
...🍁🍁🍁...
Keadaan Zeevana berangsur-angsur pulih, dia juga mendapatkan perawatan kemoterapi. Beruntung, ia bersama dengan orang-orang yang menyayanginya dan selalu menemaninya disaat-saat tersulit. Kemoterapi juga tidak mudah, efeknya untuk Zeevana menyakitkan. Tapi tidak terasa terlalu menyakitkan karena ada Xander dan juga keluarganya disisinya.
"Sayang sekali aku belum bisa memberikan asi eksklusif untuk Ivana," keluh Zeevana karena dia belum bisa memberikan asi untuk putri kecilnya karena pengobatan kemoterapinya bisa berpengaruh pada Ivana, kalau dia menyusui anaknya itu.
"Tidak apa-apa sweetie, masih ada susu formula untuk anak kita. Nanti kalau kau sudah sembuh, baru kau bisa menyusuinya." kata Xander sambil membantu istrinya untuk sarapan pagi. Sedangkan Savana sedang menggendong cucunya, dia sangat ingin cucu perempuan dan sekarang terkabul. Cucunya bahkan sangat mirip dengan Zeevana, manis, lucu, cantik.
"Suamimu benar nak, kau harus pikirkan dulu kesehatannya." kata Savana pada putrinya.
"Tuh, kau dengar kan apa kata Mommy? Sekarang ayo minum obat dulu." Xander menyuapi istrinya untuk sarapan dan minum obat.
"Aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu, bunny." ucap Zeevana pada suaminya, dia juga memberikan kecupan di pipi pada pria itu.
"Aku lebih beruntung karena bisa menikahi wanita sempurna seperti diriku sweetie." Xander hendak mencium Zeevana, namun suara deheman membuat Zeevana sontak menjauh dari Xander.
"Ehem...disini masih ada kami, jangan lupakan itu!" seru Antonio sambil tersenyum melihat kerukunan Zeevana dan Xander.
Zeevana bahagia karena semua orang mendukung kesembuhannya, dia jadi semangat untuk sembuh dari penyakitnya. Memang benar cinta bisa mengurangi rasa sakit dari orang yang dicinta.
Tiba-tiba saja wanita itu beranjak dari tempat duduknya usai meminum obat, ia menghampiri Daddynya dan memeluknya dari belakang. "Dad, aku sangat bahagia karena terlahir sebagai putri Daddy." bisik Zeevana pada Daddynya.
Javier tersenyum dan membalas pelukan Zeevana, ia juga kecup kening putrinya. Meski putrinya sudah berumah tangga, bagi Javier Zeevana masihlah putri kecil manja yang ia sayangi. "Daddy juga bahagia memiliki putri sepertimu, sayang." balas Javier dengan berbisik juga.
Kemudian Zeevana pun beralih memeluk Mommynya, dia mengatakan hal yang sama juga pada Savana. "Mom, apa mommy tau? Bahwa aku sangat bahagia bisa terlahir sebagai putri mommy." bisik Zeevana bahagia.
"Mommy juga bahagia dan bangga karena kau adalah putri mommy. Yang kecantikannya menurun dari mommy hehe." Savana terkekeh mendengar ucapan Zeevana kepadanya.
Semua keluarga berkumpul dengan bahagia penuh canda tawa di rumah Antonio Dacosta. Mereka membantu dan mendukung kesembuhan Zeevana.
****
Hari ini Xander, Zeevana, Aiden dan bayi mungil Ivana pergi jalan-jalan ke taman. Di taman itu sedang diadakan bazar. Banyak pedagang barang dan beragam makanan disana. Zeevana mendorong roda yang membawa Ivana disana.
"Aiden, kau mau makan apa sayang?" tawar Zeevana pada putranya.
"Mom, aku mau baso tusuk itu!" tunjuk Aiden pada seorang pedagang bakso tusuk tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Ayo kita kesana." Xander menggandeng tangan Aiden, dia mengajak Zeevana juga untuk makan makan disana.
Bazar itu sangat ramai di kunjungi oleh orang-orang disana, bahkan ada beberapa atraksi sulap yang ditampilkan disana. Aiden tampak menikmatinya, Zeevana dan Xander juga sangat menikmati kebersamaan ini. Tidak peduli jalan-jalan kemana dan dimana tempatnya, asalkan bersama-sama.
"Aku harap kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya, bunny."
"Hem...aku juga. Kita akan menua selamanya ,melihat anak-anak kita tumbuh dewasa." cetus Xander seraya melihat Aiden yang tengah bermain bersama adik perempuannya tak jauh dari tempat kedua orang tuanya duduk. Xander sudah membayangkan masa depan yang indah bersama Zeevana, menua bersamanya.
"Aku mencintaimu." ungkap Zeevana seraya menatap suaminya.
"Aku mencintaimu." balas Xander, lalu dia memberikan kecupan singkat pada bibir Zeevana. Keduanya saling melempar senyuman bahagia satu sama lain. Tanpa mereka sadari mungkin masih ada bahaya yang mengincar mereka.
...****...
...The end ...
Assalamualaikum Readers semuanya, yang udah ngikutin cerita ini dari awal sampai akhir...😬❤️❤️jangan tanya kenapa endingnya gini, yang penting happy hehe❤️❤️ Mohon maaf bila ceritanya singkat, padat dan jelas, sekarang author gak suka bikin novel Panjang-panjang 🙈🙈🥰lope lope buat dukungan kalian semua...
Btw sambil nunggu novel sekuelnya update, mampir dulu kesini ya...dan nanti jangan lupa baca bab pengumuman di novel ini, biar tau kapan release novel sekuelnya, see you ...