
...πππ...
Beberapa menit sebelum Tessa datang ke gedung tempat pernikahan Xander dan Zeevana. Gadis itu sedang berada di apartemen milik Xander yang diberikan padanya, ia merasa menyesal telah mengkhianati kekasihnya itu berulang kali. Ia bahkan melakukan hubungan intim dengan 6 orang pria dan hanya berciuman saja dengan Xander.
Xander adalah pria baik menurutnya, tapi karena nafsu. Ia mengkhianati Xander dengan alasan kesepian dan Xander selalu menolak memberikannya kepuasan.
"Tidak, aku harus meminta maaf pada Xander dengan bersungguh-sungguh kali ini. Aku tidak bisa kehilangan orang yang mencintaiku dengan tulus," Tessa menyambar tas miliknya yang ada di atas sofa, ia keluar dari apartemen itu. Namun alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok Dave ada didepan sana.
"Mau apa kau kesini?" tanya Tessa heran, dengan nada sedikit ketus.
"Aku kesini hanya ingin mengajakmu ke undangan pernikahan bersama." Dave tersenyum manis.
"Apa? undangan pernikahan? Siapa?"
"Kau akan tau saat kau ikut bersamaku, kau pasti akan terkejut...baby." kata Dave seolah memancing rasa penasaran Tessa.
"A-apa?" Tessa bingung apa maksud si penghangat ranjang Berondongnya ini.
Akhirnya Tessa mengikuti Dave pergi, padahal tadinya ia ingin bertemu dengan Xander namun urung. Kata-kata Dave mampu memprovokasinya untuk ikut pergi. Dave membawa Tessa ke salah satu hotel mewah milik perusahaan Sanderix. Tessa terkejut manakala ia melihat ada foto Xander dan Zeevana begitu mesra didepan aula hotel itu.
"A-apa ini? Happy wedding Xander dan Zeevana?!" geram Tessa tak percaya.
"Bagaimana? Apa kau terkejut? Hah...aku yakin kau akan lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa kekasih sucimu itu sudah membuat si pengantin wanita hamil. Alias keponakannya sendiri." bisik Dave seraya tersenyum dan memprovokasi Tessa. Dan sepertinya ia berhasil.
Raut wajah Tessa terlihat murka, ya walaupun ia bermain dengan pria lain tapi gadis itu mencintai Xander. Secara, mereka kenal dari SMA dan baru jadian saat keduanya lulus kuliah.
"FUCKK!!" Tessa mengumpat marah, tepat saat itu. Tessa melihat sosok sang pengantin wanita dengan duduk di depan aula hotel. Tessa menghampiri Zeevana, sementara Dave hanya memperhatikan dari kejauhan.
Tanpa aba-aba, Tessa langsung menampar Zeevana. Mengatai wanita itu sebagai jalangg. Apalagi disana banyak orang berlalu lalang dan salah satunya adalah tamu undangan yang hadir disana.
"Dasar kau jalangg murahan! Kau serahkan tubuhmu pada kekasihku? Pantas saja Xander memutuskan hubungannya denganku begitu saja, rupanya... hahaha." Tessa tertawa jahat, ia marah pada Zeevana yang dianggap sudah merebut kekasihnya. Tessa juga terkejut, sebab tiba-tiba saja Xander menikah dengan keponakannya sendiri.
"Wanita tidak bermoral! KAU BAHKAN SUDAH HAMIL ANAK DARI KEKASIHKU!" teriak Tessa dengan sengaja, agar semua orang disana mendengarnya. Dan benar saja, ucapannya membuat semua orang melihat dua wanita itu.
"Kak Tessa... sebenarnya tidak seperti itu....aku dan uncle..." Zeevana berusaha menjelaskan, tapi tatapan semua orang tajam padanya seakan sudah mendjudge gadis itu sebagai perusak hubungan orang. Bahkan semua orang jadi tau kalau dia sudah hamil.
"JALANGG!!" Tessa bergerak maju, ia menjambak kasar rambut Zeevana yang digelung itu. Hingga mahkota yang ada di rambut Zeevana jatuh ke bawah.
"Lepas kak! Sakit..."
"Jalangg sepertimu, belum cukup dengan ini! Dasar kau pelakor!!" Tessa murka, ia mencakar wajah Zeevana dengan kasar. Zeevana hanya bisa menahan, tanpa bisa melawan sebab tubuhnya sendiri sedang lemas.
"LEPASKAN aku!!" teriak Zeevana.
Kemudian Tessa melepaskan Zeevana dengan sengaja, hingga gadis itu terhempas ke belakang. Tubuhnya terhuyung-huyung.
"Zee!" beruntung Xander datang tepat waktu dan menahan tubuh istrinya agar tidak jatuh. Tidak hanya Xander yang datang ke depan aula, Savana, Javier dan Darren juga datang kesana. Mereka kaget melihat apa yang terjadi antara Tessa dan Zeevana.
"Zee, kau tidak apa-apa?" Xander memegangi tubuh Zeevana, ia menatap lekat wajah gadis itu yang terluka.
"Uncle..." Zeevana menangis di dalam pelukan suaminya
"Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu pada Zee? Kau tidak bisa lihat kalau dia terluka karena pacarmu." kata Savana ketus. Ia semakin merasa firasatnya benar. Zeevana tidak akan bahagia bersama Xander.
"Kak, dia bukan pacarku. Kami sudah putus." sanggah Xander.
Baru kali ini Savana ketus pada Xander, ia sayang pada adik angkat suaminya itu. Tapi melihat anaknya diperlakukan seperti ini oleh mantan kekasih Xander.
