One Night Stand With My Uncle

One Night Stand With My Uncle
Bab 52. Kesialan



Mendapatkan ciuman insiatif dari Zeevana untuk pertama kalinya, pertahanan pria itu mulai runtuh. Ia membalas pagutan bibir itu dengan intens, lama kelamaan tubuhnya menjadi panas.


"Eungh--ahh." lenguhan secara tak sengaja keluar dari bibir cantik yang tengah di serap madunya oleh Xander. Mereka saling beradu saliva, hingga menimbulkan suara-suara erotis dari pagutan liat keduanya.


Tangan Zeevana mulai meraba-raba kemeja yang dipakai Xander, dia membuka kancing kemeja itu satu persatu. Meraba-raba dada bidangnya dan mulai membangkitkan sisi pria Xander.


Tidak! Ini tidak boleh terjadi lagi! Aku sudah jadi pada diriku sendiri, aku tidak menyentuhnya kecuali kami sama-sama menginginkannya. Jangan ada one night stand lagi.


Xander melepaskan pagutannya lebih dulu, dia yang sudah bertelanjang dada itu segera mengancingkan kembali kemejanya. Dia harus bisa menahan diri sebelum hubungan mereka benar-benar sudah melakukan rekonsiliasi.


"Uncle, aku mau lagi...bibir uncle manis seperti pelmen." gumam Zeevana dengan senyum-senyum tidak jelas itu. Senyum yang tampak menggemaskan untuk Xander.


"Kau tidak boleh minum alkohol sedikitpun! Tidak boleh Zeevana sayang." Xander mencubit hidung Zeevana dan menarik-narik hidung itu ke kanan ke kiri. Pria itu tersenyum melihat tingkah Zeevana.


"Aku tidak bernafas uncle! Lepaskan aku Uncle! Aku mau cumi, aku mau pelmen!" ucap gadis itu dengan bibir yang mengerucut. Dia mendorong Xander lalu beranjak dari ranjang itu.


Xander mengikuti si wanita yang jalannya sempoyongan itu. Mau kemana dia dan apa yang akan dia lakukan? Dia tau biasanya setelah 1 jam dalam pengaruh alkohol, Zeevana akan tertidur pulas.


Gadis itu mengambil hairdryer yang ada di atas nakas, lalu bernyanyi dengan nada sumbang. Mengarahkan hairdryer itu seperti mic. Xander hanya tertawa-tawa dan membiarkan Zeevana sesuka hatinya, nanti lelah dia akan tidur sendiri.


"Let it go...let it go....i want you anymore...let it go...my heart Will go on....and on..."


"Pfut..." Xander menahan tawanya, berkali-kali dia menepuk jidatnya. Lalu terpikir olehnya, bagaimana bisa dia tidak jatuh cinta pada gadis menggemaskan ini? Gadis yang tulus mencintainya dan kenapa dia bisa membuatnya terluka?


"Mari tepuk tangan untuk Celine Dion! Yee..." gadis itu ramai sendiri, lalu tak lama kemudian tubuhnya limbung. Dengan sigap Xander memeganginya, alhasil mereka berpelukan.


"Zee, apa kau sudah tidur?" tanya Xander pada istrinya itu. Tidak ada jawaban cukup lama, hingga Xander membawanya kembali ke atas ranjang. Benar saja, wanita itu sudah tertidur pulas dalam sekejap. Mudah sekali dia tidur setelah membuat kekacauan.


Pria itu menatap dalam wajah cantik Zeevana, dikecupnya kening Zeevana dengan lembut penuh kasih. "Maafkan aku karena dulu aku sangat brengsek, aku menyia-nyiakan wanita sesempurna dirimu sayang. Maafkan aku, tapi aku janji mulai sekarang dan seterusnya--aku akan membuatmu dan anak kita bahagia." kata Xander lalu mengecup punggung tangan Zeevana. Dia bersumpah tidak akan ada setetes air mata pun jatuh dari wanita itu.


Mereka berdua pun berbaring di atas ranjang yang sama. Namun saat Xander berbaring, dia tiba-tiba kembali bangkit. Dia memikirkan Tessa, untuk apa wanita yang selama ini tidak pernah pergi meninggalkan Paris tiba-tiba datang kemari. Firasatnya tidak baik!


