
Hamparan daratan kosong nan gersang terpampang di hadapan Mamat. Juga memang hanya terdapat hamparan langit cerah di atasnya, namun, ini adalah berita buruk untuk Mamat serta Batalion Pasukan Penakluk Serikat Dunia yang dipimpinnya.
Pria Vanguard itu, serta party di sampingnya serentak melongo, terkejut saat melihat sebuah Wilayah Negara Adikuasa bisa tiba-tiba menghilang tepat di hadapan mereka.
“Petanya sampai berubah?” gumam Mamat, mengecek pada sebuah panel biru yang keluar dari jam kuantumnya. “Ini ...”
Peta tersebut menampilkan sebuah Field Dungeon baru, yang sebelumnya ia merupakan Wilayah Dalam Kekuasaan Negara Adikuasa [0].
“Kita tidak menyadarinya sama sekali? Kapan mereka mundur?”
“Ini aneh, Tuan Muda!”
“Ya! Nggak mungkin untuk sebuah wilayah besar kayak Negara Adikuasa [0] ngilang gitu aja ... selama ini aku nggak pernah main gim virtual kayak gitu.”
Harem Mamat mulai berdiskusi serius.
Berbeda dengan Negara Adidaya yang hanya memiliki beberapa distrik perkotaan dan pedesaan di dalamnya, Negara Adikuasa memiliki pangkalan militer di Negara Adidaya mana pun. Hal tersebut terjadi sebab sebuah Negara Adidaya memang tidak memiliki in trans yang banyak terhadap Negara Adikuasa. Negara Adidaya memang hanya sebuah Negara Besar yang memiliki pengaruh dan militer lebih kuat dari Negara – Negara pada umumnya.
Dalam arti kata lain, Negara Adikuasa [0] yang menghilang itu merupakan penguasa dari ketiga belas Negara Adidaya di hamparan Daratan Surga. Wilayah Daratan Negara Adikuasa tidak berbentuk kawah, melainkan sebuah lempengan logam yang melayang beberapa puluh meter di atas hamparan Daratan Surga.
“Dan, ia benar-benar menghilang begitu saja di hadapan kami?” gumam Xiao Tang No, mendongak menatap langit di atasnya.
“Ya ... ini mungkin Sihir Tingkat Tinggi,” tebak Mamat, memandang langit di atasnya yang kosong melompong. “Grand Wizard – Elf, huh ....”
Mereka semua berada di tengah-tengah daratan gersang, yang dulu di atasnya terdapat lempengan besi Negara Adikuasa [0].
“Anak ke-11 Tuhan itu?!”
Pria Tombak Silver bertanya ke Mamat, tetapi salah satu harem Anak Emas itu malah tiba-tiba berseru histeris.
“Hei, hei, hei, Tuan Muda! Aku nggak bisa bangun portal dimensi!!"
Seorang wanita yang menyandangkan panah di punggungnya, merupakan salah satu harem Mamat, sedang mencoba mengaktifkan dua buah balok metal silver yang merupakan sebuah alat portal dimensi.
“Apa?! Gak mungkin!” tukas salah satu pria anggota party Xiao Tang No, mencoba mengaktifkan portal juga. “Ini ...”
Mereka semua mulai waswas.
“Tunggu! Apa tragedi yang kita alami sekarang ini seperti Tragedi Menakjubkan di legenda gim itu?!! Tapi World Guild ini bukan Game Virtuality Kuno yang cuma pake Super Intelegent!”
Ekspresi di wajah Mamat berubah serius. Namun, bukannya panik dan memikirkan tragedi legendaris maupun cara untuk keluar dari Dimensi Gim yang dimainkannya, dia malah mengaktifkan alat komunikasi di jam kuantumnya untuk melaporkan situasi.
Melihat Anak Emas itu tidak terlalu memikirkan bagaimana portal dimensi bisa tertutup, Xiao Tang No mengerti.