"Kau memutuskanku karena dia kan? Karena jalangg ini?!" Tessa tidak takut, ia terus menyalahkan Zeevana atas kandas hubungannya dengan Xander. Padahal itu semua karena ia sendiri. Apa yang menimpa Zeevana juga berasal dari Tessa.
Kini semua sikap asli Tessa terbongkar didepan semua orang. Tessa yang mereka kenal sebagai pribadi yang lemah lembut, ternyata kasar.
"Kau bilang apa barusan?" sentak Savana sambil menginjak tangan Tessa dengan heels kakinya.
"Ack! Tante...anakmu adalah JALANGG!" Tessa kesakitan tapi ia terus mengatai Zeevana.
PLAKKK!! PLAKKK!!
Savana menampar wajah Tessa sebanyak 2 kali tanpa ampun. Semua orang disana ternganga dengan sikap Savana yang pemberani. Dia dan Zeevana berbeda, Savana bar-bar dan Zeevana adalah kebalikannya. Anak itu lembut dan polos.
Double tamparan untuk Tessa.
"Beraninya kau mengatakan putriku jalanngg? Sekali lagi kau bicara, aku akan membuatmu memilih antara rumah sakit atau neraka." ancam Savana seraya menjambak rambut Tessa yang pendek.
"Kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini! Xander, aku tau kau masih mencintaiku dan kau terpaksa menikah dengannya kan? Kau memutuskanku karena dia kan? Karena dia hamil anak orang lain dan kau disuruh bertanggung jawab." Tessa mengarang cerita yang membuat Xander tertawa sinis.
"Kau hebat sekali mengarang cerita dan menuduh istriku seperti ini. Yang jalangg itu kau, bukan dia! Aku memutuskanmu karena kau mengkhianatiku, bukan salahnya. Sebaliknya akulah yang bajingan karena aku sudah menodainya. Dan ayah dari bayinya adalah aku." ungkap Xander yang terdengar semua orang disana. Semua orang sudah tau, dan apa lagi yang mau ditutupi. Yang penting Xander sudah memperjelas semuanya.
"Tidak! Ini tidak mungkin Xander, kau tidak mungkin tidur dengan wanita lain! Kau sangat mencintaiku bahkan--"
"Penjaga bawa wanita ini!" ujar Xander pada penjaga yang ada disana. Mereka menyeret Tessa keluar dari sana meski gadis itu tidak mau pergi. Namun karena ingat reputasinya sebagai model, ia pun pergi dari sana bersama Dave.
****
Setelah kepergian Tessa, Savana dan Elena langsung melirik tajam pada Xander. Mereka adalah seorang ibu, tentu mereka tak terima jika putri mereka di perlakukan seperti itu.
"Kau benar sudah putus dengannya, Xander?" tanya Savana.
"Sudah kak." jawab Xander. "Maafkan aku kak, aku tidak tahu ini akan terjadi--"
"Cukup! Aku tidak mau dengar lagi, malam ini Zee akan ikut dengan mamanya." Savana memangkas ucapan Xander. "Aku akan mengobati lukanya, dia pasti syok dan lelah!" Savana menarik tangan Zeevana, tapi gadis itu masih betah berada didalam pelukan Xander.
"Sayang tenanglah! Kau harus ingat, sekarang Xander adalah suami dari Zee. Biarkan dia yang merawatnya." Javier berusaha mengendalikan istrinya agar tidak marah dan ikut campur.
"Tapi--" Savana marah.
"Kak, tolong izinkan aku merawat Zee. Aku adalah suami Zee, kak. Berikan juga aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik untuk Zee."
"Baik, aku beri kau satu kesempatan lagi. Jika ini sampai terjadi lagi pada Zee, aku tidak akan membiarkanmu meski kau adalah adikku dan suami anakku!" Savana memberikan ultimatum pada Xander. Xander menyanggupinya dengan penuh kesungguhan. Ia merasa bersalah karena sudah membuat Zeevana terluka.
****
Mereka langsung pergi ke kamar hotel, meski acara belum selesai. Xander membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang empuk berukuran king size itu. Ia segera mengambil kotak p3k di laci kamar itu. "Apa itu sakit?" Xander mengusap luka cakaran di pipi Zeevana. "Maafkan aku Zee...maaf."
"Uncle, aku yang seharusnya meminta maaf. Maafkan mommy, dia sudah bicara seperti itu pada uncle." Zeevana malah balik meminta maaf.
"Tidak Zee. Kemarahan seorang ibu yang mencemaskan anaknya, itu tidak salah. Aku yang salah sehingga membiarkanmu terluka seperti ini." Xander mengusap lembut pipi Zeevana. Menatapnya dalam.
"Tidak uncle...uncle tidak salah. Aku yang salah karena aku sudah membuat uncle dan kak Tessa putus." ucap Zeevana merasa bersalah. Lihatlah betapa baiknya gadis itu padanya, dia malah merasa bersalah karena sudah menghancurkan hubungan Tessa dan Xander. Padahal yang bejat adalah pria itu, sebab ia menjadikan Zeevana korban pelampiasan disaat dirinya patah hati.
Xander memeluk Zeevana, ia mengusap lembut rambut gadis itu. "Uncle janji, kita dan anak kita akan menjadi keluarga yang bahagia. Uncle akan membahagiakanmu dan anak kita, uncle janji sayang."
Semoga saja apa yang diucapkan oleh Xander benar-benar ia tepati dan semoga mereka bisa saling mencintai.
****
Di dalam mobil, Tessa mengumpat kasar kesal dengan Xander. Disisinya ada Dave, Dave Satigo yang menemaninya.
...*****...
Hayo hayo...kalau yang udah baca novel terjerat pesona ayah sahabatku, pasti tau dong nama belakang Dave...Dave Satigo...ayo dia anak siapa π€£