
...πππ...
Setelah mendapatkan telepon dan amukan dari ayahnya, Jonas Satigo perihal pembatalan kerjasama dan saham yang menurun. Dave langsung pergi ke kediaman istrinya yang tidak sering dia datangi karena ia sibuk untuk melubangi wanita lain diluar sana. Kelakuannya persis dengan ayahnya di waktu muda, suka bermain wanita.
Malam itu Dave memarahi istrinya habis-habisan, apalagi saat Dave tau bahwa Joana menghina Zeevana. Wanita yang selama ini bersemayam di dalam hatinya namun tak pernah bisa dia dapatkan.
"Tenanglah sayang...kumohon jangan marah-marah begini, anak kita bisa mendengarnya..." pinta Joana sambil terisak.
"Apa kau bilang? Tenang! Setelah apa yang terjadi pada perusahaanku, kau bilang--AKU HARUS TENANG?" teriak Dave dengan tangan yang mencengkram pergelangan tangan Joana dengan kasar.
"A-ayahku akan membantu perusahaan ayahmu. Aku janji, ayahku akan membantu!" Joana menatap pria yang ia cintai dengan lirih.
'Sial! Ini semua karena wanita jalangg itu...dia selalu menjadi momok yang menakutkan dalam hubunganku dan Dave' batin Jona memaki Zeevana yang tidak salah apa-apa.
"Ayahmu pun tidak akan bisa membantu banyak! Dacosta Grup adalah bukanlah tandingan dua perusahaan kecil milil keluarga mu dan keluargaku....Dacosta GRUP! APA KAU PAHAM?!" bentak Dave pada istrinya.
"Lalu...aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan Dave?"
"Besok, pergilah minta maaf pada Aiden, Xander dan juga Zeevana. Kalau mereka tidak memaafkanmu dan tidak bisa mengembalikan keadaan perusahaan ayahku--maka pernikahan kita yang akan menjadi taruhannya!"
Joana memucat saat mendengarnya, dia tidak percaya bahwa suaminya mengorbankan pernikahannya demi perusahaan. "Jangan...aku mohon jangan katakan itu...kita tidak boleh berpisah." wanita itu memohon pada Dave untuk menceraikannya. Joana telah menempuh perjuangan yang cukup besar agar Dave mau menikahinya. Dia tidak akan pernah melepaskan Dave.
"Kalau kau tidak mau berpisah denganku, kau harus bisa menyelesaikan semua masalah yang kau buat!" seru Dave lalu dia menghempaskan tangan Joana yang memegangi Dave.
"Baik, aku akan meminta maaf pada mereka semua...aku akan menyelesaikan masalah ini." Joana menganggukan kepalanya dengan patuh.
Usai bertengkar dengan istrinya, Dave pergi dari rumah itu dan kembali dengan rutinitasnya bersama wanita malam diatas ranjang yang panas. Meskipun tau Dave suka bermain wanita, Joana tetap mempertahankan rumah tangganya demi anak dan demi cintanya pada pria itu.
****
Keesokan harinya, pagi pagi sekali terdengar suara gaduh di dapur. Zeevana, Savana dan Elara terbangun untuk melihat siapa yang ada di dapur.
Mereka terkejut melihat seorang pria dengan lengan kekarnya tengah sibuk memasak seorang diri.
"Bukankah itu tuan Xander? Sedang apa dia disini?" tanya Elara polos.
"Kalau orang di dapur tentu saja memasak, apa kau tidak lihat itu Elara?" Savana menjawab dengan sedikit mendesahh. Ia melihat gerak-gerik Xander.
Sementara Zeevana terdiam dengan pikiran di dalam hatinya. Dia bertanya-tanya apakah semalam Xander tidur nyenyak atau tidak? Apakah Xander masih minum obat tidur itu atau tidak?
'Ah...kenapa aku jadi mencemaskannya? Mau dia minum obat itu atau tidak, seharusnya bukan jadi urusanku' batin Zeevana.
"Woah...harum sekali, tumben mommy memasak sampai wangi seperti ini." kata Aiden dengan polosnya sambil mengendus wangi masakan yang menggugah seleranya itu. Ucapan Aiden sontak saja membuat semua orang yang ada di dapur beratensi padanya, termasuk Xander.
Xander terkejut melihat Zeevana, Elara, ibu mertuanya dan Aiden berada disana. Sejak kapan mereka disana? Xander bertanya-tanya dalam hati.
