New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 8 - Sisi Lain Kerajaan Radix



"Siapa saja, tolong ... selamatkanlah aku ...." seorang gadis berlinang air mata bergumam lirih.


Kondisinya sungguh memprihatinkan. Dengan tatapan mata yang tampak kosong, di sekujur tubuhnya juga terdapat beberapa luka lebam, dan terkapar lemas tak berdaya tanpa mengenakan busana.


Tidak lama kemudian, terlihat seseorang berjalan menghampiri gadis tersebut, dan segera menaruh satu mangkuk bubur hangat beserta satu gelas air minum di hadapannya.


"Makanlah, kau harus memiliki tenaga yang cukup untuk melayani kami semua." Lalu sosok yang mengenakan jubah bertudung itu pun kembali pergi meninggalkannya.


Gadis itu adalah salah satu keturunan ras Elf yang diculik untuk dijadikan budak. AWALNYA! Akan tetapi, takdir berkehendak lain.


Karena memiliki paras yang cantik serta kemolekan tubuhnya itu. Sang gadis pun harus berakhir menjadi mainan pemuas ***** para oknum yang terlibat di dalam lingkaran.


...***...


Di dalam sebuah tempat dengan minimnya penerangan, terdapat banyak ruangan yang tersebar. Masing-masing ruangan memiliki fungsinya sendiri, salah satunya adalah dijadikan sebagai tempat yang digunakan untuk menyelundupkan makhluk bernyawa.


Tidak banyak orang yang mengetahui tentang tempat itu, hanya yang memiliki koneksi dengan sang owner sajalah yang dapat menjamahnya. Ya, tempat tersebut merupakan sarang untuk membeli seorang budak.


Siapa sangka, di balik makmurnya sebuah kerajaan, bahkan sudah juga sangat dikenal sebagai tempat yang aman dan tentram sekalipun. Ternyata memiliki sisi kelam yang menyakitkan bagi mereka yang menjadi korban.


Kerajaan Radix sendiri melarang keras sistem perbudakan. Karena alasan itu, sang Raja dengan tegas menghapuskan sistem tersebut ada di kerajaannya. Apa bila mendapati pihak yang berani melakukan tindakan konyol untuk menentang keputusan mutlak terkait hal itu, sang penguasa tidak akan segan untuk menangkap dan mengeksekusinya. Dengan kata lain, itu adalah tempat yang menjual seorang budak secara ilegal, yang mana sang Raja sendiri pun tidak mengetahui adanya terkait hal tersebut.


Sebagian penduduk yang tinggal di barat Kota Caulis mengatakan, di kala keheningan malam tiba, mereka pernah melihat para penjaga yang berpatroli mengendarai kereta kuda dengan ukuran gerbong yang terlihat lebih besar dari pada biasanya, dan itu tidak hanya satu kali saja, melainkan beberapa kali. Namun, tidak pernah ada rasa curiga terkait hal itu. Mereka hanya berpikir, mungkin saja isi di dalam gerbong tersebut adalah barang-barang yang sangat penting milik kerajaan. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu, melainkan adalah makhluk hidup yang memang diperdagangkan.


Moderate Slavery, begitulah mereka menyebutnya. Yang tidak lain adalah merupakan nama dari organisasi yang menjual seorang budak secara ilegal. Mereka bersembunyi di balik bayang-bayang kejayaan Kerajaan Radix.


Awal mula terbentuknya organisasi itu adalah, ketika beberapa bangsawan menentang keputusan sang Raja terkait penghapusan sistem perbudakan dari kerajaan. Mereka sangat marah dengan keputusan yang dianggap bisa merugikan bangsawan, karena hal tersebut merupakan hal yang wajar di kalangan orang-orang elit dan terpandang.


Suatu ketika, para bangsawan yang menentang diam-diam merencanakan dan memutuskan untuk menghidupkan kembali sistem perbudakan. Awalnya berjalan mulus, tetapi lama-kelamaan, kabar burung terkait hal itu sampai terdengar di telinga sang Raja. Sontak membuatnya sangat marah, dan Kerajaan Radix pun mengadakan pertemuan besar untuk menyelidiki lebih lanjut terkait kebenaran dari pada isu tersebut.


