Perfect'S My Husband

Perfect'S My Husband
35.Kedatangan Rosalinda



Sejak tadi malam, berita tentang keluarga Alexander dan Egalia menjadi panas di jagat maya. Membuat Rosalinda merasa heran dengan dua keluarga tersebut. "Cepat cari tahu!" perintah Rosalinda kepada Asisten pribadinya yang bernama Nick.


"Baik nyonya!"


Di lain tempat, Edwin dengan segala penyesalan duduk di samping brankar Emily. Wanita itu masih setia dengan tutup mata nya, bahkan untuk bernafas saja harus di bantu oleh alat medis.


Nathan, pria itu tidak berani masuk kedalam. Grace sudah berusaha membujuk anak nya, namun Nathan merasa diri nya tidak pantas untuk menemaui Emily. "Baik kakak mu atau pun diri mu, tidak ada yang salah. Yang bersalah kami sebagai orang tua tidak pernah berkata jujur. Mommy mohon jangan seperti ini Nathan..." Grace berusaha menasehati anaknya.


"Dan aku yakin jika Daddy pasti ada hubungannya dengan ini semua!" seru nya dengan senyum pahit.


Grace menghela nafas dalam, "Sebaiknya kau meminta penjelasan kepada Daddy mu." Grace sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Tanpa menghiraukan Grace, Nathan memutuskan untuk pergi. Biar bagaimana pun dia butuh penjelasan. Nathan mengetahui jika Jhon sedang berada di perusahaan menggantikan posisi dirinya. Desas desus jika Nathan bukan anak kandung dari Jhon dan Grace telah menyebar luas. Banyak orang penasaran tentang asal usul Nathan.


"Kau datang untuk meminta penjelasan?" tanya Jhon menebak.


Wajah Nathan terlihat tidak bersahabat, "Lalu kenapa tidak menjelaskan nya pada ku?" suara nya dingin.


"Emily tidak bersalah. Edwin lah yang sudah membantu nya selama ini. Daddy punya alasan tersendiri untuk menahan Emily agar tidak memberitahu mu."


Nathan tersenyum getir, lalu duduk di kursi yang berada di seberang Jhon. "Apa pun alasannya, aku berhak tahu siapa aku sebenarnya!"


"Daddy dan mommy mu hanya takut kau akan kecewa bahkan tidak bisa menerima kenyataan." Jhon memberitahu alasannya namun Nathan hanya menanggapi dengan tawa garing nya.


"Dan kalian lihat sekarang, ada satu nyawa yang sedang berjuang untuk hidup. Aku merasa bersalah sekarang, apa kakak ku akan menerima ku setelah apa yang terjadi pada nya?" mata Nathan mulai berkaca-kaca, perih sudah hati nya. Kenyataan ini terlalu pahit untuk diri nya.


"Maaf....." Jhon berkata dengan tulus, pantang bagi seorang Jhon untuk meminta maaf jika tidak pada orang yang di sayangi. "Sejak Emily mendonorkan darah nya pada mu, aku dan Mommy mu sudah merasa ada yang aneh. Terlebih lagi wajah kalian sangat mirip. Mommy mu menyukai Emily bahkan Mommy mu juga ingin menjadikan kakak mu sebagai anak perempuan kami." Jhon memberitahu semua nya. "Aku tidak bisa memberi Mommy mu keturunan, sebagai gantinya aku menuruti segala keinginan nya. Aku pikir Frans adalah ayah kandung mu, ternyata aku salah."


"Apa Daddy tahu di mana tempat asal orang tua ku?" hati Nathan mulai luluh, mulai menerima kebenaran nya.


"Di mana kau menyembunyikan bajingan itu?" tanya Jhon membuat Nathan mengerutkan keningnya mencoba berpikir apa maksud dari pertanyaan Jhon.


"Frans....?"


"Di mana dia?"


Ke dua tangan Nathan mengepal, tiba-tiba amarah memenuhi otak nya. Terlebih lagi diri nya mengingat apa yang di ceritakan oleh Edwin dan Carry semalam. Tanpa menghiraukan Jhon, Nathan pergi untuk menemui Frans yang sedang asyik menikmati fasilitas yang di berikan oleh Nathan.


