RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY

RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY
#REHHAT [3] – [67] Selingkuh?



“Sial!!?” umpat Angelica, menjambak rambutnya sendiri, “Aku dikutuk?!! Pope, aku dalam keadaan lemah sekarang!!”


Angelica dikutuk? Kenapa dia dikutuk perempuan itu? Bukan hal yang aneh kalau dia dalam keadaan lemah setelah mati—tapi tunggu—bukannya tadi Angelica tidak mati?


Sebelumnya, aku—kami berdua tepatnya—melihat Dia tiba-tiba menembus atap Kastil Kuno dengan cahaya silinder menyilaukan turun dari angkasa, yang mana pusat cahaya tersebut adalah tubuhNya.


Angelica dan aku langsung di-teleportasi keluar begitu saja olehNya. Kami berdua dikeluarkan dari Kastil Kuno-Nya, dan tiba-tiba kami berdua berdiri tak jauh di hadapan Kastil tersebut.


Berbagai warna dan jenis slime melompat keluar dari cahaya tersebut, seraya Dia melayang ke atas—menembus kubah kastil dan terus melayang ke atas menuju angkasa—mengikuti jalur cahaya berbentuk silinder dengan tubuhNya sebagai pusat cahaya tersebut.


“Itu ...” gumamku, menoleh ke samping kananku. “Slime-slime yang kamu cari, Angelica?”


Mereka langsung menerjang ke arah kami berdua.


“Ihh ...!!? Kenapa kamu malah tenang-tenang aja, Pope!!” teriak Angelica, panik. “Itu RIBUAN slime!!! Ayo lari!!”


Padahal aku sudah memasang posisi akan menerjang mereka, namun melihat Angelica berbalik melarikan diri, aku pun mengikutinya.


Ribuan warna slime mengejar kami berdua. Banyak slime memiliki bentuk aneh—bahkan beberapa dari mereka berbentuk hati dan berwarna pink.


“Angelica, aku akan alihkan—“


“Nggak!! Terus lari aja! Kita pasti selamat, kok! Percaya aja ke aku!”


Angelica langsung menolak rencanaku begitu saja.


Padahal, aku ingin mengalihkan beberapa dari mereka supaya Angelica bisa dengan mudah keluar dari dungeon ini.


Untuk bisa keluar dari Dimensi Dungeon jenis apa pun, kami harus membunuh Bos Monster atau kembali ke Titik Teleportasi yang berada di titik awal kami masuk Dimensi Gate Dungeon ini.


Ya. Jelas tidak mungkin, kan, kami berdua bisa membunuhNya? Ditambah ribuan slime mengejar kami, sungguh mustahil untuk aku dan Angelica bisa mencapai Bos Monster tersebut. Dan di Dimensi Gate Dungeon ini, jarak antara Kastil Kuno. Tempat Bos Monster yang sedang melayang ke angkasa itu dengan Titik Teleportasi memang cukup jauh.


Kami berlari melewati Reruntuhan Kuno seraya menggocek slime-slime aneh yang melompat serta menyemburkan cairan aneh ke arah kami berdua. Cairan-cairan yang tersebar di sekitar kami berdua sampai melelehkan dinding beton reruntuhan.


“Hati-hati, Pope!” ujar Angelica, terus berlari di depanku tanpa menoleh.


Aku menjawab, “Oke.”


Seraya dengan balasanku akan nasehatnya itu, aku malah terkena cairan berwarna ungu—yang ia langsung melepuhkan lenganku.


Aku melambat?


Angelica menoleh padaku, yang mana aku memang sudah tertinggal cukup jauh darinya.


“Pope!!” panggil Angelica, kemudian melafalkan skill sihir-nya dengan sangat cepat, lalu dia mendesakku, “Cepet nunduk ...!”


Bola Energi Emas dari serangan skill sihir Angelica meledakkan puluhan slime; Tepat pada saat aku yang melompat ke depan dan tengkurap.


Tanpa menoleh ke belakang, aku langsung berdiri dan berlari sekuat tenaga.


“Maaf, Angelica,” ujarku, menunjukkan lengan kiriku padanya, “aku lengah.”


“Nggak apa-apa, Pope—jangan sampe ketinggalan lagi, oke!!” balas Angelica, yang memaafkanku begitu saja.


Seraya kami berdua berlari berdampingan, Angelica menyuntikkan satu Jarum Suntik Ungu. Syringe.3. Ke bahu kiriku.


Tepat pada saat kami berada tak jauh dari posisi Titik Teleportasi, ribuan slime serentak melompat ke arah kami; Seraya dengan itu, aku dan Angelica pun serentak melompat ke Titik Teleportasi tersebut.


“Kali ini kita pasti selamat, Pope!” seru Angelica, mengaktifkan Titik Teleportasi, dan dia langsung melantunkan mantra skill berserk-nya, lalu kemudian berteriak kencang, “Holy Barrier!!”


Ya. Kami berdua nyaris tertimbun ribuan slime.


Namun, Barrier Sihir Putih Angelica entah untuk yang ke-berapa kalinya menyelamatkan kami ber—aku—tepatnya yang memang selalu diselamatkan oleh skill aneh-nya itu.


Ya. Kami berhasil keluar dari Dimensi Gate Dungeon, dan ternyata, waktu telah menunjukkan malam hari.