“Tenang, kalian semua. Masih banyak cara untuk bisa World Out,” papar Pria Tombak Silver itu, menenangkan kedua party, “Seperti menunggu orang dari Dunia Nyata World In, lalu kita melewati portal silver-hitam mereka.”
“Ah!?”
“Iya, Ge Xi benar!”
“Seperti yang diharapkan dari wakil pemimpin kita.”
Itu memang ide yang bagus, sebab masih ada Energi melimpah tak terbatas di dalam Game World Guild yang mereka mainkan. Ia semua sangat berguna untuk mempertahankan daratan dan menjadi sumber daya tambahan di Dunia Nyata.
Kita masih harus terus menambang sumber daya di gim ini untuk mempertahankan Daratan Dunia Nyata, demikian pikir Xiao Tang No, menatap pemimpin batalion pasukannya.
“Untuk Eksekutif Korporat serta Keluarga Kelas Atas,” ujar Mamat ke sebuah interkom panel biru, “Kita harus bergegas menguasai wilayah daratan dimensi ini! Jangan sampai ada kegaduhan antar player. Kita harus segera menegaskan kekuasaan penuh di World Guild ini!”
Namun berbanding terbalik dengan apa yang mereka rencanakan, mulai dari sekarang, para player bahkan tidak akan pernah bisa mengirim Energi serta Bahan Mentah di Dimensi Dunia Gim tersebut ke Dunia Nyata mereka.
“Aku harus mengadakan rapat darurat dengan para Eksekutif Korporat,” ijin Mamat ke anggota party-nya. “Aku serahkan yang di sini padamu, No.”
Kemudian Anak Emas itu menoleh ke Pria Tombak Silver. Xiao Tang No.
“Oke.”
Pria Tombak Silver itu serta seluruh anggota party di sekitarnya serentak menoleh ke Mamat.
Mamat yang terkejut dan bergumam seperti itu. Dia tidak bisa menggunakan alat teleportasinya.
Namun, Pria Tombak Silver di sampingnya langsung mempersiapkan sebuah kendaraan terbang.
"Ini kendaratan tercepat untuk sampai ke Negara Adidaya Pusat, Mat, pakai aja."
Kendaraan Box Metal Hitam dengan satu kursi. Ia melayang tepat di hadapan mereka.
“Oke. Terimakasih. Aku akan segera kembali, No."
Selain para Eksekutif Korporat, hanya ada beberapa Keluarga Konglomerat Kelas Atas yang mengetahui kegunaan Nut.0 serta Kelas Energi di atasnya dalam Game World Guild untuk kepentingan dan perkembangan di Dunia Nyata.
Namun, sedari awal memang tidak mudah untuk para player membawa keluar loot dari dalam Dimensi Gim Serikat Dunia ke Dunia Nyata mereka. Ia harus melalui beberapa tahap penyaringan. Pun mereka menyadari hambatan terbesar untuk menguasai seluruh sumber daya adalah para NPC dalam game itu sendiri.
Menurut perhitungan para pemain profesional, perkembangan para NPC terlalu cepat, jadi mereka harus memusnahkan Kekuatan Utama Gim tersebut. NPC. Sebelum para pribumi itu menjadi terlalu kuat untuk dikalahkan.
Memang sangat sulit untuk memindahkan benda un-material ke Dunia Nyata. Namun sebelumnya, satu demi satu Eksekutif Korporat telah berhasil mengimpor mereka dari dimensi yang disebut: Dunia Lain. Ia pada akhirnya bisa melintasi dimensi dan sampai ke Dunia Nyata mereka. Kendati harus satu per satu dalam jeda waktu yang relatif panjang.
Dan pada akhirnya, mereka masih bisa dikatakan hampir menguasai seluruh Daratan Surga, walaupun memang masih dalam keambiguan yang terlalu jelas.
Tidak ada satu pun player yang tahu seberapa kuat keturunan Tuhan ke-11 yang telah melarikan diri itu. Mereka pun tidak mengetahui alasan Dia menghilang bersama Daratan Negara AdikuasaNya.