Sebuah Villa mewah, Frans merasa hidupnya telah berubah. Bajingan itu sangat menikmati hidup nya. Nathan memandang jijik pada pria itu, "Hajar dia....!" perintah Nathan membuat Frans terperangah.


"A-apa salah ku....?" tanya nya gugup.


"Seret dia ke markas, siksa dia sebagai mana dia membunuh ayah ku dan menyiksa kakak ku!" mata Frans melotot tidak percaya, Nathan sudah mengetahui semua nya. Bahkan untuk sekedar mengeluarkan suara pun Frans tidak bisa.


Beralih ke Edwin, lelaki itu terus memohon agar Emily cepat sadar, bahkan beberapa Dokter di beri perintah langsung oleh Edwin untuk menjaga Emily. "Bee,...jangan tidur terus bee, bangun bee...." bisik Edwin di telinga Emily.


Baru saja sehari rasa nya hati Edwin benar-benar mati rasa, kehadiran Emily mampu membuat hidup nya lebih berwarna. Edwin sadar, dia telah salah. Rencana awal sebenarnya Edwin akan menjadikan Emily umpan untuk menghancurkan keluarga Alexander, namun semua rencana nya meleset dan takdir memberi jalan lain.


Jhon dan Grace langsung melakukan konferensi pers agar Nathan tidak merasa tertekan. Bahkan dengan terang-terangan mereka juga mengumumkan jika Emily akan masuk dalam keluarga Alexander. Rosalinda yang melihat konferensi itu menatap penuh amarah ke layar televisi.


"Di mana Nick? kenapa dia belum kembali? apa yang sebenarnya terjadi?" Rosalinda bertanya dengan suara tinggi nya.


"Tuan Nick sedang dalam perjalanan nyonya." sahut Lisa Sekretaris Linda.


Tak berapa lama Nick datang, lelaki itu menjelaskan apa yang sudah terjadi termasuk tentang kecelakaan yang di alami Emily.


"Belikan sesuatu, aku harus menjenguk gadis itu." perintah Linda dengan suara lembut nya. Entah apa yang ada di otak wanita itu, senyum licik nya tiba-tiba menghias di bibir merah itu.


Dengan langkah anggun, Rosalinda memasuki rumah sakit tempat di mana Emily di rawat. Kekagumannya kepada gedung ini sungguh luar biasa. Setibanya di lantai lima, yang hanya ada Emily seorang di rawat di sana Rosalinda tidak menemukan keluarga Alexander seperti yang di beritakan.


Edwin di beritahu oleh seorang perawat jika Rosalinda datang untuk menjenguk Emily. Edwin terkejut, pria itu belum pernah melihat Rosalinda sebelumnya.


"Dia bahkan sangat mirip dengan Theo..." batin Linda tanpa menghilangkan senyum nya. "Hallo tuan muda, perkenalkan nama saya Rosalinda." Linda memperkenalkan diri nya.


"Saya Edwin,...anda teman Emily?" tanya Edwin pura-pura tidak tahu.


"Yeah,...saya adalah rekan kerja nona Emily. Bolehkah saya masuk untuk melihat keadaan nona Emily?"


"Silahkan nyonya..." Edwin kemudian mengajak Linda masuk ke dalam ruangan. Nampak sekali Rosalinda terkejut melihat keadaan tubuh Emily yang penuh luka-luka.


"Apa yang telah terjadi pada nya? owh...nona Emily, pantas saja sejak kemarin kau tak datang menemui ku." Linda berkata dengan nada sedih nya. Jujur saja, Linda memandang miris kepada wanita yang terbaring tak berdaya itu.


"Kecelakaan,...Emily mengalami kecelakaan." sahut Edwin membuat Linda menoleh ke arah pria itu. .


"Apakah kau kekasih nona Emily,?" tanya Rosalinda.


"Yeah,...dia calon istri ku." Edwin menjawab dengan tegas.


Rosalinda tersenyum, lalu berkata. "Jika kau mencintai seseorang, jaga dia dan perjuangkan lah dia. Aku melihat jika nona Emily adalah perempuan baik, aku menyukai dia."


Edwin mengernyitkan ke dua alisnya, ada makna yang tersirat di balik kata-kata Rosalinda. Wanita itu pamit, karena Emily tidak bisa di jenguk oleh banyaknya orang. Setelah Rosalinda pergi, Edwin langsung memberitahu Daddy nya tentang kedatangan Rosalinda.