
...πππ...
Zeevana tidak menyangka bahwa pria itu akan melamarnya dengan cara yang tidak pernah dia duga. Selama mengenal Xander, ia tidak pernah melihat sisi romantis pria itu kepadanya. Jadi semua kebohongan Arsen tentang kecelakaan adalah idenya?
"Sorry, aku salah dialog...harusnya aku jangan mengatakan dulu tentang permintaan menikah. Tapi--ada hal lain yang harus aku sampaikan sebelum itu." kata Xander seraya mendongakkan kepalanya menatap Zeevana, lalu ia kembali berdiri.
Ditatapnya wanita itu dengan penuh kasih sayang, mata yang penuh buliran air mata saat ini tengah memandangnya juga dengan sedikit senyum di bibirnya. Dan Xander bisa pastikan senyuman itu adalah senyuman bahagia.
"Zeevana, aku berjanji dan kau bisa memegang janjiku. Tidak seperti pernikahan kita sebelumnya yang terpaksa, kali ini kita akan benar-benar menikah dengan perasaan. Kau dan aku, kita saling mencintai dan akan membangun keluarga dengan awal pernikahan ini. Zeevana aku mencintaimu, aku sayang padamu, hanya kau... satu-satunya. Istriku, ibu dari anak-anakku, cinta dalam hidupku, hanya kau orangnya." pria itu mengelus pipi Zeevana, dia berujar dengan lembut penuh perasaan. Di tengah suasana malam penuh bintang dan lampu berkelip itu, Zeevana menatap suaminya masih dengan mata berkaca-kaca dan mendengarkan apa kata Xander.
"Aku janji, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi karena sekarang aku mencintaimu, sungguh....Bukan sekedar tanggungjawab kepada anak kita, tapi karena hatiku padamu. Aku cinta padamu dan mau kah kau menikah denganku? Menghabiskan sisa waktu bersamaku selamanya....sampai akhir waktu, sampai mau memisahkan kita." Xander memegang tangan Zeevana, dia berharap Zeevana menerima cincin yang ada di boneka hello Kitty itu.
"Apa kau sungguh-sungguh mencintaiku? Bisakah kau berjanji untuk setia hanya padaku seumur hidupmu?" tanya Zeevana menguji Xander.
"Iya, aku janji." jawab Xander teguh.
"Meskipun seandainya aku mati lebih dulu, kau tidak akan memiliki cinta yang baru? Wanita lain? Dan hanya aku?" tanya Zeevana yang membuat Xander tercekat mendengarnya. Kenapa wanita itu jadi membawa-bawa kematian?
"Kau ini bicara apa, kenapa jadi membawa-bawa kematian?" bukannya menjawab tapi pria itu malah balik bertanya dengan kening berkerut.
"Hanya seandainya, jika aku mati lebih dulu. Apakah kau akan mencari wanita lain?" tanya Zeevana.
"Tidak akan, sudah kubilang kau satu-satunya. Now and forever, its you." ucapnya penuh kesungguhan.
"Kau harus berjanji." Zeevana tersenyum, lalu dia menyodorkan tangannya pada Xander. Xander terdiam dan tidak paham apa maksudnya.
"Pasangkan cincinnya, uncle." pinta Zeevana pada Xander.
Aku bisa percaya padamu lagi kan uncle? Kau pasti bisa menjaga hatiku dan menjadi kepala keluarga yang baik untuk keluarga kecil kita. Ya, mati kita mulai semuanya dari awal.
Hati Xander seperti dipenuhi oleh ribuan kupu-kupu yang berterbangan, apakah ini adalah jawaban ya dari Zeevana? Untuk menikah ulang? Memulai semuanya dari awal dengan landasan cinta dan kasih sayang.
"Zee, jadi kau--"
"Pasang cincinnya, atau aku pergi? Aku pegal, aku bahkan setengah berlari untuk datang kesini." gerutu Zeevana yang mengeluhkan kejadian tadi tentang Arsen yang mengatakan kalau Xander kecelakaan.
"Tidak! Jangan pergi, jangan pergi lagi dariku...aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. Kau adalah oksigenku." ucap Xander lalu membuka kotak cincin itu dengan cepat. Terlihat sebuah cincin diamond berwarna biru yang terlihat indah dengan motif bunga matahari. Itu karena Zeevana suka bunga matahari.
"Dasar lebay..." Zeevana tersenyum, matanya masih berkaca-kaca. Dia tidak menyangka bahwa Xander akan menyiapkan kejutan untuknya.
Xander memasangkan cincin itu di hari manis Zeevana, cincinnya sangat pas seakan memang di peruntukkan untuk Zeevana. Jelas saja, Xander sudah menyiapkan cincin itu dari dua bulan sebelumnya. Dia memesan khusus cincin itu untuk cintanya dan hanya satu di dunia. Cincin bernama diamond blue, cincin untuk orang tercintanya.
"Terima kasih kau sudah memberiku kesempatan, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan lagi. Aku mencintaimu." Xander meneteskan air matanya, dia tidak menyangka bahwa Zeevana akan menerimanya kembali setelah semua yang terjadi.
