
Kini, usia kandungan Emily memasuki bulan ke empat. Sebagai ibu hamil, Emily nampak biasa saja. Hanya Edwin yang terkadang sibuk sendiri memperhatikan istri nya. Namun, Edwin merasa lega ketika Emily mulai jarang mengalami muntah-muntah. Hanya saja wanita itu sekarang sedang benci mencium wewangian termasuk bau parfum atau pengharum ruangan. Sebagai suami yang baik, tentu saja Edwin menyingkirkan semua benda yang di benci oleh istri nya. Bahkan, Theo juga ikut kena getah nya karena pria itu harus rela pergi tanpa memakai wewangian.
Setelah sekian bulan Nadia atau Friska bekerja di perusahaan Alexander, wanita itu sangat pintar menyembunyikan jati diri nya. Siang ini, dengan sengaja Nathan mengirim Nadia pergi ke rumah Edwin hanya untuk mengatar kue pai pesanan kakak nya. Mata Nadia menyala ketika melihat perut Emily yang semakin membuncit. Terlebih lagi sekarang ada Edwin yang terus bersikap manja pada istri nya.
"Apa kau Sekretaris adik ku?" tanya Emily sopan.
"Iya nyonya, tuan Nathan menyuruh saya untuk mengantar pesanan anda." sebisa mungkin Nadia bersikap biasa saja.
Tidak, Edwin langsung terdiam sambil mengerutkan ke dua alis nya, pria ini seperti mengenali suara yang sangat familiar di telinga nya ini.
"Siapa nama mu?" tanya Edwin dengan wajah dingin nya.
Nadia menoleh ke arah Edwin, lalu menjawab pertanyaan Edwin dengan mengumbar seulas senyum nya, "Nama saya Friska tuan."
Edwin merasa ada hal aneh yang tiba-tiba menggelitik hati nya, tidak hentinya Edwin memandang lekat wajah Nadia dan bentuk tubuh nya. Nadia yang merasa Edwin menatap nya dengan pandangan aneh langsung pamit undur diri. Nadia bergegas keluar dari rumah Edwin dengan perasaan yang lega.
"Suami ku, kau kenapa?" tanya Emily merasa heran.
"Dia seperti tidak asing bagi ku." kata Edwin membuat Emily semakin kebingungan.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja." gumam Emily.
"Tidak, panggil adik mu kemari." perintah Edwin.
"Aku merasa jika Sekretaris mu itu tidak asing. Aku seperti mengenal nya." ujar Gavin sambil mengingat suara Friska alias Nadia.
"Kita satu pemikiran, awal nya aku juga berpikir seperti itu." kata Nathan.
"Lalu kenapa kau baru mengirim nya pada ku?" tanya Edwin.
"Karena aku tidak bisa menemukan siapa dia sebenarnya. Latar belakang Friska mengatakan jika dia lahir di negara ini tapi tumbuh besar di negara C." Nathan memberitahu.
Edwin langsung ingat, jika Rosalinda sudah lama menghilang dan wanita itu juga tinggal dan memulai bisnis nya di kawasan Asia. "Jika kecurigaan ku benar, aku benar-benar akan menghabisi mereka semua." ujar Gavin geram "Suara Friska sangat ku kenali, suara dia sangat mirip dengan Nadia!" kata Edwin membuat Nathan syok.
"Apa kau yakin wahai kakak ipar ku?"tanya Nathan antara percaya atau tidak.
"Aku akan menyelidiki nya. Aku harus mengirimkan anak buah ku ke negara C." kata Edwin yang sangat yakin.
"Aku sudah melakukan nya, tapi aku tidak mendapatkan informasi apa pun tentang dia." sahut Nathan.
"Bisa jadi semua data nya sudah di manipulasi. Rosalinda adalah orang pintar, yang terkadang sangat bodoh." ucap Edwin tertawa lucu "Jangan biarkan perempuan itu menginjakkan kaki ke rumah ku lagi. Aku yakin dia akan mengincar Emily." Edwin memberitahu adik ipar nya. Nathan yang penurut hanya bisa mengiyakan permintaan Edwin.
Nathan pamit, untung saja Emily mengizinkan nya pergi karena pakaian Nathan sangat bau membuat Emily tidak ingin dekat-dekat pada adik nya. Edwin juga kembali menghampiri istri nya, terus mengusap perut yang mulai buncit itu. Sebab rasanya, kerena sebentar lagi Edwin akan menjadi seorang ayah. Begitu juga dengan Emily, wanita ini sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang baik dan selalu menunggu menunjukkan perhatian yang lebih juga kasih sayangnya.