'Paman itu yang memasak? Wangi sekali' Aiden tidak percaya bahwa Daddynya yang memasak. Bahkan sepertinya masakan Daddynya lebih baik dari Mommynya.
Mereka bertiga belum sempat pergi ke kamar mandi dan langsung pergi ke dapur setelah mendengar suara alat masak yang beradu.
"Iya." jawab Aiden seraya menganggukkan kepalanya.
"Daddy akan membantumu mandi dan nona Elara, aku minta tolong padamu untuk menyajikan makanan ini ke piring." Xander buru-buru melepaskan celemek dengan motif bunga-bunga itu, lalu dia menghampiri Aiden yang masih memakai piyama tidurnya.
"Baik tuan." sahut Elara patuh. Dimatanya ada kekaguman untuk Xander, sebab pria itu jago memasak. Masakannya tercium sangat wangi dan menggugah selera.
"Ayo son, kita mandi dulu. Daddy akan menemanimu mandi." Xander memegang tangan Aiden.
"Paman, aku bisa mandi sendiri! Aku sudah besar." tukas Aiden menolak, selama ini dia selalu mandi sendiri.
"Ayolah son, mari kita mandi bersama!" Xander menggendong tubuh mungil putranya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Zeevana, Elara dan Savana hanya bisa melongo melihatnya. Xander, pria itu bergerak cepat untuk merebut hati semua orang. Target pertamanya adalah Aiden putranya.
"Zee, kau jangan cepat luluh padanya. Ingat, apa yang sudah dia lakukan padamu saat kau mengandung Aiden. Mommy bukan mau memanasimu, tapi pria yang selingkuh ketika istrinya sedang hamil--sangat tidak baik dan tidak boleh mudah dimaafkan." tegas Savana pada putrinya, lalu dia pun pergi ke kamar.
Zeevana terdiam, tidak membalas ucapan Mommynya. Dia memilih pergi ke kamar Aiden untuk melihat apa yang dilakukan ayah dan anak itu disana. Wanita itu sempat melihat bagaimana Xander mengajak Aiden untuk mandi bersama. Tidak ada pertengkaran disana, setelah merasa aman Zeevana juga kembali ke kamarnya untuk segara mandi. Dia percaya pada Xander, pria itu tak mungkin menyakiti Aiden.
****
Setelah selesai mandi dan berdandan simpel, Zeevana pergi keluar dari kamarnya. Ia melihat Aiden dan Xander sudah memakai pakaian lengkap. Rasanya indah melihat Xander sedang membantu Aiden menyiapkan buku-buku di sekolahnya. Dan disisi lain ada Javier Savana tengah duduk di kursi meja makan. Javier sedang membaca koran dengan serius.
"Hey son, kalau ada yang mengganggumu...kau hajar saja mereka, biar Daddy yang urus sisanya." ucap Xander yang ingin diandalkan putranya.
"Huh... terserah kau saja." ketus Aiden lalu dia duduk di samping opanya. "Morning grandpa, grandma." sapa Aiden pada Javier Savana.
"Morning cucu grandma yang tampan." balas Savana dan Javier seraya tersenyum.
Mereka pun berkumpul di meja makan, termasuk Xander yang duduk disamping Zeevana. "Uncle kenapa kau duduk disini?" tanya Zeevana ketus.
"Kenapa? Aku duduk disamping istriku apa salahnya? Sudahlah, makanlah yang banyak...aku masakan makanan kesukaanmu. Dan lebih baik kau jangan bekerja dulu, kau masih sakit."
"Jangan mengaturku!" ketus wanita itu.
"Baiklah, aku tidak akan mengatur mu...namun aku hanya sedang berusaha merebut hatimu." ucap Xander sambil tersenyum. Dia menatap dalam pada Zeevana , dengan cepat wanita itu membuang muka dan memfokuskan dirinya pada makanan.
'Aku tau masih ada cinta di hatimu untukku...aku akan mengembalikan cinta itu'
Ketika semua orang sedang sibuk dengan sarapan masing-masing. Tiba-tiba saja Javier membola melihat isi koran itu. "Xander! Apa-apaan ini?" Javier menunjukkan koran itu pada Xander.
...****...
Tuh author udah up 2, ada satu bab lagi sihπ tapi komen kalian makan dikit π