Perfect'S My Husband

Perfect'S My Husband
53.Nadia Menghilang



"Katakan, siapa yang sudah menyuruh mu?" tanya Edwin sambil mencengkram leher pelayan yang telah membunuhi makanan Emily menggunakan racun.


"S-saya...saya tidak tahu tuan." jawab nya terbata-bata. "Orang itu menggunakan masker, jadi saya tidak mengenal nya."


Dengan sangat kasar Edwin mendorong kasar tubuh pelayan itu hingga terjungkal. "Periksa Cctv. Cari yang mencurigakan." perintah Edwin. "Dan kau jelaskan ciri-ciri orang yang sudah menyuruh mu."


Dengan seksama, Edwin mendengarkan penjelasan pelayan tersebut. Di satu sisi, Edwin bisa menebak itu perbuatan siapa namun pria itu tidak mau menuduh tanpa bukti.


"Maaf tuan, kami sudah mengecek Cctv. Ada beberapa orang yang menggunakan pakaian dengan warna sama." anak buah Edwin berkata dengan wajah pucat.


Edwin kembali mencengkram leher pelayan itu, "Sekali lagi, jelaskan secara terperinci." perintah Edwin.


Salah satu anak buah Edwin berbisik, jika mereka menemukan seseorang yang sama persis dengan apa yang mereka pikirkan. Edwin mengepalkan tinju nya, sungguh musuh kali ini bukan seorang pria yang memiliki nyali besar namun seorang perempuan yang licik.


"Aku tidak ingin melihat restoran ini berdiri kokoh. Hancurkan!" perintah Edwin kemudian pria itu memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.


Di rumah sakit, Emily di jaga oleh Nathan dan Carry. Ingin rasa nya Nathan menghajar kakak ipar nya itu namun semua bukan lah kesalahan Edwin. "Bagaimana, apa pelaku nya sudah di temukan?" tanya Nathan.


"Belum pasti dia tapi aku yakin jika pelaku nya adalah dia." kata Edwin membuat Nathan dan Carry bingung.


"Apa maksud mu kakak ipar?" tanya Nathan tidak mengerti.


"Sudahlah, kita bahas nanti. Apa istri ku sudah sadar?" tanya pria itu menghampiri brankar istri nya. Wajah Emily masih pucat, bibir gadis itu juha masih mebiru. Edwin menahan amarah nya namun tetap saja lelaki itu tidak akan membiarkan jika pelaku nya bebas berkeliaran.


Edwin kemudian pergi lagi, meminta pada Nathan dan Carry untuk menjaga Emilya. Entah lah, apa yang akan di Edwin saat ini, yang jelas pria itu sekarang sedang menyeret Nadia ketempat sepi di bar.


"Edwin, lepaskan. Sakit...!" gadis itu memberontak.


"Jawab aku, kenapa kau meracuni istri ku?" tanya Edwin dengan sorot mata tajam.


"Jangan berpura-pura lagi, kau pasti ada di restoran itu kan?"


"Jangan memfitnah ku...!" seru Nadia percaya diri.


"Aku memang tidak punya cukup bukti untuk mengatakan jika kau adalah pelaku nya. Tapi aku yakin jika kau adalah dalang dari semua ini." Edwin berkata dengan penuh penekanan.


"Aku tidak tahu apa-apa. Lepaskan aku....!" ujar Nadia kemudian wanita itu berlari menghindari Edwin.


Edwin langsung mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang. "Lakukan....!" perintah nya.


Benar saja, dalam waktu lima menit keluarga Anderson langsung mengalami kebangkrutan. Bahkan Rosalinda saja tidak mau ambil resiko untuk menyelamatkan perusahaan milik Anderson. Dalam satu jam, semua kekayaan milik Andreson di sita oleh pihak bank. Lelaki paruh baya itu langsung syok dan mengalami serangan jantung.


Nadia pasti tahu betul ini perbuatan siapa namun wanita itu tidak mau mengaku pada ayah nya. Nadia hanya bisa menangis, memohon pada Rosalinda untuk membantu keluarga nya saat ini.


"Bukan kah aku sudah mengingatkan mu?" Rosalinda bertanya dengan angkuh nya.


"Ku mohon, bantu perusahaan keluarga ku." Nadia masih memohon.


"Aku tidak mau. Egalia bukan tandingan ku jika masalah pekerjaan. Kau perempuan ceroboh sama seperti teman mu yang mati itu." ujar Rosalinda penuh emosi. "Jika Catrina bisa mati tanpa jejak di tangan Edwin, lalu bagaimana dengan mu yang hanya sebatas angin? sudah ku bilang, masuk terlebih dulu di keluarga Alexander jika kau mau masuk di keluarga Egalia." Rosalinda kembali mengingatkan Nadia namun wanita itu hanya bisa diam.


"Lalu, aku harus apa?" tanya Nadia bingung.


"Untuk sementara, menghilanglah dan bawa lelaki tidak berguna mu itu. Aku akan menyiapkan tempat untuk mu dan ayah mu." kata Rosalinda membuat Nadia bisa bernafas lega.


Berita kebangkrutan keluarga Anderson sudah menyebar hingga ke pelosok. Nadia dan Anderson juga menghilang tanpa jejak. Edwin dan anak buah nya merasa geram kerana sudah kehilangan jejak mereka. Untuk masalah ini, Edwin tidak mau meminta bantuan Nathan karena semua masalah ini bersumber dari diri nya. Dan tanpa Edwin dan Nathan ketahui, Rosalinda juga dalang dari masalah yang tercipta ini.