RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY

RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY
#REHHAT [2] – [34] Penjajah dan Pribumi



Setelah membarter tiga buah Nut.0 milik seorang anak kecil NPC dengan Syringe.0 miliknya, Angelica berseri-seri saat kembali ke Dimensi Dunia Nyata dan pulang ke rumahnya. Dia telah menyelesaikan semua quest harian serta quest-quest tambahan yang telah diperintahkan oleh tetua keluarganya.


Angelica menemukan kesenangan baru di balik kesibukan, rasa bosan sekaligus rasa lelah setelah menyelesaikan quest hariannya. Dan dia pun jadi sering membarter permen emasnya dengan Nut.0 dari seorang anak kecil NPC di dalam gim yang sering dimainkannya. Dia pun mulai akrab dengan NPC tersebut.


Namun, kendati dia memang cukup senang bisa mulai akrab dengan anak kecil NPC di dalam gim, Angelica masih tidak bisa melupakan Mamat. Pun Anak Emas itu memang sedang sibuk mempersiapkan para pasukan batalionnya untuk ekspansi besar-besaran di Gim Serikat Dunia. Ekspansi, yang pasti akan mendapat perlawanan penuh dari penduduk asli di dalam gim tersebut.


Perang Besar antara kubu Player melawan kubu NPC pun tak akan bisa dihindari lagi.


Pertempuran besar akan berlangsung, namun Angelica masih belum menyerah untuk mendekati Mamat. Dia hanya bisa bertemu Anak Emas itu pada saat pertemuan kecil berlangsung. Mamat mengatur seluruh pasukan dengan sangat baik, dari pasukan kecil hingga pasukan batalion di Garis Depan Medan Perang.


Sehari setelah Pertemuan Akbar berlangsung, Mamat sudah bisa langsung menaklukkan desa dalam gim tersebut tanpa sepengetahuan Serikat Dunia. Dia melakukannya dengan satu gerakan dan sangat sempurna.


Hal-hal sempurna seperti itulah yang membuat Angelica terpesona pada Anak Emas itu.


Para harem Mamat kecil terus mengejek dan merundung Angelica, tetapi perempuan cantik itu acuh tak acuh saat diejek dan dipaksa menyerah oleh mereka. Dia terus berusaha akrab dengan Mamat.


Namun, pria kecil berambut silver itu pun sedari awal memang acuh tak acuh terhadap perundungan tersebut. Mamat terlalu fokus pada situasi di Garis Depan Medan Perang.


Melihat Mamat keluar dari pertemuan kecil bersama haremnya, Angelica hanya bisa menghela napas, kembali pulang dan World In ke dalam gim sendirian.


“Dia masih nggak mau mabar sama aku, huh ...” desah Angelica, melihat portal liquid berwarna silver-hitam di hadapannya.


Gumpalan cairan silver-hitam pipih seukuran tubuh perempuan cantik itu merupakan sebuah portal menuju Dimensi Dunia Lain:


Dimensi Dunia Gim Serikat Dunia


Yang mana saat ini akan berlangsungnya perang antar Player (Pemain) melawan Non Playable Character (Pribumi) di dalam Dimensi Gim tersebut.


Perang bukanlah hal yang mudah—kendati ia terjadinya hanya di sebuah gim. Keluarga Besar Konglomerat yang berafiliasi dengan Korporat.3 mulai menginvasi kota-kota guild serta menyiapkan seluruh kekuatan mereka untuk menguasai seluruh Daratan Surga.


Para player saat ini langsung mengerahkan semua kekuatan dan sumber daya yang mereka miliki di Garis Depan Medan Perang. Sebab mereka tahu jika penaklukan Gim Serikat Dunia sedikit terlambat, para NPC, yang merupakan pribumi di dalam gim yang mereka mainkan itu akan lebih cepat tubuh semakin kuat dibandingkan mereka sendiri.


Sudah menjadi rahasia umum jika para NPC di dalam gim pada setiap era manapun akan selalu lebih kuat dan berkembang lebih cepat daripada para pemainnya itu sendiri.


Kembali ke tempat pertemuan kecil berlangsung di dalam Mansion Keluarga Besar Nojo, barisan harem Mamat kecil sedang berkumpul. Mereka rela menjadi harem seorang Anak Emas—apalagi dia merupakan anak bungsu dari Keluarga Konglomerat Kelas Atas. Mereka pun sekaligus akan otomatis bisa bergabung menjadi anggota party Mamat dalam penaklukan utama di Perang Besar.


Mamat menolak Angelica dengan tegas karena sedari awal Keluarga Besar masing-masing dari mereka memang bermusuhan—apalagi sekarang ini perang terus berlangsung. Kendati hanya dalam gim, situasi mereka masih panas, masih belum tentu Keluarga Besar siapa yang akan mendapatkan kontribusi terbanyak.


Poin Kontribusi Korporat menjadi alasan utama para player bersemangat memulai perang penaklukan tersebut. Mereka bisa mendapatkan apa pun dengan poin tersebut.