Pria itu diizinkan untuk berbicara di hadapan semua orang yang berada di dalam ruangan atas kesaksiannya. Mendengar semua kebenaran dari cerita tersebut, lantas sang Raja pun memerintahkan untuk menangkap para bangsawan yang sudah terlibat untuk segera dieksekusi.


Beberapa hari kemudian, hari eksekusi pun tiba dan disaksikan oleh semua penduduk. Para bangsawan yang terlibat sudah berbaris di depan 'Guillotine' mereka masing-masing. Yang mana itu adalah sebuah alat untuk memancung seseorang yang telah divonis hukuman mati dengan cepat dan 'manusiawi.'


Ironisnya, semua kasta bangsawan benar-benar terlibat. Dan dalang dari pemberontakkan terkait penghapusan sistem perbudakan tersebut tidak lain adalah seorang Duke, yang merupakan gelar tertinggi di antara semua bangsawan di Kerajaan Radix. Yang justru menjadikan pemberontakan itu sebagai aib tidak terlupakan bagi kerajaan.


Sampai pengeksekusian berakhir, para budak yang masih tertahan pun akhirnya dibebaskan. Mereka mendapatkan balasan yang setimpal untuk kehidupan mereka kelak dari sang Raja, dan mendapatkan perlindungan langsung darinya.


Tapi tidak berakhir sampai di situ saja, beberapa pengikut para bangsawan yang pro dengan sistem terkait, mulai merencanakan strategi untuk menghidupkan kembali sistem yang sangat dilarang itu. Tentu saja kali ini benar-benar sangat rapi dan tenang, sampai kerajaan pun menyangka tidak ada lagi pihak yang berani melakukan hal konyol tersebut.


...***...


Perlahan organisasi Moderate Slavery menjadi besar. Bahkan nama mereka sampai terkenal di pasar perdagangan gelap, dan tentunya menjadi sasaran utama bagi mereka yang ingin memiliki seorang budak.


Sasaran target yang mereka incar cenderung mengarah pada ras Demi-Human, dan Elf. Tapi bukan berarti tidak ada ras manusia juga. Hanya saja jika mengarah pada manusia, mereka akan mengincar golongan yang 'bisa dikatakan' tidak memiliki keluarga, atau yang hidupnya tampak memprihatinkan.


Ya, jika untuk sesuatu yang positif, memiliki budak tentu saja akan sangat membantu. Namun itu hanyalah sebagai hal yang tabu, karena mereka tidak selalu mendapatkan perlakuan yang layak dari sang majikan. Mereka cenderung dipandang sebelah mata, disamakan kedudukannya dengan hewan, dan lebih parahnya dianggap sebagai sosok wujud nyata yang tidak layak untuk hidup di dunia. Bahkan sampai 'bisa dikatakan' lebih tidak manusiawi dari pada barang yang tidak berguna.


Apa bila budak itu adalah seorang laki-laki, mereka hanya akan dijadikan sebagai alat untuk melakukan pekerjaan kasar. Seperti salah satu contohnya adalah sebagai penambang sumber daya alam sekali pakai di wilayah terkait, dengan bertempatkan di lokasi yang terbilang sangat ekstrem. Lebih parahnya, mereka juga ada yang dijadikan sebagai Assassin bayaran bagi organisasi kejahatan.


Dan jika budak tersebut adalah seorang perempuan, dalam banyaknya kasus terkait, mereka hanya akan dijadikan sebagai alat pemuas ***** semata. Entah yang bersifat pribadi, atau yang memang sengaja dikomersilkan hanya untuk meraup banyak keuntungan.


Mereka hanya bisa pasrah menerima takdir kelamnya, dan berharap jika sang majikan kelak adalah seorang yang memiliki sifat baik dan akan memperlakukan layaknya seorang manusia, bukan alat! Namun, harapan tetaplah harapan, dan hanya akan terus menjadi hal yang tidak pernah menjadi kenyataan. Karena jika mereka menolak melakukannya, dengan perintah sang majikan, segel kontrak yang terpasang pada diri mereka akan langsung merenggut nyawa yang bersangkutan.


^^^To be continued ...^^^