"Jika kau berani menyia-nyiakannya lagi, aku akan pergi darimu selamanya. Aku bersumpah, pak dokter!" kata Zeevana serius.
"Baiklah Bu dokter." sahut Xander. "Tidak akan pernah aku biarkan kau pergi lagi dariku,"
Mereka pun berpelukan dengan mesra, tak lama kemudian terdengar suara kembang api menggelegar disana. Dan bersamaan dengan suara kembang api itu, tiba-tiba saja beberapa orang keluar dari semak-semak.
"Selamat kak Zee!" kata Arsen ceria.
"Selamat mommy, Daddy." kata Aiden senang.
"Selamat ya Zeevana, Xander!" Savana dan Javier juga tak kalah senang dan bahagia melihat anak dan menantu mereka sudah kembali bersama.
"Kalian?" Zeevana tidak menyangka bahwa semua keluarga intinya ada disana.Tampaknya mereka menyaksikan momen lamaran yang pertama kalinya untuk Zeevana itu. Mereka memberikan selamat pada Zeevana dan Xander yang akan memulai semua dari awal. Setelah apa yang mereka alami, mereka berhak bahagia.
Ya Tuhan, aku berharap semua keluargaku selalu bahagia. Batin Savana berdoa dalam hatinya. Ia senang melihat senyuman di wajah Zeevana, Xander dan Aiden.
"Wah jadi sekarang, Aidenku sudah mau memanggilku Daddy? Senang sekali rasanya." Xander menggendong Aiden, dia begitu bahagia karena Aiden sudah mau menerima dirinya sebagai Daddy.
"Iya Daddy. Jangan kecewakan mommy lagi, kau harus menjaga mommy." kata Aiden mewanti-wanti.
"Tentu, dan menjagamu juga son." Xander mencubit hidung Aiden dengan gemasnya.
Sementara dari kejauhan, seorang wanita berpakaian pasien tampak terluka melihat kebahagiaan Zeevana dan Xander, juga keluarga kecil mereka. "Kenapa mereka bahagia? Kenapa aku tidak bisa? Aku bahkan melahirkan anak haram itu, aku tidak bisa bersama dengan pria yang aku cintai...kenapa tuhan sangat jahat padaku? Kenapa wanita yang sudah merebut cinta pertamaku, harus BAHAGIA? Aku tidak rela!" wanita itu menangis, mengepal kuat tangannya. Matanya menatap tajam pada Zeevana. Wanita yang dikatakan sudah merebut cinta pertamanya. "Kenapa tidak ada yang mencintaiku? Kenapa tidak ada satupun orang di dunia ini yang mencintaiku? Aku hanya ingin Xander, tapi kenapa aku tidak bisa mendapatkannya satu saja!! TUHAN kejam!"
Setelah selesai makan malam bersama, Xander membawa istrinya kembali ke kamar ruang rawat. Dia tidak mau sampai istrinya kenapa-napa. Keduanya tampak bahagia, rona merah terpancar cerah di wajah mereka berdua, tak mampu untuk ditutupi. Kini cincin diamond blue itu telah melingkar di jari manis Zeevana, membuktikan bahwa dia benar-benar sudah terikat dengan cinta seorang Xander Andara Dacosta.
"Kau mau makan lagi? Atau minum sesuatu?" tawar Xander saat dia sudah menurunkan Zeevana di atas ranjang empuk di kamar VVIP tersebut.
"Tidak, aku sudah kenyang pak dokter." jawab Zeevana sambil terkekeh. Melihat kostum pria itu, masih mengenakan outfit dokter, bukannya Presdir.
"Inilah kenapa aku memakai pakaian ini untuk melamarmu, aku lebih suka di panggil pak dokter." katanya bangga.
"Tapi sekarang kau seorang presdir." tukas Zeevana.
"Darimana kau mendapatkan asumsi seperti itu? Aku mencintaimu karena kau adalah kau, bukan dari profesimu."
"Benarkah? Apa kau lupa, dulu kau pernah mengatakan bahwa kau suka saat aku memakai jas dokter. 'Uncle, kau akan terlihat lebih seksi kalau kau memakai jas dokter di bandingkan memakai setelan jas seperti Daddy.' Kau bilang begitu," tutur Xander yang inget jelas saat Zeevana masih SMA, gadis itu mengatakan bahwa Xander lebih seksi memakai jas dokter dibandingkan jas seorang Presdir.
Zeevana tertawa kecil, dia teringat ucapannya dulu pada Xander. Dia memang pernah mengatakan itu sebelumnya.
"Apa aku salah?"
"Tidak, kau benar! Tapi bagiku sekarang, kau semakin tampan. Apalagi ada cambang cambang tipis disini, kau bertambah seksi." Zeevana meraba-raba cambang tipis di dagu suaminya, dia merasa gemas.
"Jangan menggodaku, sebab sekarang aku punya pikiran kotor padamu sayang." Xander menyatukan kening mereka berdua, hingga pertemuan netra itu tidak terelakkan lagi.
"Pikiran kotor macam apa itu? Ayo tunjukkan!" tantang Zeevana pada suaminya.
