
...πππ...
"Brengsek! Sialan! Dasar wanita sok polos! JALANGG!!" kata-kata umpatan itu terus dilontarkan oleh Tessa di dalam mobil, sambil memukul-mukul stir mobilnya. Disampingnya ada Dave yang menumpang dengannya.
"Jangan mengatakan hal seperti itu tentang Zeevana. Bukankah kau sudah dengar sendiri kalau kekasihmu yang menodainya." bela Dave.
"Huh! Jadi kau membelanya?" sentak Tessa marah.
"Aku hanya berbicara fakta!" seru Dave sambil menggigit bibir bagian bawahnya.
'Sial! Benarkah si Xander tua itu yang sudah menodai Zee? Aku keduluan...padahal aku ingin jadi yang pertama' umpatan brengsek tersimpan didalam hati Dave. Perlu diketahui, bahwa Dave adalah teman sekelas Zeevana saat di sekolah menengah, ia menyimpan rasa pada Zeevana. Saat Dave mengatakan cinta pada Zeevana, gadis itu menolak dengan alasan tidak mau pacaran. Sejak saat itu Dave berubah menjadi pria playboy sejak cintanya di tolak. Ia berkencan bahkan tidur dengan beberapa wanita.
Dave bersumpah, dia akan berhenti dari berkelana dengan wanita-wanita diluar sana, asalkan ia bisa mendapatkan tubuh Zeevana dan juga menikahinya.
"Aku...tidak terima Xander direbut oleh gadis kecil itu! Selain pundi cuan, aku juga mencintai Xander. Kami sudah saling menyukai dari dulu." sesal Tessa sambil menangis. Wanita itu merasa paling tersakiti, padahal tidak begitu faktanya. Dia adalah biang masalah.
Kalau bukan karena Tessa yang berkhianat, malam itu Xander tidak akan pergi ke club'.Dia tidak akan mabuk dan tidak akan dijebak oleh wanita club' dengan minuman yang dicampur perangsang, lalu dia tidak akan menggagahi keponakannya sendiri. Hanya saja Tessa tak sadar diri.
"Ya ya...aku tau, lalu--bagaimana kalau kita bekerjasama saja?" tanya Dave sembari menawarkan kerjasama.
Tessa menatap dalam ke arah Dave, teman ranjangnya ini. Dalam hati ia bertanya-tanya apa tujuan Dave mengajak kerjasama? Jangan-jangan pria itu menyukai Zeevana, pikirnya.
****
Setelah selesai mengobati luka di wajah Zeevana, Xander pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Zeevana masih menunggunya di ranjang. Xander memperingatinya untuk tidak pergi kemana-mana, sebelum Xander datang kesana. Gadis itu patuh dan menurut pada uncle yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya itu. Bosan menunggu Xander, Zeevana melihat ponselnya dan melihat akun media sosialnya sejenak.
Ada berapa teman-temannya yang mengucapkan selamat pada Zeevana dan Xander, tapi ada juga yang menghujatnya saat ia posting foto pernikahannya di akun medsos tersebut. Zeevana sakit hati melihat komentar komentar itu.
Akun A: Bukankah menjijikan sekali pasangan ini? Bagaimana bisa mereka menikah padahal sebelumnya mereka hidup seperti keluarga? Cih!
Akun b: Coba lihatlah! Bukankah pengantin prianya terlalu tampan? Dia seorang dokter genius dari fakultas ternama di Inggris dan seorang kepala dokter termuda juga, bukan?
Akun c : Aku dengar si pengantin wanitanya sedang hamil, mungkin dia memiliki rasa terlarang pada pamannya ini dan menjebaknya. Melihat pamannya yang setampan ini, siapa yang akan tahan.
Hati Zeevana mencelos melihat komentar-komentar negatif lebih banyak dari komentar positif di akunnya. Tiba-tiba saja saat wanita itu akan menscroll laman lainnya, ponselnya diambil oleh seseorang. Ya, siapa lagi kalau bukan Xander pelakunya.
"Uncle..." wanita itu menatap tajam ke arah unclenya yang saat ini hanya mengenakan bathrobe saja dengan rambut basahnya. Pria itu tampak begitu tampan dan maskulin.
"Wajahmu jangan ditekuk begitu kucing galakku! Anak kita nanti sedih, sayang." ucap Xander seraya mengusap pipi Zeevana dengan lembut.
"Tapi uncle--mereka--"
"Zee, jangan dengarkan mereka! Apapun yang mereka kau katakan, kau harus percaya 3 janjiku padamu." si dokter genius nan tampan itu menggenggam tangan Zeevana.
"3 janji?"
"Ya, yang pertama aku akan menjaga pernikahan ini sampai akhir hayatku. Kedua, aku akan membahagiakanmu dan anak kita, lalu ketiga-- aku akan selalu setia. Jadi--aku harap kita bisa menetapkan 3 k dalam rumah tangga kita." jelas Xander bersungguh-sungguh.
"Apa lagi itu, uncle?" tanya si wanita yang masih polos dalam kehidupan asmara. Dan Xander sedang mencoba
"Kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, kita harus punya semua itu...Zee. Jadi, jika kita ada masalah dan punya unek-unek terhadap seseorang. Alangkah baiknya kita terbuka dan jangan ada yang ditutupi...bila ada salah paham baiknya di jelaskan."
Wanita itu terdiam sesaat saat mendengarkan penjelasan dari Xander yang sudah berpengalaman dalam hal percintaan.
"Baiklah uncle, aku janji akan melakukan 3 k itu. Tapi uncle juga harus menepatinya. Aku akan selalu ingat janji uncle ini!" seru Zeevana seraya menunjukkan satu jari kelingkingnya. Xander tersenyum lembut dan membalas tautan jari kelingking Zeevana.
"Uncle tidak boleh bohong padaku, kalau uncle bohong...aku dan anak kita akan meninggalkan uncle." ancam Zeevana.
"Aku pastikan itu semua tidak akan pernah terjadi." ucap Xander seraya tersenyum, kemudian tangannya turun mengusap perut Zeevana yang datar di balik piyama tidurnya.
"Uncle...apa yang kau lakukan?" Zeevana semakin terkejut tatkala Xander menyenderkan kepalanya pada perut Zeevana.
"Tumbuh sehat di dalam sana ya sayang, jangan menyusahkan mommy-mu...oke? Kalau kau mau apapun, minta saja pada Daddy."
Lembut, itulah definisi sikap Xander pada Zeevana. Entah kenapa di sentuh seperti ini membuat Zeevana nyaman. Seketika rasa mulanya hilang dan kantuknya datang. Wanita itu pun tertidur. Di malam pertama yang harusnya menjadi malam pertama yang panas, malah datar.
"Aku memang belum mencintaimu, tapi aku akan mencobanya dan aku pasti bisa. Zee, kau sebenarnya terlalu baik untukku..." lirih Xander pelan, ia pun ikut terlelap bersama istrinya dengan damai. Entah apakah Xander bisa menjaga janji yang ia buat para Zeevana ataukah tidak?
...****...
Author bakal double up besok, tapi jangan lupa vote sama giftnya ya πβ€οΈβ€οΈβ€οΈ