekuatan kelompok mereka.
Pun runtuhnya Sistem Serikat Dunia merupakan awal dari sebuah insiden besar terjadi, di mana para player tidak bisa World Out tetapi Umat Manusia di Dunia Nyata mereka masih bisa untuk World In.
Para player memang masih bisa bernapas sebab mereka telah berhasil menundukkan sebagian besar Pribumi Daratan Surga. Penerapan peraturan perbudakan layaknya di Dunia Nyata cukup berhasil menekan para NPC yang ingin memberontak. Tetapi terdapat polemik Hukuman Terberat dari peraturan tersebut, yangmana bukan melepas hak mereka dan dijadikan budak, melainkan player akan mengambil energi jiwa mereka untuk mempertahankan sebuah Tower Energi Negara Adidaya.
Tower Metal Hitam Silinder yang menjadi pusat Daratan Negara Adidaya mana pun. Ia merupakan pembeda antara Negara Adidaya dengan Negara Biasa beserta beberapa Wilayah Khusus.
Namun di sinilah Insiden Terbesar terjadi. Insiden ke-2. Di mana para NPC lansia di Pusat Desa, Ladang.0, tiba-tiba bertingkah aneh. Beberapa dari mereka tertawa tidak jelas, menangis, dan berteriak dengan penuh ekspresi.
Kelak semua orang akan tahu jika Insiden Besar bukan hanya keruntuhan Sistem Hegemoni Serikat Dunia, melainkan sebuah virus yang mengganggu pelemahan Pribumi Daratan Surga. NPC. Dan juga yang akan menjadi titik awal perlawanan mereka terhadap Hegemoni Player Game World Guild. Penjajah Daratan Surga mereka.****
...[Arc.2 – My Childhood Memories]...
...****...
...[End,]...
...****...