Entah itu kekayaan, ketenaran maupun kekuasaan bisa didapatkan hanya dengan Poin Kontribusi Korporat. Namun, hal yang paling diinginkan manusia di Dunia Nyata hanyalah:


Daratan


Memiliki rumah dan membuat sebuah keluarga memang impian semua manusia. Untuk merealisasikan mimpi tersebut, manusia membutuhkan sebuah daratan untuk dipijak.


Cara mendapatkan Poin Kontribusi terbanyak dewasa ini ialah menginvasi kota-kota guild di dalam Game World Guild, serta menyelesaikan misi-misi yang dikeluarkan para Petinggi Eksekutif Korporat. Mereka yang mengikuti Eksekutif Korporat telah menggunakan seluruh kekuatan yang mereka miliki di Dunia Nyata dan Dunia Gim untuk mendapatkan poin tersebut sebanyak mungkin.


Namun, ada satu orang perempuan cantik yang sedari kecil memang sama sekali tidak tertarik akan hal-hal seperti pengaruh, ketenaran, maupun kekuasaan. Angelica, yang untuk saat ini, hanya tertarik ke Mamat kecil.


Di dalam Dimensi Dunia Gim yang selalu dia mainkan—di tempat yang sama selama beberapa waktu terakhir, dia terlihat sangat murung, berjongkok memeluk lututnya sendiri di pojokan gang. Namun sekarang berbeda. Angelica tahu jika dia tidak sendirian lagi. Pun entah untuk yang ke-berapakalinya, seorang anak kecil NPC mendatanginya.


Angelica terus mendesah frustrasi saat mengingat Mamat kecil yang telah menolaknya dengan tegas. Dia memang sangat menyukai Mamat kecil dan sedang merasa depresi saat Mamat terus menolaknya—tetapi—mata emasnya langsung berubah kembali cerah saat mendongak, melihat anak kecil NPC di hadapannya.


“Kakak kenapa?” tanya anak kecil NPC di hadapannya.


Mendengar suara anak laki-laki yang menurutnya sangat menawan, dia berusaha untuk tersenyum.


“Nggak, Dik ... Kakak nggak kenapa-napa kok.”


“Ya. Oke. Kalau begitu aku akan pulang.”


“Eh? Aku masih mau ngobrol ih—maksudku, aku mau beli kacangmu!!”


Angelica tiba-tiba berteriak keras, bergegas menghentikan kepergian anak kecil NPC itu.


“Hei ... harusnya aku nanya ini dari awal, sih, tapi,” gumam Angelica, lalu bertanya, “siapa nama kamu?”


Anak kecil NPC itu mendongak dan melihat avatar Angelica. Mata hitam matinya menatap tepat ke arah mata emas perempuan cantik di hadapannya.


“Aku: Pope.” Dia langsung menunduk setelah melihat dua mata emas menawan itu.


Pada saat ini, untuk pertama kalinya, anak kecil tersebut berpikir tidak apa-apa sesekali dia terlambat pulang.


“Po—apa?! Hahahaha!! Apa itu?! Konyol banget nama kamu ... Hahaha,” Angelica tiba-tiba tertawa setelah mendengar nama anak kecil NPC itu. “Tapi, apa artinya?”


Angelica tertawa karena anak kecil NPC itu mengutarakan namanya sendiri seperti mengucapkan kata: pup.


“Aku tidak tahu,” balas Pope, menggeleng. Dia menatap perempuan di hadapannya dengan tatapan dan ekspresi biasa.


Awal, dari hubungan aneh mereka berdua pun akhirnya dimulai.


Tetapi belum sampai Angelica bisa berbincang dengan Pope, seorang NPC tua datang, menjemput anak kecil NPC itu.


“Pope,” ajaknya, dengan ekspresi sekaligus nada yang datar dan dingin, “ayo pulang.”


Pria tua itu berdiri di luar gang dan langsung berbalik pergi begitu saja; dan Pope pun langsung mengikutinya.


“Oke—aku pulang dulu, Kak,” pamit anak kecil NPC itu, tanpa menoleh.


Melihat mereka berdua pergi begitu saja, Angelica hanya bisa melongo, menjulurkan lengannya ke arah dua NPC itu.


Sebelum pergi, Angelica sangat jelas bisa merasakan tatapan dingin NPC tua itu layaknya tatapan para NPC Pribumi pada umumnya.


Tatapan orang tua itu memang bukan hal yang aneh bagi player seperti Angelica. Perempuan cantik itu sudah lama mengetahui bahwa setelah Ekspansi Besar Eksekutif Korporat dimulai, beberapa NPC memang selalu menatap dingin dirinya.


Situasi tersebut bukan hal aneh bagi semua player yang memainkan Game World Guild saat ini. Sebab Pope dan kakeknya memang tinggal di Wilayah Jajahan para player.


Namun, berbanding terbalik dengan situasi mereka berdua saat ini. Antara penjajah dengan yang menjajah. Perempuan cantik (Penjajah) dengan anak kecil NPC itu (Pribumi), entah bagaimana, pada akhirnya, kedua insan yang memiliki latar belakang sangat bertolak belakang itu malah akan menjadi lebih dekat—dan semakin dekat. ***