
Nathan menyusul ke rumah sakit, pria itu tidak menghiraukan beberapa petinggi rumah sakit yang menyapa nya. Menatap Edwin dari kejauhan, lelaki yang sedang mondar mandir dengan raut wajah panik itu. Darren masih mencoba menenangkan, namun tetap saja Edwin tidak bisa duduk dengan tenang.
"Beee....bukanlah kita akan menikah setelah kau mendapatkan adik mu? lalu kenapa kau menjadi seperti ini bee? ku mohon Tuhan selamatkan Emily, jika adik nya tidak mau mengakui nya sebagai kakak, masih ada aku yang akan menjadi suami nya." kata-kata Edwin terdengar jelas di telinga Nathan.
"Maafkan aku bee,...aku lalai mejaga mu. Maafkan aku bee,...aku janji tidak akan membosankan mu. Maafkan aku bee....setelah kau sembuh aku akan langsung menikah mu. Kau bilang status ku tidak jadi masalah, ku mohon berjuanglah di dalam sana bee....!" Edwin sudah seperti orang gila, bicara pada tembok bahkan keningnya luka akibat di benturkan nya ke tembok.
"Jangan seperti ini Edw,...Emily akan baik-baik saja." ujar Darren lalu menarik tubuh pria yang sudah terlihat seperti hantu itu. "Emily akan baik-baik saja." sekali lagi, Darren menyakinkan Edwin.
Carry yang mendapatkan kabar dari Darren langsung pergi ke rumah sakit, berpapasan dengan Nathan dan langsung menghampiri Edwin. "Di mana Emily ....? di mana Emily...?" tanya nya panik.
Darren menarik Carry, memeluk wanita yang sudah menangis itu. "Emily ada di dalam. Dia akan baik-baik saja!" ujar Darren memberitahu.
Nathan, dengan memberanikan diri pria itu duduk di kursi depan ruangan di mana Emily sedang di tangani. Edwin yang melihat kehadiran Nathan langsung menghajar pria itu tanpa ampun. "Aku tidak peduli jika kau adik Emily, atau anak dari siapa pun. Jika bukan karena kau, Emily tidak akan menjadi seperti ini...!" ucap Edwin dengan nada tinggi nya. Nathan menerima pukulan demi pukulan yang di layangkan pada Nathan. Darren mencoba mererai namun tenaganya kalah kuat dari Edwin. "Jika kau memberi satu menit saja untuk kakak mu menjelaskan, dia tidak akan seperti ini...!" sekali lagi, Edwin melimpahkan semua kesalahan pada Nathan.
Grace dan Jhon yang tiba di rumah sakit langsung merahap ke arah Nathan yang sudah babak belur di hajar oleh Edwin. Bahkan beberapa Dokter dan perawat yang melihat ke tuan muda mereka di hajar tidak bisa berbuat banyak.
Grace memeluk Nathan, menangis anak nya yang sudah terkulai tak berdaya itu. "Hentikan Edwin......!" gertak Jhon membuat Edwin sadar.
Edwin membuang nafas kasar, duduk lemas di lantai sambil menatap ke arah pintu. Tak berapa lama satu orang Dokter keluar lalu berkata, "Kami butuh darah golongan AB-. Sedangkan golongan darah itu sangat langka dan kami tidak memiliki stok nya."
"Berikan darah mu Nathan....!" perintah Jhon dengan suara berat nya.
"Ambil dari ku saja...!" ucap Nathan, Dokter memandang aneh ke arah Nathan. Anak pemilik rumah sakit ini sedang babak belur sekarang.
Darah Nathan di ambil, dengan di temani oleh Grace yang selalu berada di samping nya. Bohong jika Nathan tidak mengkhawatirkan keadaan kakaknya, namun diri nya tidak bisa berkata-kata. Nathan hanya mendengarkan penjelasan dari Grace, wanita yang selama ini ia anggap sebagai ibu itu menjelaskan dengan isak tangis nya. Nathan mengepalkan tinju nya erat, ternyata diri nya sudah di bohongi oleh Frans.
"Fred...jangan biarkan bajingan itu lepas!" perintah Nathan ketika dia sadar mana yang benar dan mana yang salah.
Carry duduk seorang diri, meratapi keadaan sahabat nya dalam isak tangis tak terdengar. Sudah hampir satu jam namun Dokter belum juga keluar. Jhon dan Grace juga ikut duduk di samping Carry, mereka tidak saling tegur karena meraka belum kenal.
Kabar heboh malam ini begitu mengejutkan banyak pihak, seorang Edwin menginjakkan kaki nya di rumah sakit keluarga Alexander hanya demi menyelamatkan nyawa seorang wanita. Catrina mengepalkan tangan nya, tidak di pungkiri jika diri nya masih dendam pada Edwin.
Berita tersebut menjadi tranding topik, tapi kedua belah pihak belum mengeluarkan pernyataan mereka. "Jika kakak mu sampai kehilangan nyawanya, aku akan membuat kau kehilangan nyawa juga...!" ucap Edwin dengan nada kasar nya.
Jhon yang mendengar ucapan itu langsung membela Nathan, "Edwin,...sebaiknya kau berdoa. Dalam masalah ini kita tidak boleh saling menyalahkan." tegur Jhon tidak terima.
Nathan hanya diam, menyadari kesalahan nya. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata, katakan, bagaimana diri nya bisa menerima kenyataan yang ada ini. Tanpa di sadari oleh Edwin, lelaki itu menceritakan bagaimana kehidupan Emily sesungguhnya. Bahkan Carry yang mendengar kisah pilu sahabat nya hanya bisa menangis. Frans memang kejam, Edwin tidak akan membiarkan lelaki itu hidup atau bersenang-senang. Bahkan Edwin sudah memberi perintah kepada anak buah nya untuk mengusik anak-anak Frans yang lain.
Nathan sangat tersentuh dengan cerita Edwin, bahkan Carry juga menambahkan cerita di sana. Sungguh, selama ini Nathan hidup dalam kegelimang harta dan makan enak serta tidur yang nyenyak sedangkan kakaknya harus menanggung kekejaman dari Frans. Grace dan Jhon juga tidak menyangka, kehidupan Emily sangat menyedihkan.
Tak berapa lama Dokter keluar, mengabarkan jika keadaan Emily sudah stabil. Namun untuk sekarang tidak ada yang di perbolehkan untuk masuk hingga membuat Edwin stres.
"Siapkan ruangan, aku akan memindahkan Emily ke rumah sakit ku." perintah Edwin pada Darren.
"Biarkan kakak ku di rawat di sini...!" mohon Nathan.
"Ya,...biarkan Emily di rawat di rumah sakit ini." timpal Jhon.
"Tidak, aku akan merawat sendiri calon istri ku." Edwin berkata dengan tegas. "Nathan adalah penyebab dari Emily menjadi seperti ini, tidak di pungkiri jika dia akan menjadi penyebab dari masalah lain nya. Dan satu lagi, aku ingin memberi perawatan dan penjagaan yang terbaik untuk dia. Karena uncle tahu sendiri, keluarga kalian sedang dalam incaran balas dendam." Edwin berkata dengan panjang lebar. "Jika uncle ada waktu, temui lah Daddy besok. Ada sesuatu yang harus uncle ketahui." timapl Edwin.
Beberapa Dokter ahli yang baru saja datang dari rumah sakit milik Edwin langsung memindahkan Emily. Nathan ingin protes namun Edwin dengan cepat menolak protesan itu. Jhon dan Grace pulang, sedangkan Carry dan Nathan ikut pergi ke rumah sakit. Fredy sedang menjalankan tugas nya, begitu juga dengan Darren.