Perfect'S My Husband

Perfect'S My Husband
58.Biar Aku Saja



Buukkk.....tiba-tiba seseorang dengan sengaja menabrak Nathan yang baru saja hendak masuk ke dalam restoran milik nya. Perempuan ini sangat cantik, menggunakan kacamata sebagai pemanis di wajah nya.


"Maaf...!" ucap Nathan.


"Tidak apa-apa!" seru perempuan itu dengan senyum yang elegan.


"Sekali lagi aku minta maaf. Jika kau berkenan hubungi aku ketika kau ingin makan di restoran ku nanti." ujar Nathan sambil mengeluarkan kartu nama nya.


Perempuan itu mengambil nya dengan senang hati, kemudian langsung pergi dengan senyum puas di hati nya. Dia adalah Nadia, yang dengan sengaja merubah bentuk wajah nya dengan operasi plastik. Nadia dan ayah nya saat itu menghilang karena Rosalinda mengirim mereka ke salah satu negara yang ada di Asia.


Bukan tanpa alasan, Nadia ingin melihat Edwin hancur secara perlahan demi membalas kehancuran keluarga nya.


"Rasa nya tidak asing dengan perempuan yang kau tabrak tadi." kata Fredy yang merasa mengenali Nadia.


"Entahlah, jika kau merasa tidak asing di mana kau pernah bertemu dengan nya?" tanya Nathan membuat Fredy bingung mengingat nya.


Tak mau ambil pusing, Nathan masuk ke dalam restoran hanya untuk mengambil makanan yang sudah di siapkan karena Nathan akan mengantar nya langsung ke rumah kakak nya. Tidak lupa sebelum pergi ke rumah Edwin, Nathan menjemput Grace terlebih dahulu karena wanita itu sangat merindukan Emily.


Setiba nya di kediaman Theo, Grace tidak peduli dengan Theo yang dia inginkan hanya bertemu dengan Emily. Theo yang melihat kedatangan Grace teman lama nya itu langsung bersungut kesal.


"Dasar, tamu tidak tahu di untung!" kata Theo kesal.


"Ada apa dengan mu?" tanya Grace heran.


"Seharusnya kau mencoton Nathan anak mu, dia datang membawakan kakak nya makanan atau apa itu. Lah kau, sebagai teman lama apa yang kau bawa kan untuk ku?" gerutu Theo.


Emily dan Edwin juga Nathan dan Darren tidak lupa Fredy hanya bisa diam saja. Baru kali ini mereka melihat sikap asli dari Theo dan Grace.


"Ayo pindah tempat bee, aku tidak ingin calon anak ku meniru sikap mereka." kata Edwin lalu mengajak istri nya pindah ke ruangan lain.


"Aku akan kembali ke kantor, kasihan Carry sendirian." ujar Darren membuat Fredy merasa cemburu.


"Jangan dengarkan mereka semua kak, aku sudah membawakan kakak makanan yang di masak oleh koki handal. Aku akan menyiapkan sendiri." kata Nathan lalu pergi ke dapur.


Masih tetap sama, Grace dan Theo masih saling beradu argumen bahkan Jhon yang datang saja tidak di hiraukan oleh mereka.


"Kau menyiksa istri ku Theo....!" ucap Jhon membuat Theo dan Grace terdiam.


"Aku menyiksa istri mu? apa kau tidak lihat jika istri mu ini sangat beringasan!" seru Theo membuat Grace semakin geram.


Seru bukan, andai dulu di antara mereka tidak saling membenci mungkin saja hubungan mereka akan baik-baik saja.


"Suapi kakak Nathan." pinta Emily.


"Jangan, biar aku saja!" seru Edwin yang tidak terima.


"Aku hanya ingin di suapi oleh adik ku." kata Emily merampas sendok dari tangan suami nya.


Edwin langsung merubah ekspresi wajah nya, meskipun Nathan adalah adik ipar nya, namun tetap saja Edwin merasa cemburu ketika ada laki-laki lain yang menyuapi istri nya makan. Edwin hanya bisa bersungut-sungut di dalam hati nya karena merasa kesal melihat adegan suap menyuap yang ada di depan nya.