
Di Daratan Surga, pahlawan merupakan sebuah gelar pemberian para Dewa—bahkan ia pun dapat merupakan berkah dari Tuhan Mereka sendiri. Yangmana seharusnya pemilik gelar tersebut bekerja keras untuk melaksanakan pekerjaannya, dan terus memegang teguh gelar tersebut seraya menjalankan kewajiban mereka dengan baik.
Tidak seperti Pahlawan - Pahlawan Daratan Surga Negara Adidaya Permukaan yang selalu membuat insiden, kegaduhan, keributan dan sampai membuat Sekte – Sekte di sekitarnya mengamuk.
Pun termasuk satu Sekte Faksi Gelap yang cukup diperhitungkan di Daratan Surga Permukaan:
Sekte Sesat
Ia mengamuk dan sampai-sampai mengerahkan seluruh kekuatan-nya untuk meluluhlantahkan seluruh Negara Adidaya Daratan Surga Permukaan. Bahkan, Negara serta Wilayah Khusus di sekitarnya pun tak luput dari amukan-nya.
Tugas seorang pahlawan pada umumnya itu harusnya halnyalah menyelamatkan dan melindungi. Entah menyelamatkan dan melindungi situasi ataupun seseorang.
Ya. Harusnya.
Akibat ketidakbecusan mereka dalam berperilaku dan melaksanakan pekerjaannya dengan benar, Umat Manusia Daratan Surga Permukaan hampir sepenuhnya punah.
Masing-masing dari Negara - Negara Adidaya Daratan Surga Permukaan hampir mengubur warga mereka sendiri. Hal itu bisa terjadi karena Sekte Sesat bisa memanfaatkan kekuatan yang bisa menantang Tuhan dan jajaran para DewaNya beserta para Malaikat-nya, yakni:
Kaum Iblis
Bukan rahasia lagi Sekte Sesat itu merupakan salah satu pemuja para iblis.
Suatu Kaum Ghoib dan para makhluk.Nya, memang bukan lawan untuk para Pahlawan Nasional yang masih belum berada di puncak kekuatan mereka.
Akibat dari kekalahan Pahlawan – Pahlawan Nasional itu, Sekte Sesat yang dibantu oleh Kaum Iblis, berhasil meluluhlantahkan tiga Negara Adidaya Permukaan.
Ya. Dan pada akhirnya, mereka pun berhasil meratakan Negara Adidaya serta Wilayah – Wilayah Khusus di sekitarnya.
Tiga Negara Adidaya Permukaan terkubur begitu saja.
Ya. Dan pada akhirnya, mereka hanya butuh 10 Great Satan untuk meruntuhkan tiga Negara Adidaya Permukaan tanpa adanya Pahlawan Nasional.
Satu Great Satan Perempuan menembakkan Energy Cannon Ungu dari mulutnya ke atas langit, setelah melempar tubuh hancur seorang pria yang telah diremukkan Tangan Besar.Nya.
Itulah apa yang baru saja dilihat oleh seorang pria berambut putih yang baru saja turun dari Permukaan Dungeon.
Pria itu melihat ratusan Panel Biru Besar yang menempel di Dinding Metal Tower. Panel-panel tersebut menampilkan sebuah video berulang, berupa berita situasi di mana satu Great Satan meruntuhkan Tower Energi Metal Daratan Surga Permukaan.
Saat dia mendekati Tower Energi Hitam dan berbaur dengan kerumunan, ribuan Panel Biru tiba-tiba muncul bersamaan dan langsung memutarkan berita terkini tentang insiden besar Daratan Surga Permukaan secara serentak.
“Sial?!” geramnya, tiba-tiba menguatkan rahangnya; dengan tangan kanannya masih menggenggam Kapak Merah Besar, “Apa yang terjadi di sini?!!”
Video di panel-panel biru tersebut berakhir saat Negara Adidaya Permukaan yang telah Kaum Iblis hancurkan terkubur begitu saja. Berita di panel biru itu memang terus diulang agar orang-orang di sekitar pria itu tahu betapa mengerikannya Sekte Sesat serta Kaum Iblis.
“Gimana caranya event besar kayak gitu bisa dipicu di Daratan Surga Permukaan?”
“Pasti ada orang bodoh yang memicunya! Ugh. Sial. Untung aku terpeleset ke sini.”
“Lihat NPC itu!? Bukankah dia terlalu kuat?!”
“Kau bodoh. Lihat Cursemancer itu ... dia meng-cover seluruh rekannya dengan sangat baik.”
Seseorang berujar, “Sekarang kita—para player harus lebih hati-hati terhadap NPC, ya ...”
