RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY

RE: HIGH HUMAN ARTIFICIAL TECHNOLOGY
#REHHAT [2] – [30] NPC Aneh



Setelah World In dan bermain Game World Guild pun, Angelica masih saja murung. Dia berjalan ke arah Wilayah Pedesaan—yang notabenenya merupakan tempat dan wilayah para player newbie.


Perempuan itu terus berjalan menyusuri desa-desa yang mengelilingi Negara Adidaya [3], tanpa tujuan jelas. Semakin terus berjalan, dia semakin murung.


Meski dia sedang bermain gim berbasis Dimension World dengan realitas 100% layaknya D-MMORPG pada umumnya, Angelica sama sekali tidak terlihat bahagia. Dia seperti sedang memikirkan masalah yang sangat berat.


Kenapa Mamat harus gitu ke aku, sih, pikirnya, mendesah frustrasi. Tadi itu aku cuma—


“Ohh ...!! Ternyata gini rasanya mati ...!”


“Hahaha! Ya!! Ini perasaan yang sangat menakjubkan—hidup kembali setelah kematian rasanya sangat hebat! Hahaha!”


“Ya! Hahaha! Tadi itu benar-benar gila, ya!”


Angelica melihat beberapa pemain baru, sedang menyerukan tentang hebatnya rasa kematian setelah mereka dihidupkan kembali di Bangunan Gereja.


Kenapa lagi orang-orang itu? Mereka malah senang?! Stats Avatar kalian sekarang berkurang setengah! Ditambah kalian semua akan dalam keadaan lemah selama beberapa hari—apa kalian ini bodoh?!! Dia menggerutu dengan nada tinggi dalam hatiannya.


Angelica langsung mengabaikan kebodohan mereka, pergi begitu saja. Dia sangat depresi sehingga terus memaki dan menggerutu tidak jelas sepanjang perjalanannya.


Melihat Kantor Cabang Guild di sampingnya, dia mendesah prihatin.


Angelica tahu apa yang akan dilakukan para player tak lama lagi. Perempuan remaja itu hanya bisa menggelengkan kepala karena dia tidak bisa melakukan apa-apa tentang itu.


Dia sudah tahu, jika seluruh Kelompok Manusia Kelas Atas bersatu, Serikat Dunia—dasar dari gim yang dimainkannya itu—sudah pasti akan hancur.


“Mereka,” gumamnya, menatap Bangunan Gedung tinggi di hadapannya, “pasti akan menderita, huh.”


Selain para Eksekutif Korporat, hanya ada beberapa Keluarga Konglomerat Kelas Atas yang mengetahui rahasia sangat menguntungkan di dalam Dimensi Game World Guild.


Angelica Tang No


Merupakan salah satu player yang berasal dari Keluarga Kelas Atas yang mengetahui rahasia besar di dalam Game World Guild. Sebab itulah Keluarga Besar-nya memerintahkan dia untuk bermain gim tersebut, walaupun untuk seorang perempuan remaja, hal itu memang terbilang sangat berbahaya.


Dia diperintahkan untuk menyelesaikan quest harian serta quest-quest kecil lain sebanyak yang dia bisa.


Angelica memasuki Gedung Cabang Serikat Dunia, untuk melaporkan quest harian yang telah dia selesaikan.


“Urk ... waktu itu main di daerah ini sangat menyenangkan,” desahnya, lalu mengerucutkan bibir, “Sekarang orang-orang tua itu nggak masuk akal banget! Kenapa aku juga harus nyelesain quest harian sebanyak ini, sih!?”


Memang, apa yang dilakukan Angelica setiap hari hanya memilih quest yang sesuai dengan level-nya, lalu kemudian menyelesaikannya sebanyak mungkin.


Itu pasti akan sangat membosankan untuk seorang perempuan, yang masih terbilang remaja.


Angelica menggerutu seperti itu seraya membuka pintu depan—keluar dari Gedung Cabang Serikat Dunia.


Village.0


Angelica sudah lama tidak kembali ke tempat ini. Dia hanya ingat, desa tersebut hanya tempat di mana semua pemain memulai Gim Serikat Dunia.


Perempuan itu ingin mencari suasana baru sejenak. Dia tidak bisa ke Wilayah Dungeon sendirian atau bahkan memasuki Mini Dungeon, jadi dia hanya memilih tempat awal gim untuk beristirahat.


Desa yang sangat kumuh, jauh lebih kumuh dan buruk dari desa-desa lain, dan tempat di Distrik [0] yang hanya terdapat satu Gedung Cabang Guild berdiri.


Baru saja melangkah masuk ke desa tersebut, tiba-tiba dia melihat beberapa NPC anak-anak tak biasa. Mereka berlarian entah akan ke mana. Namun, salah satu dari mereka berhenti berlari—terdiam—saat melihat Angelica; dan perempuan itu pun melihat tepat ke arah mata hitam NPC laki-laki kecil itu.


“Eh?! Kenapa kamu lari?”


Anak laki-laki itu merasa sangat waspada dengan tindakan Angelica, jadi dia langsung kabur darinya. Namun tiba-tiba, dia berhenti berlari dan menoleh ke belakang.


Entah mengapa, keduanya merasa mereka akan bertemu kembali.


“Hei, kenapa kamu lari?”


