One Night Stand With My Uncle

One Night Stand With My Uncle
Bab 25. 6 tahun hukuman?



...πŸ€πŸ€πŸ€...


Xander tidak percaya ini, dia dibohongi dengan begitu kejam oleh Zeevana. Wanita itu memberikannya harapan lalu menjatuhkannya ke dasar. Dia membuat Xander jatuh sampai ia sulit untuk menggapai cahaya. Hati Xander hancur, sangat hancur mengetahui fakta bahwa Zeevana berbohong padanya dan pergi meninggalkannya. Tapi ia menitipkan surat perceraian mereka pada Javier.


Tadinya Javier tidak mau memberitahu Xander tentang kebenaran ini, namun ia masih punya hati pada adik angkatnya itu. Javier sudah mencoba menasehati Zeevana untuk tidak egois dan memikirkan bayi yang ada di dalam kandungannya. Mencoba berpikir ke depan tentang anak itu kelak yang akan tumbuh tanpa ayahnya.


"Daddy mengerti kau sakit hati dan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Xander, tapi melarikan diri bukan solusinya." Javier berusaha untuk mengubah pikiran Zeevana untuk pergi menghilang dari kehidupan Xander.


"Dad, aku bukannya melarikan diri...aku hanya ingin berpisah dan ini juga demi kebaikan kami berdua. Ini yang terbaik, dad... sejak awal memang tidak seharusnya aku dan uncle menikah. Kami menikah tanpa cinta dan hanya aku sendiri yang berjuang untuknya, aku lelah dad. Aku lelah." jelas Zeevana sebelum ia pergi ke Australia.


"Hubby, apa yang dikatakan oleh Zee itu benar. Mereka menikah tanpa cinta dan akan sulit bagi mereka untuk memupuk perasaan itu. Lelaki yang sudah berselingkuh, akan sulit untuk di percaya kata-katanya. Aku setuju dengan keputusan putri kita untuk berpisah."


"Savana jangan egois! Cucumu membutuhkan kedua orang tuanya, keluarga yang lengkap!" sergah Javier tidak setuju dengan pemikiran dua wanita kesayangannya ini.


"Kau bilang aku egois? Hubby, aku hanya ingin putri kita bahagia. Aku sudah memberikan Xander kesempatan, tapi apa yang sudah dia perbuat? Dia mengecewakan anak kita...dia membuat putri kita menunggu dan berjuang seorang diri. Sementara dia sendiri bersenang-senang di luar sana dengan wanita lain! Aku sebagai ibunya, sakit hati!"


"Aku juga sakit hati Savana ,tapi--ini bukan solusi."


Zeevana pusing sebab kedua orang tuanya malah berdebat mengenai rumah tangganya. Ia pun berteriak dan meminta kedua orang tuanya untuk diam dan dirinyalah yang akan membuat keputusan.


"MOM! DAD! Aku yang akan membuat keputusan! Aku putuskan untuk berpisah dari uncle dan merawat anak ini sendiri! So, stophh it!! Jangan berdebat lagi!"


"Tuh, kau dengar apa kata putrimu? Dia sudah mengambil keputusan, jadi jangan coba-coba untuk membela adikmu itu! Ini salahnya!" seru Savana pada suaminya.


Javier mendekati Zeevana yang saat ini sudah menangis. Javier berusaha untuk menempatkan diri di posisi netral, fine--Xander memang salah tapi bukankah setiap orang berhak mendapatkan kesempatan. "Dad, aku tidak bisa. Aku ingin berpisah, so please--jangan paksa aku." ucap Zeevana lirih dan keputusannya sudah bulat.


****


Kembali ke masa kini, Xander tersenyum miris melihat surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Zeevana. Semuanya menandakan bahwa keputusan wanita itu untuk berpisah, sudah sangat matang.


"Xander, jika kalian berjodoh dan hubungan kalian bukan hanya ONS saja. Pasti kalian akan kembali bersama, aku percaya." kata Javier berusaha menghibur Xander.


