One Night Stand With My Uncle

One Night Stand With My Uncle
Bab 27. I catch you!



...🍁🍁🍁...


Suasana sempat hening dan tegang sebab pandangan CEO Dacosta itu terus tertuju pada Zeevana. Axel juga terkejut melihat keberadaan Xander di sana, bukankah pria itu seorang dokter? Lalu kenapa bisa menjadi CEO Dacosta? Axel tertegun saat melihat sosok Xander berbeda dari yang dulu. Wajah yang dingin, sorot mata tajam dan seperti rumor yang beredar, CEO Dacosta adalah sosok dewa Yunani dan gila kerja. Zeevana benar-benar tidak berkutik saat melihat sorot mata Xander yang seakan mengulitinya hidup-hidup. Jantungnya seakan berhenti saat itu juga, ia sungguh belum siap bertemu dengan pria itu.


Cukup lama Xander memandang wajah Zeevana dengan sorot mata yang campur aduk, Xander pun mengalihkan atensinya pada Axel.


'Jadi selama ini kau bersama dengannya Zeevana?'


"Baiklah, apa bisa di mulai persentasinya pak?" tanya seorang pria, perwakilan dari perusahaan lain.


"Silahkan di mulai!" ujar Xander, lalu pria itu duduk di kursi kebesarannya dengan ditemani seorang pria berkacamata, berdiri tak jauh darinya.


Satu persatu perwakilan dari perusahaan design ternama itu melakukan persentasi dan Xander yang menilai mereka. Pria itu yang akan memutuskan dengan siapa dia akan bekerjasama. Hingga akhirnya Zeevana memulai persentasinya di depan sana. Bukannya fokus memperhatikan materi persentasi, Xander malah fokus memperhatikan tubuh Zeevana yang semakin menggoda, wajahnya yang semakin cantik dan tentunya penampilan gadis itu semakin dewasa. Suara dan perangainya juga terlihat dari berbeda.


'Semua yang aku lihat darimu tampak berbeda dari luar, tapi aku yakin hatimu masih sama. Zeevana, lihat saja...setelah ini akan kubuat kau tidak bisa pergi kemanapun'


"Sekian persentasi dari saya," ucap Zeevana sambil tersenyum pada semua orang disana. Tak lupa ia membungkukkan setengah badannya untuk mengakhiri presentasi tersebut.


PROK, PROK, PROK!


Suara tepuk tangan mengakhiri semua persentasi itu. Sementara hasilnya akan diumumkan besok. Oleh sebab itu, semua orang satu persatu mulai keluar dari ruang rapat hotel tersebut.


Zeevana, Prisa dan Axel berjalan keluar bersama. Namun tiba-tiba saja Zeevana meminta izin ke kamar mandi, dia sudah kebelet. "Pak, saya izin ke kamar mandi dulu sebentar."


"Baiklah, saya akan menunggumu di lobi hotel." kata Axel pada Zeevana.


"Perlu saya temani, Bu Zeevana?" tawar Prisa.


"Tidak perlu," jawab Zeevana sambil tersenyum.


Zeevana berjalan seorang diri dan mencari toilet di sana. Akhirnya ia berada di ujung lorong dekat aula, disanalah toilet berada. Tanpa ia sadari seseorang mengikutinya dasu tadi. Setelah selesai menuntaskan urusannya di toilet, Zeevana berjalan keluar dari toilet wanita tersebut.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, pasti Aiden sudah menungguku--"


GREP!


"Akhh!" pekik Zeevana terkejut ketika merasakan ada dua tangan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang. Kepala orang itu bersandar di kejar Zeevana. Ia mengenal aroma ini.


"I miss you honey, finally i catch you--akhirnya aku menemukanmu...jadi selama ini kau bersembunyi di sini. Kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya? Bahkan kau mengganti namanya menjadi Miss Zeena." bisik pria itu pada Zeevana. Ya, Zeevana mengganti namanya dengan Zeena. Orang-orang di Australia mengenal Zeevana dengan nama Zeena.


'Kenapa kau ada disini uncle? Aku belum siap untuk bertemu denganmu' batin Zeevana gelisah dengan kehadiran Xander disana.


Zeevana berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Xander, namun pria itu kembali memeluknya dari belakang dan lebih erat dari sebelumnya. "Tuan Dacosta!"


"Apa kau tidak merindukan suamimu sayang? Aku merindukanmu, sangat." Xander menciumi ceruk leher Zeevana yang putih mulus itu.


"Jangan bicara sembarangan tuan Dacosta! Anda bukan suami saya! Dan saya akan berteriak kalau anda berani macam-macam," ujar Zeevana mengancam.


Xander membalikkan tubuh gadis itu hingga mereka saling berhadapan, Xander menatap Zeevana begitu dalam dan retoris. Zeevana memalingkan wajahnya, dia tidak mau melihat tatapan mata pria yang seakan menelanjanginya itu.


Tanpa sepatah katapun, Xander menarik tangan Zeevana dengan kasar. Ia membawa gadis itu masuk ke dalam lift, namun sebelum itu--Xander memerintahkan anak buahnya untuk berjaga agar tidak ada yang menganggu nya dan Zeevana. Xander juga menitipkan pesan pada sekretarisnya untuk menemui Axel dan Prisa, menyampaikan pada mereka bahwa Zeevana masih ada urusan dengan suaminya.


"Anda sudah gila! Anda mau membawaku kemana??!" sentak Zeevana yang sama sekali tidak di gubris oleh Xander. Pria itu mencengkram lengan Zeevana, tak peduli pergelangan tangan mungilnya terluka.


Ting!


Lift itu berhenti di lantai paling atas hotel tersebut, Zeevana baru ngeh bahwa hotel itu adalah salah satu aset milik Dacosta. Xander membawa Zeevana masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang terletak di paling ujung, lantai itu.


"Uncle!" tanpa sadar Zeevana memanggil pria itu dengan sebutan uncle. "Apa yang akan kau lakukan?"


Hati Xander terhenyak mendengar Zeevana dengan nama uncle, ia teringat disaat saat masih bersama dulu. Xander menatap dalam pada bola mata berwarna biru langit itu, dia memperhatikan wajah cantik Zeevana dengan sendu. Lalu dia membopong tubuh Zeevana dan melemparnya ke atas ranjang seperti barang.


"Uncle! Apa yang kau--" Zeevana beringsut dari ranjang itu, namun Xander mencekal tangannya dan mengunci tubuh mungil itu diatas ranjang.


"Uncle...kau--umptt."


Zeevana tidak bisa bicara lagi, bibirnya menjadi bungkam seketika saat pria itu membenamkan bibirnya disana. Tangan Xander melepas dasinya, lalu mengikat tangan Zeevana dengan dasi itu. Jantung Zeevana kembali berdegup kencang, ia mulai takut apalagi saat melihat tatapan pria itu begitu nanar padanya seakan-akan telah menahan lapar sekian lama.


"Open your mouth honey!"


"Uncle, please--lepaskan aku." lirih Zeevana dengan nafas yang terengah akibat ciuman panas barusan.


"Tidak akan, istriku! Sebelum aku MENGHUKUMMU!" Xander mulai melucuti pakaian bagian atas tubuhnya.


...****...


Wow wow...hukuman apa yang diberikan Xander ya πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜‚ btw apakah Xander sama Zee masih suami istri?