Tak lama kemudian, tantangan itu dibalas oleh Xander dengan sengit. Dia mencium bibir Zeevana dengan rakus, satu tangannya menekan tengkuk Zeevana dengan dalam. Pertarungan lidah dan pertukaran saliva itu tidak dapat terbendung lagi. Lidah Xander mengekplorasi setiap deretan gigi Zeevana dengan dalam, hingga suara-suara erotis keluar tanpa diminta sekalipun.
Lama kelamaan ciuman itu tak terkendali, sampai Zeevana merasa kehabisan dan mendorong dada bidang suaminya sekuat tenaga. "Uncle...akuhh...tak bisa bernafas!" seru Zeevana dengan nafas terengah-engah.
Terlihat bibir mereka yang basah akibat ciuman barusan, benang saliva keduanya masih terlihat jelas. Xander sangat menyukai raut wajah istrinya saat ini. Dia semakin ingin menggodanya, sungguh.
"Makanya jangan menantangku." ucap pria itu.
"Hush...uncle ini." gerutu Zeevana sebal.
Cup!
Zeevana terkejut saat merasakan bibir Xander mengecupnya singkat. "Uncle, apa yang kau--"
Lagi-lagi pria itu mengecupnya singkat, namun bermakna besar. Setelahnya pria itu tersenyum tanpa dosa, namun tatapannya begitu retoris. "Kalau kau memanggilku uncle lagi, maka aku akan melakukan yang lebih dari ciuman!" tunjuknya pada bibir cantik itu.
"Uncle...uncle uncle..." wanita itu tersenyum, dia sengaja menggoda suaminya. Hingga Xander pun menghujani istrinya dengan ciuman bertubi-tubi.
"Kyaaak! Uncle geli..."
"Aku bukan uncle, panggil aku sayang atau yang lain. Not uncle, i'm your husband!" tegas pria itu pada istrinya.
"Uncle...hehe."
"Sweetty, kau menggodaku!" Xander mulai bermain gila, dia membuka kancing piyama pasien Zeevana. Dan Zeevana pun mulai panik, suaminya tak main-main.
"Baiklah, bunny...bunny sweetty, cocok bukan?" kata Zeevana yang membuat suaminya terdiam.
"Good idea! Deal, bunny sweetty. Kau sweetty, aku bunny." meski terdengar geli, mungkin bagi orang luar. Namun Zeevana dan Xander menyukai nama panggilan baru mereka.
Setelah bercanda gurau sebelum tidur, Zeevana terlelap di ranjang rumah sakit bersama istrinya. Xander menyewa satu ranjang lagi disana agar tidak menganggu istrinya beristirahat. Dia memandangi sang istri yang terlelap dengan raut wajah bahagia.
"Aku ingin selamanya bersamamu sayang, aku ingin bersamamu sampai akhir hayat hidupku. Bersamamu dan anak-anak kita, mati kita berjalan sampai akhir." ucap Xander.
****
Dikala Xander dan Zeevana bahagia, ada yang sedih dan marah melihat kebahagiaan mereka. Dia adalah Tessa, wanita yang merasa telah kehilangan segalanya. Kehilangan Xander, membuat dunianya runtuh. Dia hanya ingin Xander, tapi kenapa tuhan tidak mengizinkannya. Xander bahkan bahagia bersama Zeevana dan Aiden.
Tessa sendiri sedang dirawat di rumah sakit karena dia ditemukan mencoba bunuh diri di apartemennya. Tadinya dia ingin mengakhiri hidup, tapi setelah melihat Xander dan Zeevana bahagia dia tidak rela dan memutuskan hidup lebih lama.
"Ya, aku harus hidup lebih lama untuk membuat hidup kalian tidak bahagia. Ya, harus begitu!" geram Tessa.
****
2 hari kemudian, hasil tes laboratorium tentang kondisi Zeevana sudah keluar. Alice mengatakannya terlebih dulu pada Zeevana dan dia memperkenalkan salah satu dokter spesialis juga.
"Maafkan aku Zee, tapi aku sarankan kau untuk mengugurkan kandungan ini." kata Alice dengan berat hati.
Zeevana masih terdiam membeku membaca surat hasil pemeriksaannya. Tangannya gemetaran saat ini.
"Aku tidak akan melakukannya, dokter. Tidak mungkin!" seru Zeevana pada Alice tegas.
"Zee, maafkan aku...tapi bayi ini akan memperlambat penyembuhanmu. Kau harus segera menjalani perawatan. Aku akan bicara pada Xander dan keluargamu yang lain."
"Jangan dokter Alice! Kalau kau berani mengatakannya, aku bersumpah tidak akan memaafkanmu! Tolong beri aku waktu, aku akan memikirkan semua ini dan sementara itu kau harus merahasiakan tentang tes labku! Katakan pada mereka bahwa aku dan bayiku baik-baik saja." pinta Zeevana memohon dengan mata berkaca-kaca. Sementara Alice dan dokter spesialis itu terdiam dalam bingung. Sebab masalah ini serius dan tak seharusnya disembunyikan.
...****...
Author mau up lagi, jangan lupa komennya guys ππππ€§bentar lagi menuju ending kok