'Karena ada anak diantara kalian, pasti kalian bisa kembali bersama'


Xander terdiam tanpa kata, hanya air mata yang membasahi wajahnya. Setelah itu Xander mencari Zeevana ke apartemen milik gadis itu, ke kampus dan tempat-tempat yang mungkin di kunjungi olehnya. Namun gadis itu seperti hilang ditelan bumi. Tengah malam itu dia pun kembali ke apartemennya, ia membawa surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Zeevana. Memandangi surat itu dengan tajam. "Aku tidak akan melepaskanmu, tidak akan. Sampai ke ujung dunia pun, akan ku temukan dirimu dan aku akan membawamu kembali untuk MENGHUKUMMU." gumam Xander sambil meneguk sebotol minuman keras yang ada di atas meja. Penampilan Xander tampak urukan, dokter tampan itu terlihat kacau.


Segala cara, telah ia lakukan untuk menemukan Zeevana sampai pekerjaannya sebagai dokter menjadi terbengkalai karena waktunya tersita untuk mencari Zeevana. Tapi ia tak kunjung menemukan keberadaannya, ya jelas itu karena semua keluarga menyembunyikan keberadaannya. Xander pun tidak lagi menjadi kepala dokter, dia berhenti praktek dan memutuskan untuk menjadi pengusaha. Beruntung dia memiliki lisensi sarjana jurusan ekonomi juga, jadi dia bisa mengembangkan bisnisnya walau telah berhenti menjadi dokter.


Tahun berganti tahun, ini sudah tahun ke 6 sejak Zeevana menghilang tanpa kabar. Medsos, nomor ponsel, semua tentang gadis itu sudah menghilang. Bertanya, memohon, sudah Xander lakukan pada keluarganya agar mereka memberitahu tentang Zeevana. Namun, hasilnya nihil mereka tetap bungkam. Tapi ada pada satu masa, Xander melihat buku diary Zeevana. Dimana gadis itu selalu menceritakan tentang kesehariannya, bagaimana rasa sakitnya menunggu. Bagaimana dia kesepian dan kesal karena Xander selalu mengingkari janjinya. Tapi apakah hukuman ini sudah cukup? 6 tahun apakah tidak cukup?


Hari-hari Xander mulai berubah, tak sama lagi. Dia menjalani harinya dengan datar, bahkan dia bersikap dingin dan berusaha untuk tidak peduli pada orang lain lagi. Hampir setiap malam, Xander selalu ditemani oleh minuman keras dan meminum pil tidur agar matanya bisa terpejam. Sudah 3 kali dia mengalami over dosis karena pil tidur yang selalu ia minum. Itu semua karena bayang-bayang Zeevana selalu menghantuinya. Dimana gadis itu selalu menunggunya untuk pulang, menyambut kedatangannya dengan penuh kasih sayang.


"Ini lebih buruk dari kematian. Bahkan setiap aku akan memejamkan mataku, aku selalu teringat wajahmu yang menangis, wajahmu yang kecewa padamu dan betapa marahnya kau padaku. Zeevana, dimana kau?" gumam pria itu frustasi. Lalu ia menelan pil tidur dan barulah matanya bisa terpejam.


****


Perth, Australia.


Di sebuah rumah berlantai 1 dengan pekarangan yang luas, disanalah tempat tinggal si cantik Zeevana selama ini. Jauh dari keramaian dan cocok untuk menenangkan dirinya.


"Mom, apa hari ini mommy mau pergi ke kantor lagi?" tanya seorang anak laki-laki yang tampan, berambut coklat pada seorang wanita cantik dengan rambut panjang sebahunya.


"Iya sayang, maafkan mommy. Tapi hari ini mommy janji akan pulang cepat." ucap wanita itu pada putranya. Dia adalah Zeevana, wanita yang selama ini membuat Xander menggila.


...****...