Angelica sangat kebingungan melihat NPC itu, yang terkesan sangat ketakutan padanya. Dia merasa seperti itu, padahal, NPC tersebut berekspresi dingin dan datar layaknya NPC – NPC pada umumnya.


Hari-hari berikutnya pun Angelica jadi melakukan hal yang sama. Dia menyelesaikan quest membosankan—yangmana dia memang tak diizinkan untuk keluar dari Wilayah Distrik [0] Negara Adidaya [3].


Angelica kebetulan melihat lagi anak-anak NPC sedang berlarian. Perempuan itu melihat salah satu anak menggenggam bungkusan hitam berisi kacang bercahaya.


“Hei!? Itu kamu lag—eh—jangan lari!” teriak Angelica, langsung mengejar seorang anak kecil NPC. “Kenapa kamu lari? Kakak cantik ini baik, kok—sungguh!”


Dia berkata seperti itu namun ekspresi pada wajah serta aura yang dipancarkannya berkata lain. Ia seperti ingin memakan anak kecil yang dikejarnya itu hidup-hidup.


Dengan ekspresi wajahnya yang sama sekali tak bisa dia kontrol, sudah pasti semua anak-anak NPC akan langsung kabur darinya.


Angelica padahal hanya ingin membeli Nut.0 yang selalu digenggam salah satu anak kecil NPC, namun dia malah selalu langsung kabur darinya.


“Hei, kamu!” panggil Angelica, seraya mengejar salah satu anak kecil NPC, “Aku cuma mau—“


Angelica bahkan belum menyelesaikan kalimatnya, anak kecil NPC yang dia kejar tiba-tiba menghilang di tikungan gang.


Sial. Pada tahap permainan ini, para NPC terlalu cepet ...!! Padahal, pasti gampang nyelesain quest harianku kalo aku beli Nut Point Zero dari anak itu, demikian pikirnya, menggelengkan kepala, dan dengan pasrah berbalik pergi.


Angelica tiba-tiba mempunyai hobi baru setelah dia menyelesaikan quest hariannya. Dia selalu mencari dan mengejar seorang anak kecil NPC. Perempuan itu pun jadi selalu rutin pergi ke Village.0. Newbie Place. Hanya untuk mencari NPC anak laki-laki itu.


Bahkan sebelum Angelica melihat sosoknya, anak-anak NPC yang biasa bersama anak kecil pemegang Nut.0, selalu tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


Kejar-kejaran terus berlangsung namun anak kecil NPC manapun yang Angelica kejar selalu lolos begitu saja.


Perempuan remaja itu sama sekali tidak menghiraukan pertikaian dan krisis Keluarga, Korporat atau bahkan Negara Adidaya—yang memang bukanlah hal asing pada tahun 4221 di Dunia Nyata-nya. Dimana Krisis Energi, perebutan Kekuasaan dan Wilayah Daratan memang tak bisa dipungkiri akan selalu menjadi faktor utama terjadinya pertikaian—bahkan perang pada era di mana dia hidup.


Sumber daya energi di muka bumi semakin menipis. Bahkan bukan hal yang aneh jika sebuah Daratan Dunia Nyata lenyap karena Energi Inti-nya telah habis. Adalah hal yang lumrah terjadi, saat sebuah daratan menghilang.


Dunia Nyata semakin kekurangan daratan, sedangkan jumlah populasi manusia tetap stabil. Kestabilan yang anehnya malah menjadi hal membahayakan bagi Umat Manusia itu sendiri, sebab nilai-nilai HAM di Dunia Permukaan memang sudah sangat tinggi—bahkan terlalu tinggi—mereka tidak bisa melenyapkan entitas mereka sendiri begitu saja.


Dan ditambah pada tahun 4200 lalu, masalah baru muncul, di mana para Dead Wood, NeeT, serta Manusia Gagal sejenisnya telah merajalela dan menjadikan pemborosan Energi Inti Dimensi Dunia Nyata berskala besar.


Maka dari itu, Korporat selaku pemegang kekuasaan Negara - Negara Adidaya di Daratan Dunia Nyata selama 3.000 tahun terakhir, telah membuat peraturan mutlak tentang: Kontribusi.


Jadi sama sekali bukan hal yang aneh selama mengejar seorang anak kecil NPC, Angelica pasti melihat beberapa player menjadi petani di Village.0.


Hukuman paling berat bukanlah menjadi budak di Dunia Nyata, melainkan menjadi seorang budak di dalam Game World Guild.


Orang-orang yang kekurangan poin kontribusi di Dunia Nyata akan menjadi seorang budak seutuhnya. Namun, untuk mereka yang tak memiliki majikan dalam jangka waktu tertentu akan dipaksa terus bermain dan menjadi: Gold Farmer, Nut.0 Farmer atau Lobak.1 Farmer.


Meskipun mereka bermain gim realitas virtual, mereka akan sangat tersiksa jika terus dipaksa melakukan satu tugas tertentu setiap hari dan seharian penuh dalam Dimensi Dunia Gim tersebut.


Angelica masih belum menyerah mengejar seorang anak kecil NPC. Tetapi bagaimanapun dia berusaha, Angelica tetap tidak bisa mengejarnya. Dan hal ini pun pada akhirnya membuat perempuan cantik itu murung kembali.***