Kapak Merah Besar dengan batang serta gagang berwarna hitam-nya masih digenggam pria berambut putih.
“Ya. Kamu benar ... kita semua harus lebih memperhitungkan mereka juga,” timpalnya, mengerutkan kening dengan wajah menggelap.
Pria berambut putih itu mendongakkan kepalanya, melihat kembali ribuan panel biru yang menempel di dinding Tower Energi Kerajaan. Dia meng-eratkan genggaman pada gagang hitam Kapak Merah Besar-nya.
Setelah para Pahlawan Nasional di setiap Negara Adidaya Permukaan mati, situasi di setiap Wilayah Manusia lain menjadi sangat mencekam. Di sana hanya terlihat ada kawah besar dengan beberapa puing-puing bangunan yang tersebar di sekitarnya.
Kebanyakan dari mereka rata menjadi tanah lapang nan tandus—layaknya dungeon-dungeon pada umumnya di Daratan Surga.
Tidak ada satu orang pun yang menduga di permukaan sana akan terjadi Insiden Besar seperti itu. Apalagi insiden tersebut dimulai pada saat masih tahap awal gim.
Untuk sekarang, masih jauh untuk mereka sanggup melakukan perang antar kaum.
“Apa Daratan Surga Bawah Tanah ini akan dilenyapkan Kaum Iblis juga?”
Seseorang bertanya seperti itu entah kepada siapa. Orang itu hanya terus mendongak, menatap miris keadaan di Daratan Surga Lainnya itu. Sungguh beruntung mereka semua yang menonton berada di Daratan Surga Bawah itu.
Tidak, pikir pria berambut putih, menggelengkan kepalanya lalu mendongak kembali. “Aku tidak akan pernah membiarkannya ...”
Salah satu Panel Biru menampilkan lagi sebuah adegan di mana tubuh Pahlawan Nasional Utama—orang yang sangat dikenal Pria Kapak Merah itu—diremukkan Tangan Besar Great Satan Perempuan.
Namun, dia menguatkan kepalan tangannya; serta mengepalkan rahangnya saat melihat panel biru lain. Di mana terdapat adegan seorang NPC Pria mati ditebas pedang kecil milik pria bertubuh kabut hitam.
“Cih,” decak kesal pria itu, “Aku salah melepaskannya begitu saja waktu itu!”
Entah mengapa dia sangat marah saat melihat adegan tersebut. Padahal dia hanya melihat seorang NPC Pria lemah, yang pada akhirnya mati di awal pertempuran.
Pria itu melihat dengan jelas kepala NPC Pria itu terpenggal, terlempar ke arah Ex Assassin Heroes. Apa yang dia lihat terakhir adalah sosok Pria Mengerikan dalam video itu mengambil kepala tersebut, sebelum dia berbalik dan langsung pergi—sama sekali tak tertarik melihat adegan selanjutnya.
Setelah menyetorkan quest-ku, aku harus segera mengumpulkan Pahlawan – Pahlawan Nasional Baru lain untuk diskusi tentang hal ini, demikian pikirnya. Dia menguatkan tekadnya.
Meskipun dia terlihat sangat kuat, dengan perawakan wajah tegas, tinggi tubuh setinggi Kapak Merah Besar-nya, serta otot-otot di kulit putihnya yang menonjol, dia masih belum mempunyai pengaruh apa-apa di Gim Serikat Dunia.
Pria berambut putih itu menjauhi kerumunan seraya menyandangkan Kapak Merah Besar di punggungnya secara menyilang.
Kendatipun pria itu sudah berada di level maximum-nya, dia tidak memasuki Tower Energi di belakangnya. Dia malah pergi menuju salah satu Wilayah Khusus Daratan Surga Bawah.
Melewati beberapa hamparan dungeon dan melawan monster-monster yang sama sekali bukan tandingannya lagi, pria berambut putih itu akhirnya sampai di hadapan sebuah Kuil Tower Kembar.
Namun, Wilayah Khusus di hadapannya itu bukanlah tempat para Umat Beragama manapun untuk beribadah. Ia sangat berbeda dengan wilayah super-megah nan mewah mereka.
Memasuki lanskap Wilayah Khusus tersebut, pria itu merasakan tekanan yang sangat menakutkan di sekitarnya.
Dia mengabaikan Aura dan Energi sangat kuat menusuk-nusuk permukaan kulit tubuhnya, terus berjalan ke arah dua Bangunan Tower Kembar yang terlihat seperti dua buah tombak yang mengapit Bangunan Utama Kuil.***