
Tidak ada celah sama sekali bagi Verzha untuk melakukan serangan balasan. Dia terpojokkan oleh serangan brutal yang diberikan Riger, dan hanya terus berusaha bergerak menghindar ke sana-sini.
Meski itu bukanlah serangan dengan kekuatan penuh, tetapi cukup memberikan dampak jikalau terkena serangannya secara langsung. Tentu Verzha tidak ingin dirinya menjadi samsak berjalan untuk seorang pria paruh baya yang menjadi lawannya kini.
Verzha berpikir keras seraya terus-terusan menghindar dari pukulan, tendangan, yang mendarat langsung ke arahnya. Otaknya dipaksa untuk berpikir ekstra saat ini, agar dia mendapatkan cara untuk mengatur strategi melawan balik.
“Oy-Oy, ada apa? Kau sedang memikirkan cara untuk lolos dari seranganku ini, bukan?!
“Maaf saja, tapi aku tidak mengenal apa itu belas kasih. Rasakan ini!” teriak Riger semakin bersemangat.
“Tcih !ーOrang tua sialan!” Verzha tampak geram.
“Hibur aku lebih daripada ini. Tunjukkan padaku semua kekuatanmu!”
Kalau sudah begini ....
Verzha kemudian mengaktifkan sihir tingkat rendah. Dia memunculkan kubangan air berlumpur di tanah tempat kakinya berpijak setelah dia melompat menghindar. Bertujuan untuk menahan pergerakkan Riger ketika menginjakkan kaki di sana.
SPLASH !
“Lumpur?”
“Bagus!”
Itu berhasil dilakukan, dan menahan Riger terjebak di kubangan lumpur tersebut. Riger sendiri bahkan tidak menyadari jikalau Verzha mengaktifkan sihir dengan cepat. Fokus karena menyerang secara bertubi-tubi membuatnya tidak memperhatikan situasi secara mendetail.
Kaki Riger mulai tenggelam semakin dalam, dikarenakan itu adalah kubangan lumpur hisap. Dia mencoba melepaskan diri dari sana, tetapi cukup sulit untuk dilakukan.
“Begitu rupanya.”
Riger menyadari jikalau itu bukanlah kubangan lumpur hisap biasa, melainkan yang diciptakan dan diperkuat oleh aktifasi sihir. Dia mendapati mati langkah dengan terjebak masuk ke dalam perangkap yang Verzha ciptakan.
Verzha sedikit tenang dengan keberhasilan taktiknya itu. Dia menatap Riger dengan cukup jarak dan masih tetap berwaspada. Meski hanya bersifat sementara dan bukanlah sebuah taktik yang berdampak signifikan, pada dasarnya Verzha sendiri meyakini jikalau Riger akan berhasil melepaskan diri dalam waktu singkat.
“Kau yakin menahanku dengan cara murahan seperti ini?”
“Jelas tidak mungkin, bukan? Mengetahui kekuatan Anda yang sebesar itu, bagaimana mungkin aku bisa percaya diri begitu saja?”
“Hou ....”
“Setidaknya untuk sementara, juga untuk memanfaatkan waktu yang singkat ini, aku akan membalas menyerang!”
Memastikan keadaan cukup meyakinkan untuknya, Verzha kemudian mengambil tindakan dan melesat untuk memberikan serangan balik secara bertubi-tubi pada Riger yang kini tidak dapat berbuat banyak.
...***...
“Dari sini aku bisa melihat hewan-hewan itu mengevakusi diri.”
“Berkumpul di satu tempat ?”
“Benar. Sesuai prediksi.”
“Sungguh mulia, bukan? Mereka bahkan mencoba untuk semakin meringankan pekerjaan kita.”
“Tapi tidak kusangka, ternyata ada sebagian orang-orang yang cukup menarik perhatianku di sana.”
“Hou … layak untuk dijadikan oleh-oleh ?”
“Sayangnya tidak sesuai dengan kriteria untuk konteks itu.”
“Kau bisa mengurusnya, kan ?”
“Apa yang Anda katakan? Tentu saja sangat mudah.”
“Bagus! Bantai mereka semua !”
“Anda yakin? Wanita juga ?”
“Terkait itu, lakukan saja sesukamu.”
“Dimengerti.”
Posisi Rydman saat ini sudah berada di sekitar pusat desa. Melihat rombongan evakuasi dari jarak yang cukup dekat dari tempatnya itu, dia pun melaporkan hal tersebut pada Filgard yang juga tengah menyusup dari sisi berlawanan.
Akan tetapi, meski begitu, kemampuan khusus seperti itu sekalipun tidak akan berguna, terutama bagi seseorang atau kelompok yang tengah diintai, memiliki kemampuan untuk meniadakan persepsi negatif.
Baiklah, kita mulai dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
Rydman memberikan perintah pada pasukan pengintai untuk melakukan penyerangan. Kelompoknya pun kemudian bergerak, dimulai dengan memburu target yang berada di posisi paling belakang secara senyap.
