
Satu dua hari Rosalinda mengunci diri di kamar nya hingga membuat sang ayah mulai stres. Gadis itu tidak mau makan bahkan tidak mau berbicara. Jhon telah menikah bahkan sekarang pria itu sedang menikmati bulan madu bersama Grace.
Rosalinda menghapus air mata nya kasar, gadis itu mengambil jaket lalu pergi menemui Theo. Rosalinda berharap agar Theo bisa mengerti perasaan nya sekarang.
"Ada apa Linda? kenapa kau mengajak ku bertemu?" tanya Theo sekedar berbasa basi.
"Kau pasti sudah tahu apa yang aku alami sekarang. Theo, bisakah kau menghibur ku?" gadis itu memohon.
Theo menarik nafas dalam, pria itu bingung ingin bersikap bagaimana kepada Rosalinda. "Kau harus bisa melupakan Jhon, dia sudah menikah. Lagian, hubungan kalian sudah berakhir sejak satu bulan yang lalu."
Rosalinda tertawa masam, "Apa kau sedang membela nya?" tanya gadis itu. "Owh...aku lupa jika kalian adalah sahabat baik!" timpal gadis itu.
"Bukan begitu Linda, tapi kau harus bisa melupakan Jhon."
"Ibu ku meninggal, Jhon menikah. Bagaimana bisa aku melupakan Jhon di saat hari pemakaman ibu ku bersamaan dengan hari pernikahan nya." kata Linda dengan tatapan sinis nya.
Theo terlonjak kaget saat Rosalinda mengatakan hal demikian. Namun mau bagaimana lagi, semua itu bukan urusan Theo. "Jujur saja, aku tidak ada ranah untuk mencampuri urusan mu dengan Jhon. Meski aku sahabat nya tapi aku tidak begitu suka ikut campur masalah pribadi dia." gumam pria itu membuat hati Linda semakin sakit.
Maksud hati datang ke kantor Theo agar diri nya bisa mendapatkan penghiburan namun ternyata mendapatkan luka yang lebih dalam lagi di saat seorang wanita tiba-tiba masuk begitu saja ke dalam ruangan Theo.
Linda mengernyitkan kening nya penasaran dengan sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Seorang wanita cantik dengan gaya yang berkelas dengan keanggunan nya bahkan pancaran senyum wanita itu dapat memikat siapa pun yang melihat nya.
"Kau sudah di sini?" ujar Theo menyambut kedatangan Ellyana.
"Yes honey,...!" seru Ellyana. "Siapa?" tanya nya dengan mengisyaratkan keberadaan Rosalinda.
"Perkenalkan, nama nya Rosalinda. Dia teman ku." Theo memperkenalkan Linda pada Ellyana. Dengan ramah Ellyana mengulurkan tangan nya mengajak Rosalinda berkenalan. "Dia calon istri ku Linda, kami akan menikah satu minggu lagi." Theo memberitahu rencana pernikahan nya hingga membuat gadis itu syok.
"K-kau...sudah memiliki calon istri?" tanya nya dengan suara terputus.
"Ya,...kami bertunangan sudah tiga tahun." Theo mengatakan dengan jelas.
Linda yang merasakan ada hantaman batu di hati nya memutuskan untuk pergi. Harapan nya pada Theo telah gugur di saat pria itu mengatakan rencana pernikahan nya. Gadis itu merasa di permainkan oleh Jhon dan Theo. Baru saja Linda tiba di rumah, gadis itu kembali syok ketika diri nya melihat sang ayah yang tergeletak di lantai dalam keadaan tak bernyawa.
Gadis itu kembali histeris, meraung-raung seperti orang gila. Beberapa tetangga yang mengetahui kejadian itu langsung menolong Linda, dan ternyata ayah nya meninggal akibat serangan jantung. Dalam beberapa hari gadis itu telah menjadi yatim piatu. Nasib percintaan yang begitu buruk menambah beban dalam batin gadis itu.