Kami berdua kemarin selamat dari sergapan ribuan slime begitu saja, namun pada saat ini, bukan hanya aku dan dia saja yang berada di Taman Kumuh, karena Mo dan Ro akhirnya sudah selesai istirahat.


“Yay! Party kita komplit lagi,” seru Angelica, tampak bahagia, “Akhirnya kita semua grinding sama-sama lagi! Aku harap kita bisa panen banyak!”


Dia seolah lupa kejadian kemarin di mana kami berdua hampir mati. Angelica dan aku pada saat ini jelas tak tahu kalau aku pun dikutuk. Dia hanya tahu kalau dia harus terus bertambah kuat agar bisa hidup tenang di Dimensi Dunia Gim yang dia mainkan ini.


Angelica dengan riang gembira memimpin kami bertiga menuju ke Gate Dungeon.


“Kali ini bukan quest, kan?”


Aku yang bertanya seperti itu.


“Ng ...?” Angelica menoleh padaku. “Kamu udah nggak cemburu lagi ke aku, Pope?”


Aku menunduk, terdiam; Mo dan Ro menatapku, heran.


“Hehehe .. becanda—ya—sekarang nggak pake quest - quest-an, kok ... Aku cape gagal mulu,” keluh Angelica, memimpin kami bertiga kembali. “Ayo kita cepetin grinding hari ini .. moga aja kali ini kita bener-bener panen besar!”


Kami semua. Pery kecil Angelica ini. Masuk ke dalam Gate Dungeon untuk yang entah ke-berapa kalinya.


Namun, aku ingat pada saat ini, aku, Mo dan Ro—bahkan Angelica—pun malah keluar Gate Dungeon dengan terengah-engah, seolah kami semua telah dikejar sesuatu yang menakutkan.


“Hah? Kok, jadi gini, sih!” protes Angelica, terlihat kebingungan dan keheranan sendiri. “Urkh ... Ayo kita coba lagi!”


Kami semua kembali memasuki Gate Dungeon yang sama, namun hasinya sama seperti sebelumnya, kami semua berlari keluar Gate Dungeon tersebut dengan terengah-engah.


“Ihh ... Kok aku jadi bego kayak gini, ya?!” umpat Angelica ke dirinya sendiri, “Ayo kita coba dungeon lain!!”


Dia tetap keras kepala, namun jelas kami tidak ke Field Dungeon, sebab ia lebih sulit untuk diselesaikan daripada Dimensi Gate Dungeon mana pun.


Kami mencari Gate Dungeon lain, bahkan menurunkan ekspetasi kami dengan mencoba masuk ke Mini Dungeon dan mencoba menyelesaikannya.


Aku, Mo dan Ro tidak bisa berbuat apa-apa. Kami bertiga hanya bisa mengikuti perintah Angelica. Di mana aku memancing beberapa monster dan aliens seraya terus mempertahankan aggro mereka padaku, dan Mo serta Ro menyerang mereka.


Namun, bahkan di Mini Dungeon pun, Angelica, pada akhirnya tidak bisa memberikan damage yang cukup.


Melihat aku sudah tidak bisa lagi menahan para monster, Angelica meminta kami semua untuk mundur lagi.


Kami pada akhirnya istirahat sejenak sembari memikirkan masalah ini. Yang mana Angelica memang tidak bisa memberikan damage. Kerusakan. Yang cukup ke beberapa monster maupun aliens, jadi kami semua terpaksa harus kabur dan tidak menyelesaikan dungeon-dungeon tersebut.


“Urkhh,” desah Angelica, pada saat kami semua berada di Taman Kumuh, “Kayaknya aku harus nantang ujian kenaikan Tier-ku, deh ...”


“Apa itu Tier?” tanyaku, spontan, yang mana pada saat ini aku memang tidak tahu apa itu ranah Tier.


Ya. Sampai masa dewasaku ini, aku hanya tahu Sistem Level Anak Diberkati Tuhan.


Kami—aku, Mo dan Ro—pergi menuju Tower Energi mengantar Angelica ke tempat ujian-nya.


Angelica akan menantang ujian Tier-nya di Tower Energi untuk meningkatkan Tier-nya. Ya. Pada saat ini aku ingat dia masih berada di ranah Tier.2.


“Hey, hey ... kenapa kalian gak jadi kecil lagi aja, sih?” pinta Angelica, yang tampak mustahil untuk kami lakukan.


““...””


“Hey, hey!! Itu lihat, Pope! Anak kecil itu imut banget!!”


Dia kemudian berseru seperti itu dengan ekspresi yang berbanding terbalik dengan seruannya tersebut. Anak Diberkati Tuhan Wanita di depan kami bertiga ini mulai terlihat penuh dengan nafsu aneh.


"Aku pergi dulu sebentar, yaa ... Kalian jangan selingkuh!! Awas aja, saat aku jadi Tier Tiga - Great Magician, kalau liat kalian selingkuh—aku akan lenyapin siapa aja yang jadi selingkuhan kalian! Tapi bukan berarti kalian juga akan aku maafin!”


Pada saat ini, dia pergi tanpa menjelaskan apa itu ranah Tier. Yang mana aku akan tahu ranah kekuatan tersebut setelah aku mendapatkan Sistem Level kelak di masa yang akan datang.***