Dengan menculik mereka masuk ke dalam bayang-bayang, satu per satu warga desa dihabisi tanpa kenal ampun. Menariknya, korban hanyalah seorang pria. Itu karena Rydman masih mempertimbangkan perintah yang Cardigra berikan agar tidak membunuh para wanita. Sementara untuk korban wanita, mereka disekap agar tidak berontak dan bersuara.
Pasukan pertahanan desa yang ditugaskan oleh Verzha untuk melindungi rombongan evakuasi, menyadari adanya keanehan pada barisan belakang. 4 orang dari mereka pun akhirnya memutuskan bersiaga pindah ke posisi paling belakang, untuk memastikan kejanggalan tersebut.
Penyerangan senyap yang dilakukan oleh kelompok Rydman selanjutnya berhasil dipatahkan. Ketika 4 sosok assasin menampakkan diri untuk melanjutkan aksinya, mereka mendapatkan serangan kejutan dari seorang pasukan pertahanan desa yang tengah menunggu momentum.
“Tcih!”
Tentunya serangan cakupan area tersebut, tidak mengenai mereka berempat secara langsung. Para assasin dengan sigap melompat ke belakang untuk menghindari serangan kejutan yang diberikan, dan itu membuat para pasukan pertahanan desa merasa geram.
“Woah … formasinya langsung berubah ya. Cukup mengesankan. Selain itu, apakah ini akan dimulai dengan 4 lawan 4? Hahaha ...!!”
“Semuanya, cepatlah pergi sejauh mungkin. Tamu tidak diundang menampakan diri!”
Mendapati situasi menarik, salah seorang assasin tertawa memberikan respon yang terkesan mengejek dan merendahkan. Sedangkan di lain pihak, situasinya tentu cukup genting, sehingga salah seorang pasukan pertahanan desa berteriak untuk memberitahukan keadaan pada rombongan evakuasi di depan.
Warga desa yang berada di barisan belakang, sempat menoleh dan menyaksikan kejadian penyerangan yang baru saja terjadi secara singkat. Ditambah dengan teriakan tegas terdengar, justru semakin memperkeruh keadaan. Kegaduhan dan kepanikan seketika terjadi, rombongan evakuasi tidak dapat menekan kekhawatiran dan ketakutan pada diri mereka masing-masing saat ini.
“Ternyata kalian sudah berhasil menyusup sejauh ini!”
“Hey-Hey, ayolah. Jangan terlalu dianggap serius. Bersantailah.”
“Brengsek!”
“Ups … kurasa aku sudah menyulut api di sini. Tidak kusangka, ternyata hewan-hewan rendahan seperti mereka ini berhasil menarik perhatian Tuan Rydman ya?”
“Apa maksudmu itu?!”
“Tidak, tidak ada. Lupakan saja yang barusan aku katakan, oke.”
“Tcih!”
“Jadi, berikan aku pendapat kalian. Bukankah lebih baik kalau kita bermain-main sebentar?”
“Bermain-main katamu?!”
“Tepat sekali. Anggap saja ini sebuah permainan. Yaーseperti itulah.”
“Bajingan tengik! Kau bahkan menganggapnya sebuah permainan!”
“Tentu saja! Ini tidak lebih merupakan sekedar permainan survival, kau tahu. Memburu, atau diburu. Menarik, bukan?”
“Hah?! Apa-apaanーTcih !”
Provokasi yang dilakukan, mengubah suasana menjadi memanas. Tentunya itu berhasil memicu emosi para pasukan pertahanan desa.
“Oy-Oy, kalian bahkan menunjukkan ekspresi wajah yang cukup bagus untuk seekor hewan. Ups ....” Dia lalu menutup mulutnya.
“Ah, tolong maafkan perkataan tidak sopanku barusan. Baiklah, kuanggap kau dan teman-temanmu menyetujui undangan. Kalau begitu ....”
Seolah memberikan aba-aba untuk memulai pertarungan, para assasin kemudian menghilang dari tempat mereka berdiri, dan kembali muncul di hadapan masing-masing pasukan pertahanan desa dengan memberikan serangan kejutan.
Pertempuran pun pecah tak dapat dihindari. Kedua kubu kini mulai bertarung, dan itu menjadikannya sebagai sebuah pertunjukkan bagus untuk Rydman yang kini tengah menyaksikan dari kejauhan.
“Hou … 4 lawan 4 ya. Cukup bagus,” gumam Rydman memberikan kesan.
Selang beberapa waktu, Rydman kembali memerintahkan hal yang sama pada 6 orang assasin lain yang masih bertahan di posisi mereka masing-masing. Namun, kali ini menyerang secara terang-terangan.
“Ah … tidak tertahankan. Ini sangat menyenangkan. Sudah lama sekali aku tidak merasakan sensasi yang membuatku sampai merinding dan menikmatinya seperti ini.”
Jauh di dalam diri seorang pemuda Elf, tersimpan kegelapan yang menyelimutinya. Ras Elf sendiri sebenarnya cukup dikenal sebagai salah satu ras yang memiliki ikatan baik dengan semua ras di dunia tersebut.
Akan tetapi, campuran darah iblis yang mengalir di dalam tubuh Rydman, lebih mendominasi dan justru menentang semua aturan yang berlaku.
^^^To be continued ...^^^