
Katakan lah, Catrina tidak sengaja bertemu dengan Edwin dan Emily yang sedang duduk di bangku taman di pinggir jalan tengah kota. Pada saat itu, Catrina mengepalkan ke dua tangan nya tidak terima. Wanita merasa Edwin pilih kasih pada nya, dulu Edwin tidak pernah bercanda bahkan tertawa bahagia bersama nya.
"Aku akan menyingkirkan wanita itu. Aku tidak peduli siapa orang yang ada di belakang nya." Catrina berkata dengan kesal. Wanita itu melajukan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ternyata Catrina sedang ada janji dengan sahabat nya Nadia yang akhir-akhir ini tidak begitu akrab lagi. "Seperti nya kau sedang kesal, kenapa?" tanya Nadia terlihat angkuh.
"Ya, aku tidak sengaja melihat Edwin dan Emily jalan bersama. Aku sangat kesal, Edwin tidak pernah seperti itu jika sedang bersama ku dulu." kata Catrina membuat Nadia tertawa. "Apa ada yang lucu?" tanya Catrina marah.
"Tidak ada, aku mengajak mu bertemu untuk membahas rencana kita yang sudah kita sepakati. Aku ingin kau membantu ku untuk menyingkirkan perempuan jalang itu...!"
Catrina menyunggingkan bibir nya, ini adalah kesempatan bagi wanita itu untuk meraup keuntungan dari Nadia. Karena Catrina tahu jika Nadia sangat tergila-gila pada Edwin. "Jika aku membantu mu, keuntungan apa yang akan aku dapat?" wanita bertanya dengan sombong nya.
"Apa pun yang kau mau.....!" sahut Nadia membuat Catrina tersenyum lebar.
Tanpa di sadari ke dua wanita itu, Rosalinda yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka berdua langsung tersenyum licik. Rosalinda memberanikan diri untuk menghampiri ke dua wanita itu.
"Hai,...nona-nona,...boleh kah aku ikut bergabung dengan kalian?" tanya Rosalinda dengan gaya anggun nya. Catrina dan Nafia saling pandang kebingungan.
"Siapa kau?" tanya Catrina dingin.
"Aku,...aku adalah orang yang akan ikut dalam kerjasama kalian!" jawab Linda tanpa menghilangkan senyum nya. "Jadi, biarkan aku duduk." ujar Rosalinda kemudian wanita itu langsung duduk begitu saja.
Di sini, Rosalinda langsung menyatakan niatan untuk ikut membalas dendam. Tujuan pertama mereka adalah Emily karena kelemahan dari dua keluarga itu pasti ada pada Emily. Satu sisi Emily adalah kakak kandung dari Nathan Alexander dan satu sisi Emily adalah calon istri dari Edwin Egalia.
Beralih ke Emily dan Edwin, menjelang sore pria itu mengantar kekasih nya pulang. Menjelang satu minggu pernikahan, Emily meminta kepada Edwin agar mereka tidak bertemu untuk sementara waktu. Tentu saja Edwin menolak keras, namun Emily yang keras kepala membuat Edwin mengalah juga.
Satu dua hari tidak bertemu, membuat Edwin merasa uringan. Theo yang melihat wajah masam anak nya terus menertawakan pria itu. "Tinggal beberapa hari, sabarlah Edw..." Theo berkata dengan nada mengejek.
"Daddy tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini...!" sahut Edwin membuat senyum Theo langsung memudar.
"Apa yang Daddy rasakan jauh lebih sakit, kau hanya tidak bertemu selama satu minggu. Tapi, Daddy tidak akan pernah bertemu dengan mommy seumur hidup Daddy." Theo mengatakan isi hati nya membuat Edwin langsung mati ucap. Pria paruh baya itu pada akhirnya merasakan kesedihan dan memutuskan untuk kembali ke kamat nya. Edwin merasa sangat bersalah, namun pria itu binging ingin berbuat apa. Bukan tidak pernah menyuruh Daddy nya untuk menikah lagi, namun Theo selalu menolak.
Namun, pada saat Emily melintasi jalanan sepi sebuah mobil hitam langsung menyerempet Emily hingga membuat wanita itu terjatuh. Mobil hitam tersebut langsung berhenti dan menarik paksa Emily agar masuk ke dalam mobil. Emily mencoba berontak namun tenaga nya kalah kuat terlebih lagi mereka langsung membius Emily. Tas kecil yang berisi ponsel dan dompet di buang ke rerumputan pinggir jalan. Emily di bawa pergi, entah kemana dan siapa yang menculik nya.
Pukul tujuh pagi, Nathan dengan senang hati pergi ke apartemen kakak nya. Pria itu masuk begitu saja karena dia tahu kode kunci apartemen milik kakak nya. Namun Nathan langsung di buat bingung, pria itu tidak mendapati Emily bahkan meja makan terlihat kosong. Nathan memutuskan untuk menelpon kakak nya, sudah beberapa kali menelpon tetap saja tidak ada yang mengangkat.
Nathan mulai khawatir, lelaki itu langsung menelpon Edwin untuk menanyakan di mana Emily namun Edwin mengatakan tidak tahu. Edwin yang khawatir langsung pergi ke apartemen kekasih nya.
"Mau kemana kau Edw..? Kita akan sarapan." ujar Theo.
"Nathan tidak menemukan Emily di mana pun. Aku khawatir jika Emily kenapa-kenapa. Aku akan pergi untuk memastikan nya." kata Edwin, terlihat sekali jika wajah pria itu di landa kepanikan.
Nathan menunggu Edwin, masih mencoba menghubungi nomor kakak nya. Namun tetap saja Emily tidak menjawab telpon nya. "Apa sudah ketemu?" tanya Edwin panik.
"Tidak ada, kakak tidak menjawab telpon nya." sahut Nathan semakin membuat Edwin panik.
Tanpa basa basi Edwin langsung melacak di mana Emily lewat gps yang selalu tersambung antara ponsel Edwin dan ponsel Emily. Edwin mengerutkan kening nya bingung, posisi Emily tidak berada jauh dari apartemen ini.
"Ada apa?" tanya Nathan bingung.
"Kakak mu berada tidak jauh dari apartemen ini, lalu kenapa dia tidak menjawab telpon kita?" Edwin semakin panik, ke dua pria itu memutuskan untuk mengikuti petunjuk dari gps. Namun, setiba nya di sana ke dua pria itu tidak menemukan Emily bahkan jalan tersebut sangat sepi. "Ini sepeda yang sering di gunakan Emily, tapi di mana dia?" Edwin kalang kabut.
Nathan kembali menelpon nomor kakak nya, namun ke dua manusia itu saling berpandangan ketika mendengar nada dering yang entah di mana bunyi nya. Edwin bergegas mencari nya, begitu juga dengan Nathan. Mereka sama-sama terkejut ketika melihat tas kecil yang biasa di gunakan Emily tergeletak begitu saja.
"Emily di culik....!" seru Edwin menggertakan semua gigi nya. "Siapa yang telah berani menculik Emily? sungguh, dia sedang bermwin dengan ku...!" Edwin mengatakan nya dengan sangat geram.
Nathan tak menghiraukan Edwin lagi, pria itu langsung menelpon Frdey dan Juga jhon untuk meminta bantuan untuk mencari mereka. Grace yang mendengar kabar jika Emily di culik langsung syok dan sedih juga mengkhawatirkan Emily.
Lain hal nya dengan Rosalinda, setelah wanita itu gagal masuk ke dalam keluarga Alexander dan keluarga Egalia, wanita itu memilih jalan yang lebih licik lagi yang penting acara balas dendam nya terbalaskan.