Tak ada yang datang menghibur Linda, baik Jhon maupun Theo. Linda terpuruk dengan kematian orang tua nya. Kembali mengurung diri di rumah nya. Bahkan televisi yang sekarang sedangkan menayangkan siaran langsung atas pernikahan Theo dan Ellyana.
"Kalian sama saja.....!" lirih nya dalam isak. Hidup gadis itu sudah hancur sekarang, hingga pada suatu hari Linda nekat membuat onar. Gadis itu mengatakan kepada semua media bahwa dia telah di tiduri oleh sepasang sahabat dari dua keluarga terpandang yang ada di kota itu. Grace yang sudah tahu siapa Rosalinda hanya menganggap semua itu sebagai lelucon. Namun, Ellyana yang tidak tahu cerita awal Linda merasa terpukul. Pertengkaran hebat antara Theo dan Elly tak dapat di hindari bahkan ke dua belah pihak keluarga sampai turun tangan.
Theo menyalahkan Jhon, namun Jhon yang keras kepala tidak mau tahu. Theo tetap bersikeras jika diri nya tidak tahu apa-apa tentang Rosalinda, namun Elly tetap tidak percaya kerana dia juga pernah bertemu dengan Linda dalam keadaan mata sembab.
Bahkan pada saat itu Jhon dan Grace memilih pergi liburan ke luar negeri dari pada mengurus dan membantu Theo yang sedang dalam masalah. Di situ lah awal dari keretakan hubungan Jhon dan Theo. Theo merasa marah kepada Jhon yang tidak peduli dengan nasib rumah tangga nya. Dengan segala kekuasaan yang di miliki keluarga Egalia, orang tua dari Theo langsung membuang Rosalinda ke luar negeri.
Rosalinda di buang begitu saja di negara orang yang bahkan untuk bahasa saja dia tidak mengerti. Gadis itu terluntang lantung dengan waktu beberapa lama hingga seseorang memungut nya dan memberinya sebuah kehidupan.
****Falshon****
"Semua masalah tercipta karena mu, kenapa tidak kau saja yang menyelesaikan nya!" seru Theo masih sakit hati. "Kau tidak tahu pada saat itu aku harus pisah ranjang dengan Elly sangat lama." timpal lelaki paruh baya itu.
Jhon tersadar akan kesalahannya sekarang,"Maafkan aku Theo,...kau tahu sendiri pada saat itu keluarga ku ada di bawah tekanan keluarga Grace,..."
"Lalu bagaimana dengan ku? aku bahkan hampir gila dengan masalah yang di buat Linda pada saat itu."
Jhon menarik nafas dalam lalu berkata, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? apa kita harus meminta maaf kepada Linda?" tanya nya yang sudah tidak bisa berpikir apa-apa.
"Ikuti saja permainan nya, Linda merasa sakit hati pada mu di saat kedua orang tua nya meninggal kita berbahagia dengan pernikahan kita pada saat itu. Lalu, sekarang dia mau balas dendam akan hal itu....!" ujar Theo tidak mau ambil pusing. "Jika kau tidak bisa menyelesaikan masalah ini, aku akan membunuh mu. Aku tidak ingin anak ku terlibat dalam masalah ini terlebih lagi dia akan menikah dengan Emily."
"Dia sedang mengincar mu juga, kenapa kita tidak bekerjasama saja?" Jhon melakukan penawaran.
"Aku sudah tua, aku tidak ingin berlelah-lelah dengan masalah seperti ini. Jika kau butuh bantuan, hubungi saja aku....!" ujar Theo kemudian beranjak dari duduk nya. Tanpa pamit Theo meninggalkan Jhon yang masih duduk mematung melihat sikap Theo yang acuh kepada nya. Jhon menyesal, sikap keras kepala nya dulu membuat banyak orang terluka sekarang. Jhon menarik nafas dalam, lelaki itu memutuskan untuk pulang.