Segeralah pria itu bangkit dari ranjangnya, lalu pergi ke balkon apartemen dan menelpon seseorang untuk menyelidiki kedatangan Tessa ke Chicago. Ah--dan ya, Xander menghubungi kakeknya juga karena panggilan dari pria tua itu belum dijawabnya dari tadi.


Antonio memberitahukan bahwa Tessa datang membawa seorang anak dan mengaku-ngaku bahwa anak itu adalah anak Xander dan Tessa tak mau anaknya di tes DNA sebelum bertemu Xander. Seketika Xander terkejut mendengarnya, dia merasa anak itu tak mungkin anaknya sebab saat melakukan bersama Tessa. Ia memakai pengaman dan mengeluarkan di luar. Jelas, dia ingat itu.


"Besok dia pasti akan mengacau, tunggu saja Tessa! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."


Xander kembali menelpon seseorang untuk meminta bantuan. Entah bantuan apa yang dia minta pada orang itu, sebab suaranya berbisik-bisik. Ia takut Zeevana terbangun dan salah paham lagi padanya.


*****


Didepan club malam itu, Arsen dan Robby dimarahi habis-habisan oleh Laura dan Rachel. Mereka tidak menyangka bahwa Robby dan Arsen akan mengikuti mereka kesana. Padahal ini adalah ranah perempuan, beraninya kedua pria itu datang kemari.


"Dia yang mengajakku! Jangan salahkan aku baby." tunjuk Robby pada Arsen.


"Apa? Kenapa kau menuduhku? Jelas-jelas kau lebih tua dariku, kau yang mengajakku! Dasar calon kakak ipar yang sesat." Arsen balik menyalahkan Robby.


"Kalian benar-benar! Ini adalah pesta lajang Rachel, beraninya kalian menguntit kami. Dan kau Robby, kau adalah calon pengantin...harusnya kau dipingit dulu. Lusa kalian menikah!" tegur Laura pada kedua pria itu. Dia tidak membela Robby maupun Arsen, keduanya salah.


"Ini semua salah kak Xander, bukan salah kami!" seru Robby yang membuat Arsen mendelik ke arahnya. Kenapa pria itu jadi menyalahkan Xander.


"Kenapa jadi membawa-bawa nama uncle?" tanya Rachel pada Robby heran.


"Dia datang bersama kami kemari, tapi dia pergi entah kemana." jawab Robby.


"Eh ya, kak Zee kemana? Apa kalian melihatnya?" tanya Arsen pada kedua wanita itu,karena dia tidak melihat Zeevana berada diantara mereka.


Laura dan Rachel juga menggelengkan kepalanya dengan bingung. Namun kebingungan itu terjawab saat seseorang mengirimkan pesan singkat dan juga gambar seorang wanita tengah tertidur pulas pada Arsen.


..."Kakakmu mabuk dan ada bersamaku, jangan khawatir. Jangan bilang pada Aiden, nanti dia cemas..." ...


"Ada apa?"


"Kak Zee ada bersama dengan kakak ipar, katanya dia mabuk." ucap Arsen yang membuat Laura dan Rachel lega karena Zeevana berada ditangan yang seharusnya.


****


Keesokan harinya, pagi itu di club malam tempat Tessa dikerjai teman-teman Zeevana. Gadis itu masih berada disana dan sialnya tidak ada yang datang ke toilet wanita dari tadi malam sampai pagi.


Lalu tibalah seorang wanita paruh baya yang berpakaian serba merah hitam datang ke toilet wanita sambil membawa alat bersih-bersihnya.


"Hemphh--hemphh--"


Tessa mencoba berteriak walaupun mulutnya ditutup oleh selotip, kakinya menendang pintu bilik toilet itu.


"Suara apa itu?" gumam di office girl itu sambil membuka headset miliknya. Kemudian dia memakainya kembali, sambil menari-nari dia bersih-bersih toilet wanita dengan mengelap cermin.


Sialan aku berada disini tapi dia tidak menghiraukan aku! Kalian berempat dan Zeevana--tunggu saja. Aku akan membalas semua kelakuan kalian. Tessa memaki Zeevana dan keempat temannya itu. Begitu dia keluar dari sini, dia akan balas dendam.


...*****...