Dari plot utama Gim Serikat Dunia, semua orang tahu jika NPC bertelinga panjang itu adalah Pemimpin Utama Serikat Dunia sekaligus Protagonis Utama di dalam gim yang mereka mainkan.
Untuk mengubah plot dan jalan cerita utama dalam gim yang mereka mainkan, para player harus membunuhnya. Aneh. Memang. Tetapi NPC pria bertelinga panjang tersebut sedari awal telah dijadikan Bos Terakhir oleh para pemain gimnya itu sendiri.
Dengan membunuhnya, para player akan bisa dengan mutlak menguasai Daratan Surga dalam Gim Serikat Dunia yang mereka mainkan. Namun, dia menghilang begitu saja di Perang Penaklukan terakhir yang dipimpin oleh Mamat.
“Nggak ada yang nyangka sihir bisa se-menakjubkan ini, ya?”
“NPC itu pantas jadi Raja Terakhir kita di gim ini.”
“Kamu bodoh. Masih banyak rahasia di World Guild. Kita bahkan gak tahu apa kabar para player yang dikirim ke Faksi Gelap.”
“Hei, hei, hei ...!! Kita harus cemas! Kita nggak bisa World Out, woy! Sadar!”
Berbagai diskusi di dalam forum terus berlangsung. Beberapa dari para player mengeluh, berargumen dan bahkan mencaci maki di dalam forum maupun di publik. Namun hanya sedikit player yang cemas. Dari catatan sejarah gim realitas virtual yang mereka ketahui, sudah menjadi hal biasa jika ada sebuah gim yang mengalami Lock World.
Pada akhirnya Xiao Tang No memang menyelesaikan quest-nya seperti Mamat, namun situasi telah berubah. Para Eksekutif Korporat langsung memerintahkan Anak Emas itu untuk mencari Elf—Pemimpin Tertinggi Serikat Dunia.
“Itu yang mereka perintahkan," ungkap Mamat, mengerutkan keningnya, “Para Tetua Eksekutif Korporat yang akan mengurus kekuasaan.”
Pria Tombak Silver itu pun mengerutkan kening setelah Mamat mengungkapkan hal itu. Meski sebelumnya dia optimis, tiba-tiba dia merasakan firasat buruk tentang hal tersebut.
Dan pada akhirnya firasat buruknya benar-benar terjadi, di mana beberapa player yang mengetahui informasi bahwa mereka tidak bisa World Out, mulai terpecah. Mereka membentuk faksi mereka sendiri dan beberapa menjadi petualang yang akan menjelajahi Wilayah Asing Daratan Surga untuk mencari sumber daya.
Sumber daya yang memang digunakan mereka untuk bertahan hidup, ada di berbagai tempat Daratan Surga. Biasanya ia berada di tempat seperti sarang monster, yang juga terbagi atas:
¤ Monster Gate, biasanya ia muncul di Wilayah Daratan Surga mana pun, bisa di Field Dungeon dan Mini Dungeon.
¤ Alien Gate, hanya muncul di Puncak Gunung.
¤ Ghost Gate, biasanya terdapat di Kaki Gunung maupun Hutan Belantara.
Ketiga tempat sumber daya utama tersebut, kelak akan menjadi Medan Pertempuran Berdarah baru untuk para player.
Namun tak hanya itu, perlahan semua wilayah yang telah dikuasai para player itu sendiri akan mengalami perpecahan, kericuhan, gesekan serta pertempuran.
Perang antar player jelas akan terjadi saat faksi yang mereka buat sendiri sudah terbentuk sempurna. Mereka semua akan saling memperebutkan sumber daya di dalam gim yang mereka mainkan.
Sudah menjadi rahasia umum kalau player itu abadi—namun mereka tahu bahwa kehidupan mereka sekarang berada di dalam Main Story Game World Guild.
Dan seperti halnya di Dunia Nyata mereka, para player itu tahu dengan sangat jelas kalau tidak ada yang abadi selain Tuhan mereka sendiri.***